21 C
Madura
Saturday, December 10, 2022

Jadi Suvenir KTT G20 di Bali, Digarap 10 Perajin

23 Keris Aengtongtong Kian Mendunia

Warga Sumenep patut bersyukur dan bangga. Sebab, keris buatan perajin Desa Aengtontong, Kecamatan Saronggi, menjadi salah satu satu cendera mata forum kerja sama multilateral tersebut. Nantinya, keris itu akan diberikan kepada 20 kepala negara/pemerintahan peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali pada 23–24 Oktober 2022.

ANIS BILLAH, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

PENETAPAN Indonesia sebagai Presidensi G20 2022 telah diumumkan di sela-sela KTT G20 yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 21–22 November 2020. Prosesi serah terima dilaksanakan saat digelar KTT G20 di Roma, Italia, pada 30–31 Oktober 2021.

Sejak dibentuk pada 1999, ini kali pertama Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT G20. Tema yang diusung kali ini adalah Recover Together, Recover Stronger. Pada KTT G20 tahun ini, pemerintah Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bekerja sama memulihkan diri dari pandemi serta membangun dunia secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Korban Kerusuhan Tak Dapat Perawatan

Penanggung Jawab Produksi Keris untuk cendera mata KTT G20 Wawan Noviyanto kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mengatakan, pesanan keris diterima pada pekan pertama Agustus. Dia langsung berkoordinasi dengan perajin keris di Desa Aengtongtong. ”Agar cendera mata keris tersebut lekas digarap,” katanya.

Wawan menuturkan, keris tersebut tidak dikerjakan oleh satu perajin. Sebab, sejak awal dia ingin memberdayakan perajin keris di Desa Aengtongtong. ”Sekitar 10 perajin dilibatkan dalam pembuatan keris tersebut. Perajin keris di sini (Aengtongtong) memang banyak. Tapi, kami pilih sesuai permintaan pemesan,” tuturnya kepada JPRM kemarin (12/9).

Menurut dia, pembuatan keris tidak membutuhkan waktu lama. Untuk menyelesaikan pembuatan 23 keris tersebut, perajin hanya memerlukan waktu sekitar sebulan. ”Digarap mulai awal Agustus dan selesai pekan pertama September,” paparnya.

Baca Juga :  Pelayaran ke Masalembu Hanya Satu Pekan Sekali

Wawan menjelaskan, perajin sangat senang mendapat kepercayaan memproduksi keris tersebut. Sebab, keris itu akan diberikan kepada kepala negara/pemerintahan yang hadir di KTT G20. ”Keris buatan perajin Desa Aengtongtong memang sudah go international. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena keris Aengtongtong akan dipakai kepala negara/pemerintahan,” ucapnya.

Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan menambahkan, keris yang akan dijadikan cendera mata sudah dikirim kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sepekan lalu. ”Dalam dokumen telah dijelaskan bahwa keris tergolong benda pusaka, bukan senjata tajam. Jadi lebih aman,” imbuhnya.

Iksan menerangkan, ada ciri khas tersendiri dari keris yang akan diberikan kepada kepala negara/pemerintahan peserta KTT G20. Misalnya, dari sisi bentuk didesain lebih kecil. Ukurannya berkisar 15–20 sentimeter. ”Bentuknya kecil dan mudah dibawa,” paparnya. (*/yan)

Warga Sumenep patut bersyukur dan bangga. Sebab, keris buatan perajin Desa Aengtontong, Kecamatan Saronggi, menjadi salah satu satu cendera mata forum kerja sama multilateral tersebut. Nantinya, keris itu akan diberikan kepada 20 kepala negara/pemerintahan peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali pada 23–24 Oktober 2022.

ANIS BILLAH, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

PENETAPAN Indonesia sebagai Presidensi G20 2022 telah diumumkan di sela-sela KTT G20 yang diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pada 21–22 November 2020. Prosesi serah terima dilaksanakan saat digelar KTT G20 di Roma, Italia, pada 30–31 Oktober 2021.


Sejak dibentuk pada 1999, ini kali pertama Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT G20. Tema yang diusung kali ini adalah Recover Together, Recover Stronger. Pada KTT G20 tahun ini, pemerintah Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bekerja sama memulihkan diri dari pandemi serta membangun dunia secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Seni Ini Dasar Ketuhanan, Bukan Dasar Negara

Penanggung Jawab Produksi Keris untuk cendera mata KTT G20 Wawan Noviyanto kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) mengatakan, pesanan keris diterima pada pekan pertama Agustus. Dia langsung berkoordinasi dengan perajin keris di Desa Aengtongtong. ”Agar cendera mata keris tersebut lekas digarap,” katanya.

Wawan menuturkan, keris tersebut tidak dikerjakan oleh satu perajin. Sebab, sejak awal dia ingin memberdayakan perajin keris di Desa Aengtongtong. ”Sekitar 10 perajin dilibatkan dalam pembuatan keris tersebut. Perajin keris di sini (Aengtongtong) memang banyak. Tapi, kami pilih sesuai permintaan pemesan,” tuturnya kepada JPRM kemarin (12/9).

Menurut dia, pembuatan keris tidak membutuhkan waktu lama. Untuk menyelesaikan pembuatan 23 keris tersebut, perajin hanya memerlukan waktu sekitar sebulan. ”Digarap mulai awal Agustus dan selesai pekan pertama September,” paparnya.

Baca Juga :  Sampaikan Kritik dan Pujian melalui Ngopi Bareng Wabup
- Advertisement -

Wawan menjelaskan, perajin sangat senang mendapat kepercayaan memproduksi keris tersebut. Sebab, keris itu akan diberikan kepada kepala negara/pemerintahan yang hadir di KTT G20. ”Keris buatan perajin Desa Aengtongtong memang sudah go international. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri karena keris Aengtongtong akan dipakai kepala negara/pemerintahan,” ucapnya.

Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan menambahkan, keris yang akan dijadikan cendera mata sudah dikirim kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sepekan lalu. ”Dalam dokumen telah dijelaskan bahwa keris tergolong benda pusaka, bukan senjata tajam. Jadi lebih aman,” imbuhnya.

Iksan menerangkan, ada ciri khas tersendiri dari keris yang akan diberikan kepada kepala negara/pemerintahan peserta KTT G20. Misalnya, dari sisi bentuk didesain lebih kecil. Ukurannya berkisar 15–20 sentimeter. ”Bentuknya kecil dan mudah dibawa,” paparnya. (*/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/