alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Gandeng Klub Sepakbola Profesional Jepang, ACT Gelar Pertandingan Amal

SULAWESI TENGAH – Shonan Bellmare, klub sepakbola profesional asal Jepang bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghibur ratusan pengungsi korban gempa di kawasan Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

Go Shibuya dan Ryo Kusakabe, pemain klub Shonan Bellmare menghibur ratusan pengungsi dengan menggelar coaching clinic. Termasuk melakoni pertandingan amal dengan para pengungsi di lapangan huntara.

“Kedatangan kami untuk menyerahkan bantuan berupa alat tulis, jersey klub kami, bola dan bantuan lainnya. Kami menggandeng Peace Winds Japan (PWJ),” kata Go Shibuya dan Ryo Kusakabe.

Ryo Kusakabe menuturkkan, warga Desa Sumari sangat ramah. Mereka tegar meski menjadi korban gempa bumi dan tsunami serta likuefaksi. “Masyarakat Palu ramah dan mudah tersenyum meski ditimpa bencana,” katanya.

Baca Juga :  Ringankan Derita Hidup, ACT Komitmen Bantu Jutaan Pengungsi Rohingya

Dijelaskan, Shonan Bellmare menjalin kerja sama dengan PWJ sejak 2013 silam. Bantuan kemanusiaan di Donggala terselenggara berkat kerja sama antara PWJ dan Shonan Bellmare yang didukung ACT.

“Kami ke sini ingin berbagi kebahagiaan. Bantuan yang kami bawa merupakan donasi dari fans dan pemain klub. Semoga bisa membuat pengungsi dan warga semangat mencetak bibit pesepak bola profesional,” harapnya.

Nurmarjani Loulembah, Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah (Sulteng) sangat bersyukur klub sepak bola Shonan Bellmare berkunjung ke Donggala. Sehingga, menghibur dan menyemangati para pengungsi di Desa Sumari.

“Insya Allah, kegiatan ini bisa memicu semangat masyarakat Desa Sumari agar terus bangkit pascabencana. Kami mengimbau warga Sumari menggunakan dan merawat sebaik mungkin fasilitas yang ada di ICS,” ingatnya.

Baca Juga :  Ringankan Beban Warga Maluku, Grab Indonesia dan ACT Kirim Bantuan

Di kompleks ICS, terdapat 96 unit shelter yang ditempati 96 Kepala Keluarga (KK). Sejumlah fasilitas umum dibangun. Mulai masjid, sekolah, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), kebutuhan air bersih serta sejumlah fasilitas lainnya.

Sementara itu, pertandingan amal antara Shonan Bellmare kontra pengungsi berlangsung cukup sengit. Pengungsi mampu memberi perlawanan kepada tim Shonan Bellmare meski akhirnya kalah.

Pengungsi dan warga yang menyaksikan jalannya laga sangat antusias dan tidak beranjak hingga peluit berbunyi di akhir babak kedua. Usai laga, Shonan Bellmare membagikan jersey dan bola kepada anak-anak penyintas dan foto bersama. (*)

SULAWESI TENGAH – Shonan Bellmare, klub sepakbola profesional asal Jepang bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) menghibur ratusan pengungsi korban gempa di kawasan Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

Go Shibuya dan Ryo Kusakabe, pemain klub Shonan Bellmare menghibur ratusan pengungsi dengan menggelar coaching clinic. Termasuk melakoni pertandingan amal dengan para pengungsi di lapangan huntara.

“Kedatangan kami untuk menyerahkan bantuan berupa alat tulis, jersey klub kami, bola dan bantuan lainnya. Kami menggandeng Peace Winds Japan (PWJ),” kata Go Shibuya dan Ryo Kusakabe.

Ryo Kusakabe menuturkkan, warga Desa Sumari sangat ramah. Mereka tegar meski menjadi korban gempa bumi dan tsunami serta likuefaksi. “Masyarakat Palu ramah dan mudah tersenyum meski ditimpa bencana,” katanya.

Baca Juga :  Menang Gugat Presiden, Noval Berharap Tak Ada Biaya Pengesahan STNK

Dijelaskan, Shonan Bellmare menjalin kerja sama dengan PWJ sejak 2013 silam. Bantuan kemanusiaan di Donggala terselenggara berkat kerja sama antara PWJ dan Shonan Bellmare yang didukung ACT.

“Kami ke sini ingin berbagi kebahagiaan. Bantuan yang kami bawa merupakan donasi dari fans dan pemain klub. Semoga bisa membuat pengungsi dan warga semangat mencetak bibit pesepak bola profesional,” harapnya.

Nurmarjani Loulembah, Kepala Cabang ACT Sulawesi Tengah (Sulteng) sangat bersyukur klub sepak bola Shonan Bellmare berkunjung ke Donggala. Sehingga, menghibur dan menyemangati para pengungsi di Desa Sumari.

“Insya Allah, kegiatan ini bisa memicu semangat masyarakat Desa Sumari agar terus bangkit pascabencana. Kami mengimbau warga Sumari menggunakan dan merawat sebaik mungkin fasilitas yang ada di ICS,” ingatnya.

Baca Juga :  Pahlawan Kesehatan Indonesia: Prof. Kusnandi Rusmil

Di kompleks ICS, terdapat 96 unit shelter yang ditempati 96 Kepala Keluarga (KK). Sejumlah fasilitas umum dibangun. Mulai masjid, sekolah, fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), kebutuhan air bersih serta sejumlah fasilitas lainnya.

Sementara itu, pertandingan amal antara Shonan Bellmare kontra pengungsi berlangsung cukup sengit. Pengungsi mampu memberi perlawanan kepada tim Shonan Bellmare meski akhirnya kalah.

Pengungsi dan warga yang menyaksikan jalannya laga sangat antusias dan tidak beranjak hingga peluit berbunyi di akhir babak kedua. Usai laga, Shonan Bellmare membagikan jersey dan bola kepada anak-anak penyintas dan foto bersama. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/