alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Bripka Ernawati, Demi Tugas, 15 Tahun Tak Rayakan Lebaran di Madiun

Dari ratusan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berdinas di Polres Sampang, Ernawati termasuk Polwan yang tidak bisa beribadah Ramadan bersama orang tua (ortu).

MOH. IQBAL, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

LEBARAN menjadi momen penting berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman. Salah satunya, bersilaturahmi mempererat tali persaudaraan usai berpuasa sebulan. Tapi, hal tersebut tidak dirasakan Ernawati.

Sebab, perempuan asal Madiun tersebut sibuk menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Impian bisa berpuasa dan berlebaran bersama keluarga besar harus dikubur dalam-dalam oleh Polwan berparas ayu tersebut.

Sejak menjadi anggota Polri pada 2005, Ernawati ditempatkan di Bangkalan sebagai asisten pribadi (Aspri) Wakapolwil Madura. Setahun kemudian, dimutasi ke Polres Sampang sebagai penyidik pembantu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) selama lima tahun.

Mulai 2011 hingga sekarang, bertugas di Satlantas Polres Sampang. Salah satu tugas pokoknya adalah melayani administrasi registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor serta mengemudi. ”Sejak 2015 hingga saat ini berdinas di benma,” kata Ernawati.

Baca Juga :  Mantan TKI Asal Sampang Coba Peruntungan Tanam Tembakau

Sejak 2006, Ernawati bersama sang suami yang kebetulan anggota Polres Sampang memilih berdomisili di Kota Bahari. Rumah yang mereka huni bersama kedua anaknya berada di Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang.

Semula Ernawati kepikiran karena bekerja jauh dari kampung halaman. Tapi, lambat laun pemikiran seperti itu dia hilangkan agar bisa lebih fokus menjalankan tugas negara sebagai anggota Polri yang presisi.

”Awalnya berat. Tapi kembali lagi, kita kan bertugas untuk negara. Di mana pun kita berada, harus dinikmati dan disyukuri. Semua tugas dan tanggung jawab harus dikerjakan dengan baik,” ucap Ernawati.

Hal yang membuat Ernawati terenyuh adalah saat momen Lebaran. Jika biasanya merayakan bersama kedua orang tua dan keluarga besar di Madiun, sejak 2005 tidak demikian. Saat Ramadan, dia harus mengerjakan semua tugasnya sebagai Polwan. Termasuk, melakukan pengamanan saat jamaah melaksanakan salat Tarawih.

Baca Juga :  Mahasiswa UMM Langganan Juara 1 LKTI Nasional

Setiap Lebaran, Ernawati merayakan Idul Fitri di Sampang bersama keluarga dan tetangga di Perumahan Permata Selong. ”Saat Lebaran, kami tidak bisa pulang. Jadi merayakan bersama tetangga yang juga tidak mudik,” ulasnya.

Untuk mengobati rasa kangen terhadap keluarga besarnya di Madiun, Ernawati ngobrol melalui sambungan telepon seluler (ponsel). ”Jadi, kita bisanya hanya nelepon orang tua dan keluarga di Madiun. Kita bermaaf-maafan,” terangnya.

Biasanya, ketika operasi Ketupat Semeru selesai, Ernawati mengajukan cuti ke atasannya untuk pulang ke kampung halaman. Walaupun, Lebaran sudah berlalu.

”Setidaknya mengobati kangen. Dari Sampang, kita bawa oleh-oleh untuk dibagikan kepada keluarga di Madiun,” tuturnya.

Ernawati mengungkapkan, dirinya bisa pulang ke Madiun tiga bulan sekali. ”Kecuali ada keperluan dan kegiatan mendesak. Itu beda. Yang jelas, selama ini ke Madiun cuma tiga bulan sekali,” pungkas Ernawati.

- Advertisement -

Dari ratusan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berdinas di Polres Sampang, Ernawati termasuk Polwan yang tidak bisa beribadah Ramadan bersama orang tua (ortu).

MOH. IQBAL, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

LEBARAN menjadi momen penting berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman. Salah satunya, bersilaturahmi mempererat tali persaudaraan usai berpuasa sebulan. Tapi, hal tersebut tidak dirasakan Ernawati.


Sebab, perempuan asal Madiun tersebut sibuk menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Impian bisa berpuasa dan berlebaran bersama keluarga besar harus dikubur dalam-dalam oleh Polwan berparas ayu tersebut.

Sejak menjadi anggota Polri pada 2005, Ernawati ditempatkan di Bangkalan sebagai asisten pribadi (Aspri) Wakapolwil Madura. Setahun kemudian, dimutasi ke Polres Sampang sebagai penyidik pembantu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) selama lima tahun.

Mulai 2011 hingga sekarang, bertugas di Satlantas Polres Sampang. Salah satu tugas pokoknya adalah melayani administrasi registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor serta mengemudi. ”Sejak 2015 hingga saat ini berdinas di benma,” kata Ernawati.

Baca Juga :  Mahasiswa UMM Langganan Juara 1 LKTI Nasional

Sejak 2006, Ernawati bersama sang suami yang kebetulan anggota Polres Sampang memilih berdomisili di Kota Bahari. Rumah yang mereka huni bersama kedua anaknya berada di Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang.

Semula Ernawati kepikiran karena bekerja jauh dari kampung halaman. Tapi, lambat laun pemikiran seperti itu dia hilangkan agar bisa lebih fokus menjalankan tugas negara sebagai anggota Polri yang presisi.

”Awalnya berat. Tapi kembali lagi, kita kan bertugas untuk negara. Di mana pun kita berada, harus dinikmati dan disyukuri. Semua tugas dan tanggung jawab harus dikerjakan dengan baik,” ucap Ernawati.

Hal yang membuat Ernawati terenyuh adalah saat momen Lebaran. Jika biasanya merayakan bersama kedua orang tua dan keluarga besar di Madiun, sejak 2005 tidak demikian. Saat Ramadan, dia harus mengerjakan semua tugasnya sebagai Polwan. Termasuk, melakukan pengamanan saat jamaah melaksanakan salat Tarawih.

Baca Juga :  Kegelisahan Para Pelestari Manuskrip Naskah Kuno

Setiap Lebaran, Ernawati merayakan Idul Fitri di Sampang bersama keluarga dan tetangga di Perumahan Permata Selong. ”Saat Lebaran, kami tidak bisa pulang. Jadi merayakan bersama tetangga yang juga tidak mudik,” ulasnya.

Untuk mengobati rasa kangen terhadap keluarga besarnya di Madiun, Ernawati ngobrol melalui sambungan telepon seluler (ponsel). ”Jadi, kita bisanya hanya nelepon orang tua dan keluarga di Madiun. Kita bermaaf-maafan,” terangnya.

Biasanya, ketika operasi Ketupat Semeru selesai, Ernawati mengajukan cuti ke atasannya untuk pulang ke kampung halaman. Walaupun, Lebaran sudah berlalu.

”Setidaknya mengobati kangen. Dari Sampang, kita bawa oleh-oleh untuk dibagikan kepada keluarga di Madiun,” tuturnya.

Ernawati mengungkapkan, dirinya bisa pulang ke Madiun tiga bulan sekali. ”Kecuali ada keperluan dan kegiatan mendesak. Itu beda. Yang jelas, selama ini ke Madiun cuma tiga bulan sekali,” pungkas Ernawati.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Ringkus Empat Pemuda Pesta Miras

Tarbiyah Nasawiyah

Pemilih Pemula Tangkal Konten Negatif

Artikel Terbaru

/