alexametrics
28.1 C
Madura
Friday, September 30, 2022

Lagi-Lagi Bicara M. Tabrani, Kapan Pahlawan Nasional?

Kunjungan Kepala Balai Bahasa Jawa Timur di Jawa Pos Radar Madura

Tabrani merupakan sosok luar biasa. Tanpa tokoh kelahiran Pamekasan itu, mustahil bangsa memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Namun, hingga saat ini, ketua pertama Kongres Pemuda itu belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

PIMPINAN Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) berkunjung ke kantor pusat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di Bangkalan, Jumat (12/8) siang. Kunjungan dilakukan untuk menjalin kemitraan dengan JPRM.

Kepala BBJT Umi Kulsum mengutarakan, kedatangannya ke kantor JPRM untuk bersilaturahmi. Selain itu, untuk membahas beberapa program bersama Pemimpin Redaksi JPRM Lukman Hakim AG. Dia berharap dapat bekerja sama dalam melaksanakan program bersama JPRM.

”Kebetulan saya di sini (Jatim) saya baru dua bulan sebagai kepala balai bahasa. Sebelumnya saya (bertugas) di NTB (Nusa Tenggara Barat),” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, sempat membahas mengenai pengusulan penggagas Bahasa Indonesia M. Tabrani sebagai pahlawan nasional. Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat yaitu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

”Tujuannya untuk memantik kembali bahwa kita memiliki pahlawan yang luar biasa karena di usia 13 tahun sudah berbicara tentang Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga :  Keseruan Tradisi Lomban di Perairan Kamal

Perempuan berhijab itu menilai, M. Tabrani merupakan sosok sangat luar biasa. Sangat kecil kemungkinan saat ini ada generasi yang berbicara tentang penyatuan bangsa melalui bahasa Indonesia. ”Itu menginspirasi kita untuk giat lagi dalam nasionalisme,” jelas Umi.

Lukman Hakim AG menyambut baik upaya yang dilakukan BBJT. Menurut dia, pengajuan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional harus dilakukan bersama. Terutama pemerintah daerah yang dalam hal ini Pemkab Pamekasan. ”Sebagai bangsa Indonesia, kita berutang budi kepada si Anak Nakal Banyak Akal itu,” katanya.

Karena itu, dia mendorong Pemkab Pamekasan melakukan langkah konkret proses pengajuan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional. Dia mengajak semua pihak bergandengan tangan untuk satu tujuan mulia itu. JPRM siap mengawal pengajuan M. Tabrani yang juga jurnalis andal itu hingga dianugerahi gelar pahlawan nasional.

”Penganugerahan gelar pahlawan nasional itu salah satu cara kita memberikan penghormatan atas jasa penulis buku Ons Wapen itu. Selain itu, kita harus bisa meneladani kiprah dan perjuangan M. Tabrani,” papar Lukman.

 

Pelestarian Bahasa Daerah

Baca Juga :  HUT JPRM Kembali Suguhkan Konsep Carancang

Selain berkoordinasi mengenai pengajuan gelar pahlawan nasional M. Tabrani, rombongan BBJT juga membahas pelestarian dan pengembangan bahasa daerah. Dalam hal ini bahasa Madura dan Bajo. Umi Kulsum menilai itu adalah kekayaan sangat luar biasa. Sebab selama ini, bahasa daerah di Jatim yang diketahui kebanyakan orang itu hanya bahasa Jawa dan Madura.

”Ternyata ada penutur Bajo (di Semenep kepulauan). Ini daya tarik karena bisa kita bandingkan dengan bahasa Bajo yang ada di daerah asalnya, Makassar,” imbuhnya.

Karena itu, jelas Umi, kosakata dasarnya perlu dipelajari. Dari situ akan diketahui kosakata yang khas dari bahasa Bajo dan yang berbeda dari bahasa Jawa dan Madura. Yakni melalui metode leksikostatistik.

”Setelah itu, tentu juga ingin kami lakukan upaya revitalisasi. Tahun depan insyaallah kami ada revitalisasi bahasa daerah untuk Jatim. Terutama Madura, Sumenep, dan sekitarnya,” katanya.

