Selasa, 26 Oct 2021
Radar Madura
Home / Features
icon featured
Features

Mengunjungi Makam Sayid Abdullah di Kecamatan Ganding

Peziarah Harus Naiki 105 Anak Tangga

13 Oktober 2021, 17: 30: 22 WIB | editor : Abdul Basri

Mengunjungi Makam Sayid Abdullah di Kecamatan Ganding

UNIK: Lokasi makam Sayid Abdullah di atas Bukit Peregi, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. (MOH. JUNAIDI/RadarMadura.id)

Share this      

Selain kaya seni budayanya, Sumenep dikenal dengan banyaknya wisata religi. Terbaru, makam Sayid Abdullah di Dusun Peregi, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

MOH. JUNAIDI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

AGAR bisa sampai ke makam Sayid Abdullah, peziarah harus menaiki 105 anak tangga. Jika mendaki, akan terasa seperti menuju makam Sunan Muria di Kudus. Sebab, makam Sayid Abdullah berada tepat di atas puncak Bukit Peregi. Sebuah bukit kecil di sisi kiri jalan utama Dusun Peregi.

Baca juga: Catatan Angger Baskoro, Mahasiswa NYCU Hsinchu, Taiwan

Mengunjungi Makam Sayid Abdullah di Kecamatan Ganding

Awalnya, tidak banyak yang tahu bahwa pemakaman di atas bukit tersebut adalah makam seorang sayid, keturunan Nabi dari jalur Sayidina Husain bin Ali. Di Sumenep, makam sayid sangat banyak. Salah satu di antaranya yang paling terkenal, Sayid Yusuf di Talango.

”Orang-orang yang ziarah ke makam tersebut, semula belum tahu, siapa nama sebenarnya,” kata Sumardi, 55, warga setempat, sekaligus juru kunci makam Sayid Abdullah, kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Penemuan nama Sayid Abdullah tersebut bermula ketika Sumardi didatangi Burdi, 43, warga Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Burdi bermimpi makam Sayid Abdullah di atas bukit, yang di sampingnya ada pagar dari bebatuan berukuruan kecil.

”Katanya, Burdi itu bermimpi. Ketika datang menemui saya, langsung saya bawa ke atas bukit. Ternyata betul, makam itu sesuai dengan mimpinya. Baik, pohon maupun makamnya yang terbuat dari lempengam batu,” paparnya.

Makam Sayid Abdullah terbilang unik karena berada di atas bukit. Pemandangannya sangat memanjakan mata. Konon, di sampingnya pernah ada kolam. Tapi sayang, kolam tersebut sudah mengering.

Menurut Sumardi, pembangunan di kompleks pemakaman Sayid Abdullah masih baru. Itu pun atas inisiatif sang penemu makam. Dengan dana pribadi, akses ke puncak Bukit Peregi diperbaiki. ”Burdi kemudian memberi kami dana untuk membangun jalan bertingkat menuju makam. Tujuannya, agar peziarah mudah sampai ke lokasi,” lanjutnya.

Saat ditemui JPRM, Burdi menyampaikan, secara silsilah Sayid Abdullah masih berkaitan dengan Buju’ Agung Panda’ di Dusun Peregi Timur, Gadu Barat, Ganding, Sumenep. ”Menurut sesepuh di dusun tersebut, Sayid Abdullah masih ada kaitannya dengan Ju’ Panda’,” tuturnya.

Burdi menerangkan, pembangunan jalan, selain memang diambilkan dari dana pribadi dan keluarga besarnya, juga berkat bantuan warga setempat. ”Atas dasar penghormatan, mereka bergotong royong membangun situs pemakaman Sayid Abdullah,” pungkasnya. 

(mr/jun/yan/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia