alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

TGB Ajak Umat Islam Cinta Terhadap Bangsa

SURABAYA – Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi memberikan tausiah usai salat Subuh di Masjid Al-Falah, Surabaya, Minggu (11/2/). Dia mengajak umat Islam untuk senantiasa menumbuhkan semangat cinta terhadap bangsa Indonesia dengan sepenuh hati.

Mencintai Indonesia sebagai sebuah bangsa merupakan fitrah seorang manusia. Mencintai negara atau hubbul wathan merupakan bagian dari ajaran Islam.”Negara Indonesia ini adalah karunia Allah. Dan, cara mencintai karunia Allah adalah menjaganya,” jelas TGB.

Di hadapan ribuan jamaah salat Subuh, TGB juga menjelaskan cara mencintai Indonesia. Pertama, dengan menjaga komitmen. Indonesia, jelas TGB, adalah sebuah kesepakatan para pendiri bangsa, ulama, dan pahlawan. Yakni sebuah negara besar bernama Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara. Maka, wajib bagi seluruh umat Islam untuk menguatkan komitmen menjaga kesepakatan itu.

Mencintai Indonesia tidak cukup dengan mengatakan ”Kita Indonesia”, tapi masih melakukan hal merugikan. Perjuangan melawan penjajah di Surabaya merupakan perjuangan besar yang tidak pernah lepas dari pekikan ”Allahu Akbar”. ”Cinta tanah air menjadi penyebab kita ikut berperang membelanya,” terangnya.

”Kita mencintai Indonesia tidak hanya dengan harta kekayaan atau materi namun mencintai Indonesia bisa dilakukan bahkan dengan nyawa sekalipun,” ungkap TGB.

Baca Juga :  TGB Jadi Pembicara dalam Tablig Akbar dan Kuliah Umum di Al-Amien

Kedua, senantiasa menginisiasi dan melaksanakan kebaikan. Mentradisikan kebaikan walaupun di tengah berbagai macam tantangan, hambatan bahkan kemaksiatan, adalah sebuah gerakan yang menambah semangat mencintai Indonesia.

”Dengan senantiasa menjaga diri kita dengan selalu melakukan kebaikan, maka Allah akan senantiasa menjauhkan keburukan dari diri kita. Seperti Rasulullah yang selalu dijaga oleh Allah dari keburukan karena kebaikan dan kesalehannya,” pungkasnya.

Hari sebelumnya, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga diundang tim redaksi Radio Suara Muslim, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/02/). TGB menjadi narasumber pada acara yang bertajuk ”Bincang-Bincang Bersama TGB” dipandu oleh Muhamad Nasir.

Saat itu, gubernur NTB dua periode itu menyampaikan banyak gagasan. Seperti kepemimpinan, pembangunan daerah, keumatan, dan kebangsaan.

TGB menceritakan awal kepemimpinannya menjadi gubernur NTB pada pendengar radio yang  dipimpinan Irwitono selaku Chairman Suara Muslim Group tersebut. Waktu kecil, tidak pernah terlintas di pikiran TGB akan menjadi pemimpin daerah atau terjun ke dunia politik.

Hanya, kata TGB, satu prinsip yang harus ditekuni sebagaimana Rasulullah ajarkan adalah melakukan pengabdian terbaik di mana pun berada, termasuk dalam politik.

Baca Juga :  Bersepeda Bisa Membakar Lemak Perut?

Bagi TGB, politik adalah ruang dakwah yang dalam Islam tidak pernah ada dikotomi antara agama dan kebangsaan ”Ranah politk dan dakwah,” ucap TGB seraya menegaskan bahwa dalam pengabdian dituntut untuk menjaga integritas.

Bagaimana perubahan di NTB hingga bisa meraih prestasi kepala daerah terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri? TGB menyebut bahwa raihan itu merupakan prestasi bersama dengan masyarakat dan unsur-unsur yang ada di Provinsi NTB. Termasuk brand Wisata Halal yang sedang dikembangkan NTB sebagai salah satu core pembangunannya selain pertanian.

Program tersebut mendapat dukungan besar masyarakat. Dengan pendekatan agama, seluruh kemanfaatan dari kebijakannya tidak hanya dirasakan umat Islam, namun juga umat agama lain.

”Alhamdulillah, angka kunjungan wisatawan ke NTB sudah lebih dari tiga setengah juta orang,” kata TGB.

Terkait pertanyaan mengenai kebangsaan dan umat, TGB menyampaikan bahwa agenda keumatan adalah agenda kebangsaan. Para pemimpin, lanjut TGB, harus membangun komunikasi yang baik dengan umat dan menyinergikan seluruh program pembangunan dengan program keumatan.

