alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Sudah Terbiasa dengan Suasana Kota Sumenep

SUMENEP – Ibadah puasa tahun ini dijalani dengan senang hati oleh Anis Mujiono. Sebagai pesepak bola, dia ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga dan tim.

Suasana Kota Sumenep cukup panas siang itu. Namun, bek sayap Madura FC Anis Mujiono, 29, tetap santai berada di mes.

Wing back Madura FC itu menghabiskan waktu siang di mes pemain yang berada di utara Stadion Achmad Yani, Sumenep.

Kamis siang (7/6), pemain yang akrab disapa Anis ini baru saja selesai menelepon istrinya. Anis merupakan warga asal Banyuwangi. Keluarga dia berada di sana.

”Biasa kalau siang gini telepon keluarga di rumah,” katanya membuka percakapan. Mantan pemain Persewangi Banyuwangi itu tak pernah ada waktu untuk jalan-jalan.

Baca Juga :  Permainan Bagus Belum Cukup untuk Hadapi Lawan

Bukan karena ada kesibukan. Tetapi, Anis memang tidak kepikiran untuk jalan-jalan di kabupaten paling timur pulau Madura tersebut.

Sudah cukup sering Anis menjalani puasa sambil tetap berlatih. Dia tahu itu merupakan kewajibannya sebagai pesepak bola. ”Semua ini juga untuk keluarga di rumah,” kata ayah satu anak itu.

Waktu berkumpul di bulan puasa tahun ini cukup singkat. Yaitu, sekitar seminggu di awal Ramadan. ”Saya sudah tidak sabar ketemu keluarga di rumah,” ungkap pesepak bola yang mengaku tidak memiliki hobi selain sepak bola itu.

Dia yakin sang istri pun tak sabar ingin bertemu. Anis mengaku selalu menghabiskan waktu berpuasa di luar kota. ”Setiap tahun selalu puasa di luar kota. Alhamdulillah, istri selalu support,” katanya.

Baca Juga :  Cara Unik Pengambilan Rapor Tak Menegangkan

Pesepak bola dengan tinggi badan 163 sentimeter itu menghabiskan waktu tiga tahun di Kota Sumekar. Setahun bersama Perssu, dan dua tahun bersama Madura FC.

”Sudah hafal Sumenep. Jadi menghabiskan waktu di mes saja kalau lagi santai,” tutur pemain bernomor punggung 3 itu.

Latihan sore juga sudah menjadi rutinitas setiap harinya. ”Sekaligus buat ngabuburit,” ucap Anis. Untuk urusan ibadah, pemain asli Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi itu mengakui jarang Tarawih.

Terlebih setelah latihan, pemain tidak langsung kembali ke mes. ”Biasanya masih menikmati takjil dulu, baru kembali ke mes. Kami baru sampai di mes setelah isya,” kata Anis.

SUMENEP – Ibadah puasa tahun ini dijalani dengan senang hati oleh Anis Mujiono. Sebagai pesepak bola, dia ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga dan tim.

Suasana Kota Sumenep cukup panas siang itu. Namun, bek sayap Madura FC Anis Mujiono, 29, tetap santai berada di mes.

Wing back Madura FC itu menghabiskan waktu siang di mes pemain yang berada di utara Stadion Achmad Yani, Sumenep.


Kamis siang (7/6), pemain yang akrab disapa Anis ini baru saja selesai menelepon istrinya. Anis merupakan warga asal Banyuwangi. Keluarga dia berada di sana.

”Biasa kalau siang gini telepon keluarga di rumah,” katanya membuka percakapan. Mantan pemain Persewangi Banyuwangi itu tak pernah ada waktu untuk jalan-jalan.

Baca Juga :  Bertahun-tahun Jalan Poros Desa Gugul Rusak Parah

Bukan karena ada kesibukan. Tetapi, Anis memang tidak kepikiran untuk jalan-jalan di kabupaten paling timur pulau Madura tersebut.

Sudah cukup sering Anis menjalani puasa sambil tetap berlatih. Dia tahu itu merupakan kewajibannya sebagai pesepak bola. ”Semua ini juga untuk keluarga di rumah,” kata ayah satu anak itu.

Waktu berkumpul di bulan puasa tahun ini cukup singkat. Yaitu, sekitar seminggu di awal Ramadan. ”Saya sudah tidak sabar ketemu keluarga di rumah,” ungkap pesepak bola yang mengaku tidak memiliki hobi selain sepak bola itu.

Dia yakin sang istri pun tak sabar ingin bertemu. Anis mengaku selalu menghabiskan waktu berpuasa di luar kota. ”Setiap tahun selalu puasa di luar kota. Alhamdulillah, istri selalu support,” katanya.

Baca Juga :  Empat Tim Optimistis Hadapi Musim Baru

Pesepak bola dengan tinggi badan 163 sentimeter itu menghabiskan waktu tiga tahun di Kota Sumekar. Setahun bersama Perssu, dan dua tahun bersama Madura FC.

”Sudah hafal Sumenep. Jadi menghabiskan waktu di mes saja kalau lagi santai,” tutur pemain bernomor punggung 3 itu.

Latihan sore juga sudah menjadi rutinitas setiap harinya. ”Sekaligus buat ngabuburit,” ucap Anis. Untuk urusan ibadah, pemain asli Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi itu mengakui jarang Tarawih.

Terlebih setelah latihan, pemain tidak langsung kembali ke mes. ”Biasanya masih menikmati takjil dulu, baru kembali ke mes. Kami baru sampai di mes setelah isya,” kata Anis.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/