alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Cuci Muka di Taman Sare Diyakini Bisa Awet Muda

SUMENEP – Banyak alasan orang rela meluangkan waktu dan biaya untuk berwisata. Selain karena alasan bersenang-senang, dimensi mitos juga kadang menjadi penguatnya. Seperti mitos bisa awet muda bagi pengunjung yang mencuci muka di Taman Sare.

Berwisata ke Sumenep kurang afdal kalau tidak mengunjungi Taman Sare. Tempat bersejarah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Terutama karena adanya mitos yang menyebut bahwa Taman Sare bisa membuat pengunjung awet muda.

Taman Sare terletak di sisi timur Keraton Sumenep. Dari Labang Mesem, para wisatawan tinggal lurus berjalan ke arah utara. Sekitar dua puluh meter ada pintu masuk ke timur menuju taman.

Taman ini memiliki tiga pintu masuk. Pintu pertama berada di sisi barat. Pintu kedua dan ketiga berada di sisi selatan. Setiap pintu memiliki dimensi mitos tersendiri sebagaimana tertulis di dinding pintu masuk.

Pintu pertama diyakini dapat membuat awet muda. Orang yang mencuci muka di tempat ini juga dimitoskan akan dipermudah mendapatkan jodoh dan dapat keturunan. Keyakinan itu sudah terbangun sejak beratus tahun silam.

Pintuk masuk kedua diyakini dapat meningkatkan karir dan kepangkatan. Sedangkan puntu masuk ketiga diyakini dapat meningkatkan iman dan ketakwaan. Dari ketiga pintu masuk itu, pintu pertama paling diminati pengunjung.

Kamis Sore (10/5), Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkunjung ke wisata Taman Sare. Di taman itu sudah berjejer ratusan wisatawan. Tua dan muda. Mereka bergantian mencuci muka. Sebelum mencuci wajah, ada yang memanjatkan doa terlebih dahulu.

Baca Juga :  Begini Warning KPK pada Kepala Daerah, ASN, hingga Kades

Para wisatawan itu bukan hanya dari Sumenep dan sekitarnya. Tetapi ada pula wisatawan yang dari Sidoarjo, Surabaya, Jember, dan beberapa daerah di Jawa Timur. Mereka datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan alam serta nilai-nilai sejarah Keraton Sumenep.

Seorang pengunjung, Kamila, menuturkan, dirinya baru pertama kali mengunjungi Taman Sare. Perempuan asal Sidoarjo ini mengaku penasaran dengan kolam pemandian permaisuri dan putri raja-raja Sumenep itu. Apalagi ada sisi mitos yang menyebutkan bisa membuat orang awet muda.

”Sebenarnya tidak percaya sih. Namanya juga mitos. Tapi tak apalah coba-coba cuci muka di sini. Siapa tahu awet muda beneran,” katanya sembari tersenyum.

Taman Sare tidak hanya memiliki dimensi mitos. Ada pula keindahan-keindahan lain yang bisa dinikmati pengunjung. Ada ikan-ikan berukuran besar dan kecil. Ikan-ikan itu seketika mendekat manakala ada pengunjung yang mencelupkan kaki ke kolam. Pengunjung juga bisa memberi makan pada ikan-ikan agar datang mendekat.

Di sekeliling kolam, tersedia tempat duduk. Pengunjung bisa santai sembari menikmati udara segar dalam suasana keteduhan. Jika tiba waktu salat, wisatawan juga bisa segera menunaikannya. Sebab di sisi selatan telah disediakan musala.

Baca Juga :  Uswatun Hasanah Berdayakan Perajin Batik dengan Sistem Bagi Hasil

”Senang bisa berkunjung ke tempat ini. Selain tempatnya sejuk, airnya juga jernih. Saya suka memandangi ikan-ikan di sini,” ungkap Sucipto, wisatawan lain yang berkunjung ke Taman Sare.

Di tempat terpisah, budayawan Syaf Anton Wr memaparkan bahwa mitos-mitos di Taman Sare sudah terbentuk sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Pada zaman raja-raja, mitos tersebut diyakini kebenarannya. Saat ini masyarakat kurang percaya terhadap mitos.

Akan tetapi adanya mitos-mitos di Taman Sare ini memiliki dampak positif. Dari sisi kepariwisataan, mitos dapat menarik minat wisatawan untuk datang. Dengan mitos dapat membuat pengunjung awet muda, wisatawan bisa datang berbondong-bondong ke Taman Sare.

Mitos lainnya, misalnya, soal larangan pengunjung mancing ikan di Taman Sare. Menurut Syaf Anton, mitos ini dapat memelihara ikan-ikan yang ada. Sebab kalau dipancing, ikan-ikan yang ada di taman bisa habis.

”Sisi positifnya, dengan adanya mitos-mitos itu, kondisi Taman Sare lebih aman. Tidak ada yang berbuat mesum, tidak ada yang neko-neko, dan tidak berbuat buruk di tempat itu,” jelas Anton.

”Keasrian terjaga, keamanan terjaga. Jadi orang-orang terutama muda-mudi yang datang ke sana tidak berbuat semena-mena. Itu sisi positifnya,” tambahnya.