SURABAYA – Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi memberikan tausiah usai salat Subuh di Masjid Al-Falah, Surabaya, Minggu (11/2/). Dia mengajak umat Islam untuk senantiasa menumbuhkan semangat cinta terhadap bangsa Indonesia dengan sepenuh hati.

Mencintai Indonesia sebagai sebuah bangsa merupakan fitrah seorang manusia. Mencintai negara atau hubbul wathan merupakan bagian dari ajaran Islam.”Negara Indonesia ini adalah karunia Allah. Dan, cara mencintai karunia Allah adalah menjaganya,” jelas TGB.

Di hadapan ribuan jamaah salat Subuh, TGB juga menjelaskan cara mencintai Indonesia. Pertama, dengan menjaga komitmen. Indonesia, jelas TGB, adalah sebuah kesepakatan para pendiri bangsa, ulama, dan pahlawan. Yakni sebuah negara besar bernama Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara. Maka, wajib bagi seluruh umat Islam untuk menguatkan komitmen menjaga kesepakatan itu.


Mencintai Indonesia tidak cukup dengan mengatakan ”Kita Indonesia”, tapi masih melakukan hal merugikan. Perjuangan melawan penjajah di Surabaya merupakan perjuangan besar yang tidak pernah lepas dari pekikan ”Allahu Akbar”. ”Cinta tanah air menjadi penyebab kita ikut berperang membelanya,” terangnya.

”Kita mencintai Indonesia tidak hanya dengan harta kekayaan atau materi namun mencintai Indonesia bisa dilakukan bahkan dengan nyawa sekalipun,” ungkap TGB.

Baca Juga :  Komitmen Kembangkan Wisata Halal Madura

Kedua, senantiasa menginisiasi dan melaksanakan kebaikan. Mentradisikan kebaikan walaupun di tengah berbagai macam tantangan, hambatan bahkan kemaksiatan, adalah sebuah gerakan yang menambah semangat mencintai Indonesia.

”Dengan senantiasa menjaga diri kita dengan selalu melakukan kebaikan, maka Allah akan senantiasa menjauhkan keburukan dari diri kita. Seperti Rasulullah yang selalu dijaga oleh Allah dari keburukan karena kebaikan dan kesalehannya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Hari sebelumnya, Dr. TGH. M. Zainul Majdi juga diundang tim redaksi Radio Suara Muslim, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/02/). TGB menjadi narasumber pada acara yang bertajuk ”Bincang-Bincang Bersama TGB” dipandu oleh Muhamad Nasir.

Saat itu, gubernur NTB dua periode itu menyampaikan banyak gagasan. Seperti kepemimpinan, pembangunan daerah, keumatan, dan kebangsaan.

TGB menceritakan awal kepemimpinannya menjadi gubernur NTB pada pendengar radio yang  dipimpinan Irwitono selaku Chairman Suara Muslim Group tersebut. Waktu kecil, tidak pernah terlintas di pikiran TGB akan menjadi pemimpin daerah atau terjun ke dunia politik.

Hanya, kata TGB, satu prinsip yang harus ditekuni sebagaimana Rasulullah ajarkan adalah melakukan pengabdian terbaik di mana pun berada, termasuk dalam politik.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Suguhi TGB Toleransi Beragama

Bagi TGB, politik adalah ruang dakwah yang dalam Islam tidak pernah ada dikotomi antara agama dan kebangsaan ”Ranah politk dan dakwah,” ucap TGB seraya menegaskan bahwa dalam pengabdian dituntut untuk menjaga integritas.

Bagaimana perubahan di NTB hingga bisa meraih prestasi kepala daerah terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri? TGB menyebut bahwa raihan itu merupakan prestasi bersama dengan masyarakat dan unsur-unsur yang ada di Provinsi NTB. Termasuk brand Wisata Halal yang sedang dikembangkan NTB sebagai salah satu core pembangunannya selain pertanian.

Program tersebut mendapat dukungan besar masyarakat. Dengan pendekatan agama, seluruh kemanfaatan dari kebijakannya tidak hanya dirasakan umat Islam, namun juga umat agama lain.

”Alhamdulillah, angka kunjungan wisatawan ke NTB sudah lebih dari tiga setengah juta orang,” kata TGB.

Terkait pertanyaan mengenai kebangsaan dan umat, TGB menyampaikan bahwa agenda keumatan adalah agenda kebangsaan. Para pemimpin, lanjut TGB, harus membangun komunikasi yang baik dengan umat dan menyinergikan seluruh program pembangunan dengan program keumatan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/