Kunjungan Umi Kulsum ke kantor JPRM didampingi Koordinator Kelompok Kepakaran Layanan Profesional (KKLP) Pembinaan dan Bahasa Hukum Dian Roesmiati, anggota KKLP Kamus dan Istilah Adista Primantari serta anggota KKLP UKBI Wenni Rusbiyantoro. (jup/luq)

Tabrani merupakan sosok luar biasa. Tanpa tokoh kelahiran Pamekasan itu, mustahil bangsa memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Namun, hingga saat ini, ketua pertama Kongres Pemuda itu belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

PIMPINAN Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) berkunjung ke kantor pusat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di Bangkalan, Jumat (12/8) siang. Kunjungan dilakukan untuk menjalin kemitraan dengan JPRM.

Kepala BBJT Umi Kulsum mengutarakan, kedatangannya ke kantor JPRM untuk bersilaturahmi. Selain itu, untuk membahas beberapa program bersama Pemimpin Redaksi JPRM Lukman Hakim AG. Dia berharap dapat bekerja sama dalam melaksanakan program bersama JPRM.


”Kebetulan saya di sini (Jatim) saya baru dua bulan sebagai kepala balai bahasa. Sebelumnya saya (bertugas) di NTB (Nusa Tenggara Barat),” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, sempat membahas mengenai pengusulan penggagas Bahasa Indonesia M. Tabrani sebagai pahlawan nasional. Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat yaitu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

”Tujuannya untuk memantik kembali bahwa kita memiliki pahlawan yang luar biasa karena di usia 13 tahun sudah berbicara tentang Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga :  Atlet Karate Madura Peraih Medali Emas Porprov VI Jatim (2-habis)

Perempuan berhijab itu menilai, M. Tabrani merupakan sosok sangat luar biasa. Sangat kecil kemungkinan saat ini ada generasi yang berbicara tentang penyatuan bangsa melalui bahasa Indonesia. ”Itu menginspirasi kita untuk giat lagi dalam nasionalisme,” jelas Umi.

- Advertisement -

Lukman Hakim AG menyambut baik upaya yang dilakukan BBJT. Menurut dia, pengajuan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional harus dilakukan bersama. Terutama pemerintah daerah yang dalam hal ini Pemkab Pamekasan. ”Sebagai bangsa Indonesia, kita berutang budi kepada si Anak Nakal Banyak Akal itu,” katanya.

Karena itu, dia mendorong Pemkab Pamekasan melakukan langkah konkret proses pengajuan M. Tabrani sebagai pahlawan nasional. Dia mengajak semua pihak bergandengan tangan untuk satu tujuan mulia itu. JPRM siap mengawal pengajuan M. Tabrani yang juga jurnalis andal itu hingga dianugerahi gelar pahlawan nasional.

”Penganugerahan gelar pahlawan nasional itu salah satu cara kita memberikan penghormatan atas jasa penulis buku Ons Wapen itu. Selain itu, kita harus bisa meneladani kiprah dan perjuangan M. Tabrani,” papar Lukman.

 

Pelestarian Bahasa Daerah

Baca Juga :  Syaiful Hidayat, Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Smart

Selain berkoordinasi mengenai pengajuan gelar pahlawan nasional M. Tabrani, rombongan BBJT juga membahas pelestarian dan pengembangan bahasa daerah. Dalam hal ini bahasa Madura dan Bajo. Umi Kulsum menilai itu adalah kekayaan sangat luar biasa. Sebab selama ini, bahasa daerah di Jatim yang diketahui kebanyakan orang itu hanya bahasa Jawa dan Madura.

”Ternyata ada penutur Bajo (di Semenep kepulauan). Ini daya tarik karena bisa kita bandingkan dengan bahasa Bajo yang ada di daerah asalnya, Makassar,” imbuhnya.

Karena itu, jelas Umi, kosakata dasarnya perlu dipelajari. Dari situ akan diketahui kosakata yang khas dari bahasa Bajo dan yang berbeda dari bahasa Jawa dan Madura. Yakni melalui metode leksikostatistik.

”Setelah itu, tentu juga ingin kami lakukan upaya revitalisasi. Tahun depan insyaallah kami ada revitalisasi bahasa daerah untuk Jatim. Terutama Madura, Sumenep, dan sekitarnya,” katanya.

Kunjungan Umi Kulsum ke kantor JPRM didampingi Koordinator Kelompok Kepakaran Layanan Profesional (KKLP) Pembinaan dan Bahasa Hukum Dian Roesmiati, anggota KKLP Kamus dan Istilah Adista Primantari serta anggota KKLP UKBI Wenni Rusbiyantoro. (jup/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/