alexametrics
25.2 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Trunojoyo Jadi Nama Jalan Sampai Bandara

SUMENEP – Nama Trunojoyo tidak asing. Di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep jadi nama jalan. Jalan Trunojoyo Sumenep merupakan poros utama.

Dari perempatan stopan hingga kantor PC NU. Di sepanjang jalan ini terdapat Masjid Jamik, Taman Adipura, kantor pemerintah, hotel, dan kantor sejumlah bank. Jalan ini masuk kawasan kampanye tertib lalu lintas (KTL).

”Mereka yang ke kota Sumenep rata-rata melewati jalan ini. Termasuk mereka yang akan keluar dari kota,” ujar Ahmad Salim, warga Batuputih.

Trunojoyo juga dijadikan sebagai nama bandar udara (bandara). Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, dulu bandara ini dikenal dengan sebutan Togur Nusi. Nama ini terdiri dari kata togur yang berarti warung atau gubuk.

Baca Juga :  Fazabinal Aliem, Penerjemah Karya Sastra Arab

 Togur itu dulu ada di sebelah timur Asta Barambang. Sementara Nusi berasal dari nama orang, Sanusi. Dia pemilik sawah di sekitar togur atau ranggung atau rung-barungan itu. ”Bandara Trunojoyo memang sejak awal dibangun zaman Bupati Soemar’oem,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemkab berkali-kali mengusulkan agar diganti dengan nama Bandara Sultan Abdurrahman. Berhubung nama Trunojoyo sudah baku di pemerintah pusat, sulit untuk mengubahnya.

Kenapa tidak diberi nama Bandara Halim Perdanakusuma? Busyro menyatakan, pahlawan nasional itu sudah jadi nama bandara internasional di Jakarta. ”Tambah sulit untuk diubah,” ucapnya.

Seperti diketahui, untuk mengenang jasa Bandara Halim Perdanakusuma, Pemkab Sumenep membangun monumen pesawat di tepi jalan Desa Kacongan, Kecamatan Sumenep. Belakangan, bangunan ini kurang terawat.

Baca Juga :  Nabila Devia Fitriani, Juara I Kategori Kontrolan Turnamen Nasional

SUMENEP – Nama Trunojoyo tidak asing. Di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep jadi nama jalan. Jalan Trunojoyo Sumenep merupakan poros utama.

Dari perempatan stopan hingga kantor PC NU. Di sepanjang jalan ini terdapat Masjid Jamik, Taman Adipura, kantor pemerintah, hotel, dan kantor sejumlah bank. Jalan ini masuk kawasan kampanye tertib lalu lintas (KTL).

”Mereka yang ke kota Sumenep rata-rata melewati jalan ini. Termasuk mereka yang akan keluar dari kota,” ujar Ahmad Salim, warga Batuputih.


Trunojoyo juga dijadikan sebagai nama bandar udara (bandara). Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengatakan, dulu bandara ini dikenal dengan sebutan Togur Nusi. Nama ini terdiri dari kata togur yang berarti warung atau gubuk.

Baca Juga :  Siswa Senang Belajar Sejarah Sekaligus Dapat Hadiah

 Togur itu dulu ada di sebelah timur Asta Barambang. Sementara Nusi berasal dari nama orang, Sanusi. Dia pemilik sawah di sekitar togur atau ranggung atau rung-barungan itu. ”Bandara Trunojoyo memang sejak awal dibangun zaman Bupati Soemar’oem,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemkab berkali-kali mengusulkan agar diganti dengan nama Bandara Sultan Abdurrahman. Berhubung nama Trunojoyo sudah baku di pemerintah pusat, sulit untuk mengubahnya.

Kenapa tidak diberi nama Bandara Halim Perdanakusuma? Busyro menyatakan, pahlawan nasional itu sudah jadi nama bandara internasional di Jakarta. ”Tambah sulit untuk diubah,” ucapnya.

- Advertisement -

Seperti diketahui, untuk mengenang jasa Bandara Halim Perdanakusuma, Pemkab Sumenep membangun monumen pesawat di tepi jalan Desa Kacongan, Kecamatan Sumenep. Belakangan, bangunan ini kurang terawat.

Baca Juga :  Penambahan Penerbangan Perintis Berakhir Agustus

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/