alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Trunojoyo Layak Jadi Pahlawan Nasional

BANGKALAN – Raden Trunojoyo punya andil memperjuangkan kedaulatan ibu pertiwi dari penjajah. Dia sempat digadang-gadang untuk mendapat gelar pahlawan. Berbagai pihak berupaya menjadikan sosok kelahiran 1649 itu sebagai pahlawan nasional.

Salah satu inisiatif untuk mengajukan gelar pahlawan itu berasal dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Rektor UTM H. Muh. Syarif mengatakan, Raden Trunojoyo merupakan tokoh dan pahlawan yang bisa memperjuangkan hak masyarakat dari belenggu hegemoni kolonial. Baik penjajahan Belanda maupun kuasa Kerajaan Jawa atas Madura.

Pada masanya masyarakat diwajibkan memberikan upeti dan pajak kepada para penjajah. ”Di sinilah kepahlawanan Trunojoyo muncul. Beliau sosok yang jadi pahlawan sejati bagi masyarakat Madura yang tidak mengharapkan untuk jadi raja di Madura,” paparnya Kamis (9/11).

Syarif menyampaikan, Trunojoyo mampu mempersatukan masyarakat Madura dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah. Trunojoyo dikenal dengan sosok pemberani, pembela kebenaran, sederhana, cerdas, gigih bekerja, dan pemersatu masyarakat. ”Sebuah karakter yang dikonotasikan bagi masyarakat Madura sampai sekarang,” ungkapnya.

Syarif menjelaskan, proses pengajuan kepahlawanan Trunojoyo sudah lama dimunculkan. Upaya tersebut tumbuh kembali beberapa tahun lalu. ”Mulai disusun kembali pengajuan sejak sekitar tiga tahun yang lalu,” kata pria kelahiran Sampang itu.

Baca Juga :  Nabila Devia Fitriani, Juara I Kategori Kontrolan Turnamen Nasional

Pihaknya telah mempersiapkan bukti kepahlawanan Trunojoyo. Di antaranya, beberapa bukti perjalanan sejarah. Baik bukti melalui kajian maupun karya tentang perjuangan Trunojoyo yang sudah ada. Termasuk beberapa karya yang ditulis oleh ilmuwan Belanda.

”Langkah lainnya, kami menemui dan audiensi ke Menteri Sosial untuk meminta dukungan. Juga kepada budayawan, sejarawan, dan intelektual kemaduraan untuk bersatu mendukung kepahlawanan Trunojoyo,” jelasnya.

Upaya permintaan dukungan lainnya juga dilakukan kepada pejabat dan tokoh politik. Termasuk dukungan dari bupati se-Madura, ketua DPRD, anggota DPR dari Madura, dan politisi maupun budayawan serta intelektual yang peduli terhadap Trunojoyo.

”Saat ini masuk finalisasi penyusunan pengajuan kepahlawanan Trunojoyo. Tinggal beberapa langkah untuk segera kita ajukan,” tutur Syarif.

Kendala utama untuk proses pengajuan kepahlawanan Trunojoyo adalah proses pemotretan sejarah yang objektif. Diakui, sejarah ditulis penguasa pada waktu itu. Mereka cenderung mendiskreditkan Trunojoyo sebagai pemberontak maupun pembangkang. Dalam versi sejarah Kerajaan Mataram atau kolonialisme Belanda contohnya. ”Kita ingin membuat kajian tentang Trunojoyo secara objektif,” terangnya.

Masyarakat Madura, lanjut Syarif, selalu mendukung untuk menjadikan Trunojoyo sebagai pahlawan. Hal itu terlihat dari kebanggaan masyarakat Madura terhadap Trunojoyo dengan tetap merawat dan melestarikan nilai-nilai kepahlawanannya.

Baca Juga :  Bupati Ajak Implementasikan Semangat Para Pahlawan

Nama Trunojoyo dijadikan nama kampus yang dia pimpin merupakan bagian dari kebanggaan. Nilai-nilai itu terlihat dari simbol UTM yang memiliki karakteristik-karakteristik kepahlawanan Trunojoyo. Nama itu melalui diskusi, kajian, dan istikharah kiai, sejarawan, budayawan, akademisi, dan tokoh-tokoh Madura. ”Ke depannya akan ada mata kuliah ke-Trunojoyo-an di UTM,” paparnya.

Budayawan Hasan Sasra mendukung langkah pengajuan gelar kepahlawanan Raden Trunojoyo. Menurut dia, pengabdian dan perjuangan Trunojoyo kepada bangsa ini tidak perlu dirinci ulang. Selain itu, dia berharap keberanian, keteguhan, dan nilai positif dari Raden Trunojoyo bisa menular pada masyarakat Madura.

”Sangat layak jadi pahlawan. Perjuangannya sudah terbukti dirasakan masyarakat. Layak diperjuangkan,” dukungnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu juga mendukung Raden Trunojoyo mendapatkan gelar pahlawan nasional. Sebab, bangsawan Madura itu berani melawan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Kebesaran nama Trunojoyo tidak asing di kalangan masyarakat Indonesia. Trunojoyo berani melawan kezaliman dan ketidakadilan.

”Perjuangan itu teramat berat. Sebab, tidak saja melawan kolonial Belanda, tetapi harus berhadapan pula dengan saudara, teman, dan bangsanya sendiri yang dirasa telah banyak menyimpang,” terangnya saat melakukan kunjungan ke UTM.

