alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pesan Ketua LVRI Pamekasan Mulyono pada HVN

Setiap 10 Agustus diperingati sebagai Hari Veteran Nasional (HVN). Peringatan tersebut rutin dilaksanakan oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Apa saja harapan LVRI kepada generasi muda?

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

            SEJARAH mencatat kemerdekaan republik ini diraih dan diperjuangkan oleh seluruh anak bangsa. Salah satunya, warga negara yang berjuang melawan penjajah atau para veteran. Pejuang kemerdekaan ini memiliki organisasi, yaitu LVRI. Wadah yang menghimpun para veteran ini tetap eksis hingga sekarang.

Di Pamekasan, ketua LVRI dijabat oleh Mulyono. Saat ditemui Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di kediamannya, Jalan Asta Barat, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, pria berusia 69 tersebut terlihat masih gagah. Kedatangan koran ini disambut hangat oleh pria berkacamata itu. ”Silakan duduk,” ucapnya dengan ramah.

Pada peringatan HVN tahun ini, ada beberapa hal yang disampaikan Mulyono. Salah satunya, dia meminta generasi muda tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Sesama anak bangsa jangan bertengkar. Apalagi, dalam waktu dekat diselenggaakan HUT Ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI. ”Sesama anak bangsa bersatulah,” katanya.

Suami Sumar Agustiningsih itu juga meminta seluruh elemen masyarakat menghargai jasa para pejuang atau veteran yang telah bersusah payah merebut kemerdekaan RI. ”Sebenarnya, para pejuang kemerdekaan tanpa pamrih. Hanya ingin memerdekakan Indonesia agar rakyatnya lebih sejahtera. Karena itu, jangan sampai negara ini bercerai-berai karena ulah anak bangsa sendiri,” ingatnya.

Baca Juga :  Pengalaman Perdana Yusuf Efendi Puasa di Madura

Menurut dia, para veteran sangat bersyukur karena perjuangan mereka tidak sia-sia. Buktinya, Indonesia akhirnya merdeka. ”Dan itu menjadi kepuasan tersendiri bagi para veteran. Kami tidak minta imbalan. Tidak ada ambisi dan minta kesejahteraan kami ditingkatkan. Kami ikhlas karena kami sudah puas Indonesia akhirnya merdeka,” ucapnya.

Dia menjelaskan, meski tidak meminta, pemerintah memberikan perhatian kepada para veteran. Yaitu, berupa tunjangan. ”Itu bentuk kepedulian pemerintah kepada para pejuang. Karena itu, setiap bulan para veteran mendapat tunjangan mulai dari Rp 1,6 juta untuk veteran pembeli sampai Rp 2,8 juta untuk veteran pejuang,” ulasnya.

Mulyono menerangkan, veteran didirikan pada 2 April 1957 oleh Presiden Soekarno. Veteran terbagi menjadi empat kategori. Yaitu, veteran pejuang kemerdekaan RI (PKRI) yang melawan Belanda zaman dulu. Ada veteran pembela, veteran perdamaian, dan veteran anumerta pejuang kemerdekaan.

”Veteran itu tidak hanya mereka yang melawan Belanda atau penjajah masa lalu. Tapi, banyak kriteria yang terbukti memberikan sumbangsih pada negara,” ujarnya.

Dia menambahkan, veteran pembela terbagi menjadi pembela Trikora, pembela Dwikora, pembela Seroja, dan pembela Perdamaian. Yang dimakud pembela Trikora adalah warga negara yang berjuang dalam pembebasan Irian Barat. ”Dulu begitu Belanda menyerah, selanjutnya lari ke Irian barat,” ujarnya.

Baca Juga :  Perolehan Suara Caleg Partai Ka'bah Kuasai Kota Gerbang Salam

Tentara yang diberi gelar veteran, sambung dia, adalah mereka yang berjuang pada periode 19 Desember 1961–1 Mei 1963. ”Yang perang pada saat itu mendapatkan gelar veteran,” terangnya.

Sementara veteran pembela Dwikora adalah warga negara yang berjuang dalam kurun waktu 3 Mei 1964–11 Agustus 1966. Sedangkan pembela Seroja adalah warga negara yang berjuang pada periode 21 Mei 1975–17 Juli 1976. ”Saya termasuk veteran pembela Seroja karena berperang pada 1975 di Timor Timur,” terang pria yang pernah bertugas di Batalyon 501, Madiun, tersebut.

Mulyono menuturkan, veteran pejuang kemerdekaan di Pamekasan saat ini berjumlah 10 orang. Sementara veteran pembela di Irian Barat, Dwikora dan Seroja, sebanyak 33 orang. ”Kalau bangsa kita sekarang amburadul, lalu bagaimana nasib generasi bangsa di masa mendatang? Karena itu, mari pupuk dan jaga persatuan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Pamekasan Moch. Tarsun mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para veteran. Dia berharap semangat juang para veteran dapat menginspirasi generasi muda. ”Pemerintah tentu sangat peduli kepada para veteran. Itu sebabnya, pemerintah memberikan bansos dan tunjangan,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Setiap 10 Agustus diperingati sebagai Hari Veteran Nasional (HVN). Peringatan tersebut rutin dilaksanakan oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Apa saja harapan LVRI kepada generasi muda?

