alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Cara Komunitas Resume Lestarikan Reptil

Keberadaan hewan di tengah-tengah masyarakat sering kali mendapat perlakuan kurang baik. Untuk meminimalisasi hal itu, Komunitas Reptil Sumenep (Resume) hadir untuk mengedukasi warga.

MOH. BUSRI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

PEMERINTAH telah menerbitkan UU 18/2009 yang telah diubah dengan UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Bahkan, pada Pasal 66A ditegaskan, setiap orang dilarang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif.

Merujuk regulasi tersebut, Resume hadir ke tengah-tengah masyarakat. Tujuannya, tentu agar ketentuan tersebut dipahami oleh masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi warga yang menyakiti hewan. Apalagi, hewan yang dilindungi UU. Resume ingin masyarakat mengasihi reptil.

Komunitas ini melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat setiap dua pekan sekali di area Taman Adipura Sumenep. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memumpuk kepedulian masyarakat agar mengasihi hewan yang ada di alam sekitar.

Penasihat Komunitas Resume Zulkarnain mengungkapkan, tidak semua hewan reptil berbahaya. Karena itu, perlu diperlakukan secara baik agar ekosistemnya tetap terjaga.

”Misalnya seperti ular sawah, tikus, biawak, dan semacamnya. Saran kami, sebaiknya tidak diperlakukan sembarangan, apalagi sampai dibunuh. Kalau dibunuh, dikhawatirkan merusak ekosistem dan mengganggu rantai makanan,” ucapnya kemarin (12/12).

Menurut dia, sering kali masyarakat memburu biawak untuk dikonsumsi. Padahal, bukan salah satu makanan pokok. Apalagi, masa tumbuh dan berkembang biawak memerlukan waktu yang relatif lama. Belum lagi pada saat bertelur, rentan mendapat ancaman dari hewan lain.

Baca Juga :  Delapan Bulan Pasca Kursi Wabup Pamekasan Kosong

”Terkadang telurnya juga sering dimakan ular kalau di hutan. Karena itu, tujuan utama kami adalah melakukan pelestarian hewan reptil yang ada di sekitar masyarakat,” imbuhnya.

Menurut dia, saat berinteraksi dengan masyarakat, Resume menjelaskan macam-macam reptil. Seperti jenis ular dari yang berbisa hingga tidak memiliki bisa. ”Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa membedakan perlakuan dan kewaspadaannya saat menjumpai hewan reptil,” urainya.

Dijelaskan, sampai saat ini, jumlah anggota Komunitas Resume mencapai 90 orang. Namun, yang mengikuti acara kemarin hanya sebagian. Sebab, masih dalam suasana pandemi Covid-19. Sehingga, perlu dibatasi untuk menghindari kerumunan massa.

”Hewan reptil yang kami pelihara beraneka ragam. Cuma, bukan hewan yang dilindungi. Semua hewan ini merupakan hasil ternak,” jelas Zulkarnain.

Ditambahkan, masyarakat yang berkunjung ke Taman Adipura cukup banyak. Jumlah pengunjung  yang berinteraksi dengan hewan juga tidak sedikit. Komunitas Resume tidak melarang jika ada pengunjung yang ingin melakukan swafoto.

”Kami gratiskan. Bagi masyarakat yang minat untuk memelihara, kami arahkan ke anggota yang memiliki ternak hewan reptil. Kalau yang kami bawa di Taman Adipura tidak diperjualbelikan,” katanya.

Baca Juga :  Mereka yang Menulis di Tengah Kesibukan Mendidik Siswa (3)

Diterangkan, kalangan pemula yang ingin memelihara reptil perlu diberi bimbingan secara profesional. Sebab, jika perawatan yang diberikan tidak benar, bisa berakibat fatal dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan hewan cepat mati.

”Reptil itu harus dijemur agar pencernaannya tidak terganggu. Kalau musim hujan seperti sekarang ini, biasanya memakai lampu khusus,” urainya.

Hal lain yang disampaikan adalah, pola makan perlu diatur sesuai dengan ukuran tubuh reptil. Jika reptil makan berlebihan akan menyebabkan obesitas. Hal tersebut pada akhirnya juga bisa memicu kematian.

”Contohnya biawak. Hewan yang satu ini makan seminggu atau dua minggu sekali. Biawak sebenarnya termasuk hewan rakus. Mau diberi makan setiap hari juga pasti dilahap. Tapi, nanti akan obesitas dan bisa menyebabkan kematian. Idealnya diberi makan selama satu atau dua pekan sekali,” tuturnya.

Khusus ular, diberi pakan satu pekan sekali. Biasanya, ular yang hampir ganti kulit susah makan dan tidak boleh dipegang. Itu akan berdampak pada proses ganti kulit. Jika pola makannya teratur alias lancar, ular akan ganti kulit setiap bulan. Jika tidak teratur, ganti kulit setiap dua bulan sekali dan bahkan bisa lebih.