SUMENEP – Banyak alasan orang rela meluangkan waktu dan biaya untuk berwisata. Selain karena alasan bersenang-senang, dimensi mitos juga kadang menjadi penguatnya. Seperti mitos bisa awet muda bagi pengunjung yang mencuci muka di Taman Sare.

Berwisata ke Sumenep kurang afdal kalau tidak mengunjungi Taman Sare. Tempat bersejarah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Terutama karena adanya mitos yang menyebut bahwa Taman Sare bisa membuat pengunjung awet muda.

Taman Sare terletak di sisi timur Keraton Sumenep. Dari Labang Mesem, para wisatawan tinggal lurus berjalan ke arah utara. Sekitar dua puluh meter ada pintu masuk ke timur menuju taman.


Taman ini memiliki tiga pintu masuk. Pintu pertama berada di sisi barat. Pintu kedua dan ketiga berada di sisi selatan. Setiap pintu memiliki dimensi mitos tersendiri sebagaimana tertulis di dinding pintu masuk.

Pintu pertama diyakini dapat membuat awet muda. Orang yang mencuci muka di tempat ini juga dimitoskan akan dipermudah mendapatkan jodoh dan dapat keturunan. Keyakinan itu sudah terbangun sejak beratus tahun silam.

Pintuk masuk kedua diyakini dapat meningkatkan karir dan kepangkatan. Sedangkan puntu masuk ketiga diyakini dapat meningkatkan iman dan ketakwaan. Dari ketiga pintu masuk itu, pintu pertama paling diminati pengunjung.

Kamis Sore (10/5), Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkunjung ke wisata Taman Sare. Di taman itu sudah berjejer ratusan wisatawan. Tua dan muda. Mereka bergantian mencuci muka. Sebelum mencuci wajah, ada yang memanjatkan doa terlebih dahulu.

Baca Juga :  Baru Launching, Gua Soekarno Diserbu Ribuan Wisatawan

Para wisatawan itu bukan hanya dari Sumenep dan sekitarnya. Tetapi ada pula wisatawan yang dari Sidoarjo, Surabaya, Jember, dan beberapa daerah di Jawa Timur. Mereka datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan alam serta nilai-nilai sejarah Keraton Sumenep.

Seorang pengunjung, Kamila, menuturkan, dirinya baru pertama kali mengunjungi Taman Sare. Perempuan asal Sidoarjo ini mengaku penasaran dengan kolam pemandian permaisuri dan putri raja-raja Sumenep itu. Apalagi ada sisi mitos yang menyebutkan bisa membuat orang awet muda.

”Sebenarnya tidak percaya sih. Namanya juga mitos. Tapi tak apalah coba-coba cuci muka di sini. Siapa tahu awet muda beneran,” katanya sembari tersenyum.

Taman Sare tidak hanya memiliki dimensi mitos. Ada pula keindahan-keindahan lain yang bisa dinikmati pengunjung. Ada ikan-ikan berukuran besar dan kecil. Ikan-ikan itu seketika mendekat manakala ada pengunjung yang mencelupkan kaki ke kolam. Pengunjung juga bisa memberi makan pada ikan-ikan agar datang mendekat.

Di sekeliling kolam, tersedia tempat duduk. Pengunjung bisa santai sembari menikmati udara segar dalam suasana keteduhan. Jika tiba waktu salat, wisatawan juga bisa segera menunaikannya. Sebab di sisi selatan telah disediakan musala.

Baca Juga :  Minggu Pembukaan di Pantai Slopeng

”Senang bisa berkunjung ke tempat ini. Selain tempatnya sejuk, airnya juga jernih. Saya suka memandangi ikan-ikan di sini,” ungkap Sucipto, wisatawan lain yang berkunjung ke Taman Sare.

Di tempat terpisah, budayawan Syaf Anton Wr memaparkan bahwa mitos-mitos di Taman Sare sudah terbentuk sejak beratus-ratus tahun yang lalu. Pada zaman raja-raja, mitos tersebut diyakini kebenarannya. Saat ini masyarakat kurang percaya terhadap mitos.

Akan tetapi adanya mitos-mitos di Taman Sare ini memiliki dampak positif. Dari sisi kepariwisataan, mitos dapat menarik minat wisatawan untuk datang. Dengan mitos dapat membuat pengunjung awet muda, wisatawan bisa datang berbondong-bondong ke Taman Sare.

Mitos lainnya, misalnya, soal larangan pengunjung mancing ikan di Taman Sare. Menurut Syaf Anton, mitos ini dapat memelihara ikan-ikan yang ada. Sebab kalau dipancing, ikan-ikan yang ada di taman bisa habis.

”Sisi positifnya, dengan adanya mitos-mitos itu, kondisi Taman Sare lebih aman. Tidak ada yang berbuat mesum, tidak ada yang neko-neko, dan tidak berbuat buruk di tempat itu,” jelas Anton.

”Keasrian terjaga, keamanan terjaga. Jadi orang-orang terutama muda-mudi yang datang ke sana tidak berbuat semena-mena. Itu sisi positifnya,” tambahnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/