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

            SEJARAH mencatat kemerdekaan republik ini diraih dan diperjuangkan oleh seluruh anak bangsa. Salah satunya, warga negara yang berjuang melawan penjajah atau para veteran. Pejuang kemerdekaan ini memiliki organisasi, yaitu LVRI. Wadah yang menghimpun para veteran ini tetap eksis hingga sekarang.


Di Pamekasan, ketua LVRI dijabat oleh Mulyono. Saat ditemui Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di kediamannya, Jalan Asta Barat, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, pria berusia 69 tersebut terlihat masih gagah. Kedatangan koran ini disambut hangat oleh pria berkacamata itu. ”Silakan duduk,” ucapnya dengan ramah.

Pada peringatan HVN tahun ini, ada beberapa hal yang disampaikan Mulyono. Salah satunya, dia meminta generasi muda tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Sesama anak bangsa jangan bertengkar. Apalagi, dalam waktu dekat diselenggaakan HUT Ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI. ”Sesama anak bangsa bersatulah,” katanya.

Suami Sumar Agustiningsih itu juga meminta seluruh elemen masyarakat menghargai jasa para pejuang atau veteran yang telah bersusah payah merebut kemerdekaan RI. ”Sebenarnya, para pejuang kemerdekaan tanpa pamrih. Hanya ingin memerdekakan Indonesia agar rakyatnya lebih sejahtera. Karena itu, jangan sampai negara ini bercerai-berai karena ulah anak bangsa sendiri,” ingatnya.

Baca Juga :  Sejak SD Suka Jualan, Kini Jadi Pengusaha Sukses

Menurut dia, para veteran sangat bersyukur karena perjuangan mereka tidak sia-sia. Buktinya, Indonesia akhirnya merdeka. ”Dan itu menjadi kepuasan tersendiri bagi para veteran. Kami tidak minta imbalan. Tidak ada ambisi dan minta kesejahteraan kami ditingkatkan. Kami ikhlas karena kami sudah puas Indonesia akhirnya merdeka,” ucapnya.

Dia menjelaskan, meski tidak meminta, pemerintah memberikan perhatian kepada para veteran. Yaitu, berupa tunjangan. ”Itu bentuk kepedulian pemerintah kepada para pejuang. Karena itu, setiap bulan para veteran mendapat tunjangan mulai dari Rp 1,6 juta untuk veteran pembeli sampai Rp 2,8 juta untuk veteran pejuang,” ulasnya.

Mulyono menerangkan, veteran didirikan pada 2 April 1957 oleh Presiden Soekarno. Veteran terbagi menjadi empat kategori. Yaitu, veteran pejuang kemerdekaan RI (PKRI) yang melawan Belanda zaman dulu. Ada veteran pembela, veteran perdamaian, dan veteran anumerta pejuang kemerdekaan.

”Veteran itu tidak hanya mereka yang melawan Belanda atau penjajah masa lalu. Tapi, banyak kriteria yang terbukti memberikan sumbangsih pada negara,” ujarnya.

Dia menambahkan, veteran pembela terbagi menjadi pembela Trikora, pembela Dwikora, pembela Seroja, dan pembela Perdamaian. Yang dimakud pembela Trikora adalah warga negara yang berjuang dalam pembebasan Irian Barat. ”Dulu begitu Belanda menyerah, selanjutnya lari ke Irian barat,” ujarnya.

Baca Juga :  4 Daerah Usul Jadi Tuan Rumah

Tentara yang diberi gelar veteran, sambung dia, adalah mereka yang berjuang pada periode 19 Desember 1961–1 Mei 1963. ”Yang perang pada saat itu mendapatkan gelar veteran,” terangnya.

Sementara veteran pembela Dwikora adalah warga negara yang berjuang dalam kurun waktu 3 Mei 1964–11 Agustus 1966. Sedangkan pembela Seroja adalah warga negara yang berjuang pada periode 21 Mei 1975–17 Juli 1976. ”Saya termasuk veteran pembela Seroja karena berperang pada 1975 di Timor Timur,” terang pria yang pernah bertugas di Batalyon 501, Madiun, tersebut.

Mulyono menuturkan, veteran pejuang kemerdekaan di Pamekasan saat ini berjumlah 10 orang. Sementara veteran pembela di Irian Barat, Dwikora dan Seroja, sebanyak 33 orang. ”Kalau bangsa kita sekarang amburadul, lalu bagaimana nasib generasi bangsa di masa mendatang? Karena itu, mari pupuk dan jaga persatuan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Pamekasan Moch. Tarsun mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para veteran. Dia berharap semangat juang para veteran dapat menginspirasi generasi muda. ”Pemerintah tentu sangat peduli kepada para veteran. Itu sebabnya, pemerintah memberikan bansos dan tunjangan,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Rp 76,5 M untuk Jalan Provinsi

Polisi Sita 7 Gram Sabu-Sabu

Rozaq Pakarnya Pemilu

Artikel Terbaru

/