”Kandang reptil juga harus diberi air, baik reptil berjenis kadal ataupun ular,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Keberadaan hewan di tengah-tengah masyarakat sering kali mendapat perlakuan kurang baik. Untuk meminimalisasi hal itu, Komunitas Reptil Sumenep (Resume) hadir untuk mengedukasi warga.

MOH. BUSRI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

PEMERINTAH telah menerbitkan UU 18/2009 yang telah diubah dengan UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Bahkan, pada Pasal 66A ditegaskan, setiap orang dilarang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif.


Merujuk regulasi tersebut, Resume hadir ke tengah-tengah masyarakat. Tujuannya, tentu agar ketentuan tersebut dipahami oleh masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi warga yang menyakiti hewan. Apalagi, hewan yang dilindungi UU. Resume ingin masyarakat mengasihi reptil.

Komunitas ini melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat setiap dua pekan sekali di area Taman Adipura Sumenep. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memumpuk kepedulian masyarakat agar mengasihi hewan yang ada di alam sekitar.

Penasihat Komunitas Resume Zulkarnain mengungkapkan, tidak semua hewan reptil berbahaya. Karena itu, perlu diperlakukan secara baik agar ekosistemnya tetap terjaga.

”Misalnya seperti ular sawah, tikus, biawak, dan semacamnya. Saran kami, sebaiknya tidak diperlakukan sembarangan, apalagi sampai dibunuh. Kalau dibunuh, dikhawatirkan merusak ekosistem dan mengganggu rantai makanan,” ucapnya kemarin (12/12).

Menurut dia, sering kali masyarakat memburu biawak untuk dikonsumsi. Padahal, bukan salah satu makanan pokok. Apalagi, masa tumbuh dan berkembang biawak memerlukan waktu yang relatif lama. Belum lagi pada saat bertelur, rentan mendapat ancaman dari hewan lain.

Baca Juga :  Tekad Suparman Rumanto Lestarikan Topeng Dalang

”Terkadang telurnya juga sering dimakan ular kalau di hutan. Karena itu, tujuan utama kami adalah melakukan pelestarian hewan reptil yang ada di sekitar masyarakat,” imbuhnya.

Menurut dia, saat berinteraksi dengan masyarakat, Resume menjelaskan macam-macam reptil. Seperti jenis ular dari yang berbisa hingga tidak memiliki bisa. ”Hal itu bertujuan agar masyarakat bisa membedakan perlakuan dan kewaspadaannya saat menjumpai hewan reptil,” urainya.

Dijelaskan, sampai saat ini, jumlah anggota Komunitas Resume mencapai 90 orang. Namun, yang mengikuti acara kemarin hanya sebagian. Sebab, masih dalam suasana pandemi Covid-19. Sehingga, perlu dibatasi untuk menghindari kerumunan massa.

”Hewan reptil yang kami pelihara beraneka ragam. Cuma, bukan hewan yang dilindungi. Semua hewan ini merupakan hasil ternak,” jelas Zulkarnain.

Ditambahkan, masyarakat yang berkunjung ke Taman Adipura cukup banyak. Jumlah pengunjung  yang berinteraksi dengan hewan juga tidak sedikit. Komunitas Resume tidak melarang jika ada pengunjung yang ingin melakukan swafoto.

”Kami gratiskan. Bagi masyarakat yang minat untuk memelihara, kami arahkan ke anggota yang memiliki ternak hewan reptil. Kalau yang kami bawa di Taman Adipura tidak diperjualbelikan,” katanya.

Baca Juga :  Cara Bupati Baddrut Tamam Berbaur dengan Masyarakat

Diterangkan, kalangan pemula yang ingin memelihara reptil perlu diberi bimbingan secara profesional. Sebab, jika perawatan yang diberikan tidak benar, bisa berakibat fatal dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan hewan cepat mati.

”Reptil itu harus dijemur agar pencernaannya tidak terganggu. Kalau musim hujan seperti sekarang ini, biasanya memakai lampu khusus,” urainya.

Hal lain yang disampaikan adalah, pola makan perlu diatur sesuai dengan ukuran tubuh reptil. Jika reptil makan berlebihan akan menyebabkan obesitas. Hal tersebut pada akhirnya juga bisa memicu kematian.

”Contohnya biawak. Hewan yang satu ini makan seminggu atau dua minggu sekali. Biawak sebenarnya termasuk hewan rakus. Mau diberi makan setiap hari juga pasti dilahap. Tapi, nanti akan obesitas dan bisa menyebabkan kematian. Idealnya diberi makan selama satu atau dua pekan sekali,” tuturnya.

Khusus ular, diberi pakan satu pekan sekali. Biasanya, ular yang hampir ganti kulit susah makan dan tidak boleh dipegang. Itu akan berdampak pada proses ganti kulit. Jika pola makannya teratur alias lancar, ular akan ganti kulit setiap bulan. Jika tidak teratur, ganti kulit setiap dua bulan sekali dan bahkan bisa lebih.

”Kandang reptil juga harus diberi air, baik reptil berjenis kadal ataupun ular,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/