BANGKALAN – Raden Trunojoyo punya andil memperjuangkan kedaulatan ibu pertiwi dari penjajah. Dia sempat digadang-gadang untuk mendapat gelar pahlawan. Berbagai pihak berupaya menjadikan sosok kelahiran 1649 itu sebagai pahlawan nasional.

Salah satu inisiatif untuk mengajukan gelar pahlawan itu berasal dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Rektor UTM H. Muh. Syarif mengatakan, Raden Trunojoyo merupakan tokoh dan pahlawan yang bisa memperjuangkan hak masyarakat dari belenggu hegemoni kolonial. Baik penjajahan Belanda maupun kuasa Kerajaan Jawa atas Madura.

Pada masanya masyarakat diwajibkan memberikan upeti dan pajak kepada para penjajah. ”Di sinilah kepahlawanan Trunojoyo muncul. Beliau sosok yang jadi pahlawan sejati bagi masyarakat Madura yang tidak mengharapkan untuk jadi raja di Madura,” paparnya Kamis (9/11).


Syarif menyampaikan, Trunojoyo mampu mempersatukan masyarakat Madura dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah. Trunojoyo dikenal dengan sosok pemberani, pembela kebenaran, sederhana, cerdas, gigih bekerja, dan pemersatu masyarakat. ”Sebuah karakter yang dikonotasikan bagi masyarakat Madura sampai sekarang,” ungkapnya.

Syarif menjelaskan, proses pengajuan kepahlawanan Trunojoyo sudah lama dimunculkan. Upaya tersebut tumbuh kembali beberapa tahun lalu. ”Mulai disusun kembali pengajuan sejak sekitar tiga tahun yang lalu,” kata pria kelahiran Sampang itu.

Baca Juga :  Kunjungan Gubernur NTB Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi di Jawa Timur

Pihaknya telah mempersiapkan bukti kepahlawanan Trunojoyo. Di antaranya, beberapa bukti perjalanan sejarah. Baik bukti melalui kajian maupun karya tentang perjuangan Trunojoyo yang sudah ada. Termasuk beberapa karya yang ditulis oleh ilmuwan Belanda.

”Langkah lainnya, kami menemui dan audiensi ke Menteri Sosial untuk meminta dukungan. Juga kepada budayawan, sejarawan, dan intelektual kemaduraan untuk bersatu mendukung kepahlawanan Trunojoyo,” jelasnya.

Upaya permintaan dukungan lainnya juga dilakukan kepada pejabat dan tokoh politik. Termasuk dukungan dari bupati se-Madura, ketua DPRD, anggota DPR dari Madura, dan politisi maupun budayawan serta intelektual yang peduli terhadap Trunojoyo.

”Saat ini masuk finalisasi penyusunan pengajuan kepahlawanan Trunojoyo. Tinggal beberapa langkah untuk segera kita ajukan,” tutur Syarif.

Kendala utama untuk proses pengajuan kepahlawanan Trunojoyo adalah proses pemotretan sejarah yang objektif. Diakui, sejarah ditulis penguasa pada waktu itu. Mereka cenderung mendiskreditkan Trunojoyo sebagai pemberontak maupun pembangkang. Dalam versi sejarah Kerajaan Mataram atau kolonialisme Belanda contohnya. ”Kita ingin membuat kajian tentang Trunojoyo secara objektif,” terangnya.

Masyarakat Madura, lanjut Syarif, selalu mendukung untuk menjadikan Trunojoyo sebagai pahlawan. Hal itu terlihat dari kebanggaan masyarakat Madura terhadap Trunojoyo dengan tetap merawat dan melestarikan nilai-nilai kepahlawanannya.

Baca Juga :  Misti, Janda Tua yang Hidup Sebatang Kara Selama 35 Tahun

Nama Trunojoyo dijadikan nama kampus yang dia pimpin merupakan bagian dari kebanggaan. Nilai-nilai itu terlihat dari simbol UTM yang memiliki karakteristik-karakteristik kepahlawanan Trunojoyo. Nama itu melalui diskusi, kajian, dan istikharah kiai, sejarawan, budayawan, akademisi, dan tokoh-tokoh Madura. ”Ke depannya akan ada mata kuliah ke-Trunojoyo-an di UTM,” paparnya.

Budayawan Hasan Sasra mendukung langkah pengajuan gelar kepahlawanan Raden Trunojoyo. Menurut dia, pengabdian dan perjuangan Trunojoyo kepada bangsa ini tidak perlu dirinci ulang. Selain itu, dia berharap keberanian, keteguhan, dan nilai positif dari Raden Trunojoyo bisa menular pada masyarakat Madura.

”Sangat layak jadi pahlawan. Perjuangannya sudah terbukti dirasakan masyarakat. Layak diperjuangkan,” dukungnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu juga mendukung Raden Trunojoyo mendapatkan gelar pahlawan nasional. Sebab, bangsawan Madura itu berani melawan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Kebesaran nama Trunojoyo tidak asing di kalangan masyarakat Indonesia. Trunojoyo berani melawan kezaliman dan ketidakadilan.

”Perjuangan itu teramat berat. Sebab, tidak saja melawan kolonial Belanda, tetapi harus berhadapan pula dengan saudara, teman, dan bangsanya sendiri yang dirasa telah banyak menyimpang,” terangnya saat melakukan kunjungan ke UTM.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/