alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pengalaman Perdana Yusuf Efendi Puasa di Madura

SUMENEP – Sebagai pemain baru pada musim ini yang bergabung dengan Madura FC, Yusuf Efendi sudah terbiasa berlatih sambil berpuasa. Ini merupakan pengalaman perdana baginya.

Seperti biasa, Madura FC menjalani latihan rutin sore hari. Seperti terlihat di Stadion Achmad Yani, Sumenep, Rabu (6/6). Latihan dimaksudkan untuk menjaga kondisi fisik pemain selama Ramadan.

Menu latihan dilahap seluruh pemain. Terutama latihan taktik. Pelatih Madura FC Salahuddin menekankan para pemain disiplin dalam latihan. Sebab, latihan di bulan puasa cukup penting.

Hal itu disadari oleh Gelandang Madura FC Yusuf Efendi, 30. Menurut dia, latihan menentukan bagaimana tim akan kembali berkompetisi pasca Lebaran. Pesepak bola yang berulang tahun pada 5 Juni ini mengatakan, meski kompetisi libur, latihan harus tetap jalan.

Baca Juga :  Pertarungan Lini Tengah, Pola Permainan Madura dan Sleman Sama

”Nanti setelah Lebaran biar tidak memulai kompetisi dengan berat,” ungkap Yusuf. Dia menjalani puasa seperti pemain yang lain. Yusuf mengaku sudah biasa berlatih dalam keadaan berpuasa.

”Sejak kecil saya selalu latihan meskipun puasa,” ungkap pemain asal Banyuwangi itu. Pemain yang pernah merumput bersama Persewangi Banyuwangi tersebut mengaku merasa tak enak badan jika tidak berkeringat dalam sehari.

Sejak 2012, Yusuf sudah menjalani puasa sebagai pesepak bola saat masih tergabung dalam skuad Produta Medan. Setelah itu, dia malang melintang di sejumlah klub. Salah satunya saat membela klub Liga 1 Persegres Gresik di musim 2015 dan Madura FC musim ini.

Dia menjalani puasa untuk kali pertama di Madura. Berpuasa jauh dari keluarga tercinta yang berada di Banyuwangi membuat kangen Yusuf muncul. Tertama pagi hari atau setelah tarawih.

Baca Juga :  Setelah Berulang Kali Tertunda, PN Sampang Kini Punya Ketua Lebih Muda

Menelepon atau video call jadi andalan Yusuf untuk mengobati rasa kangen keluarga. ”Biasanya anak saya yang minta telepon. Dia sudah bisa ngomong,” ucap ayah satu putri ini. Setiap hari dia tak pernah lelah ingin menelepon sang buah hati.

”Bawaannya kangen terus. Sampai berkali-kali telepon. Setiap hari tidak pernah tidak nelepon,” kata Yusuf sambil tertawa. Yang paling dirindukannya, selain putrinya yang masih berusia tiga tahun, tentu sang istri. Yusuf kangen dengan masakan sang istri.

Meski jauh dari keluarga, pemain bertinggi badan 168 cm itu tidak pilih-pilih makanan. ”Saya paling suka belut rica-rica. Tapi, berhubung di Sumenep tidak ada, ya seadanya saja,” tutur dia.

SUMENEP – Sebagai pemain baru pada musim ini yang bergabung dengan Madura FC, Yusuf Efendi sudah terbiasa berlatih sambil berpuasa. Ini merupakan pengalaman perdana baginya.

Seperti biasa, Madura FC menjalani latihan rutin sore hari. Seperti terlihat di Stadion Achmad Yani, Sumenep, Rabu (6/6). Latihan dimaksudkan untuk menjaga kondisi fisik pemain selama Ramadan.

Menu latihan dilahap seluruh pemain. Terutama latihan taktik. Pelatih Madura FC Salahuddin menekankan para pemain disiplin dalam latihan. Sebab, latihan di bulan puasa cukup penting.


Hal itu disadari oleh Gelandang Madura FC Yusuf Efendi, 30. Menurut dia, latihan menentukan bagaimana tim akan kembali berkompetisi pasca Lebaran. Pesepak bola yang berulang tahun pada 5 Juni ini mengatakan, meski kompetisi libur, latihan harus tetap jalan.

Baca Juga :  Budaya Karja Menurut Kacamata Budayawan Madura

”Nanti setelah Lebaran biar tidak memulai kompetisi dengan berat,” ungkap Yusuf. Dia menjalani puasa seperti pemain yang lain. Yusuf mengaku sudah biasa berlatih dalam keadaan berpuasa.

”Sejak kecil saya selalu latihan meskipun puasa,” ungkap pemain asal Banyuwangi itu. Pemain yang pernah merumput bersama Persewangi Banyuwangi tersebut mengaku merasa tak enak badan jika tidak berkeringat dalam sehari.

Sejak 2012, Yusuf sudah menjalani puasa sebagai pesepak bola saat masih tergabung dalam skuad Produta Medan. Setelah itu, dia malang melintang di sejumlah klub. Salah satunya saat membela klub Liga 1 Persegres Gresik di musim 2015 dan Madura FC musim ini.

Dia menjalani puasa untuk kali pertama di Madura. Berpuasa jauh dari keluarga tercinta yang berada di Banyuwangi membuat kangen Yusuf muncul. Tertama pagi hari atau setelah tarawih.

Baca Juga :  Sejak Awal Ramadan, Ngaku Kecipratan Berkah

Menelepon atau video call jadi andalan Yusuf untuk mengobati rasa kangen keluarga. ”Biasanya anak saya yang minta telepon. Dia sudah bisa ngomong,” ucap ayah satu putri ini. Setiap hari dia tak pernah lelah ingin menelepon sang buah hati.

”Bawaannya kangen terus. Sampai berkali-kali telepon. Setiap hari tidak pernah tidak nelepon,” kata Yusuf sambil tertawa. Yang paling dirindukannya, selain putrinya yang masih berusia tiga tahun, tentu sang istri. Yusuf kangen dengan masakan sang istri.

Meski jauh dari keluarga, pemain bertinggi badan 168 cm itu tidak pilih-pilih makanan. ”Saya paling suka belut rica-rica. Tapi, berhubung di Sumenep tidak ada, ya seadanya saja,” tutur dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/