alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Berharap Bisa Memberi Manfaat dan Mengelola Pembelajaran Berbasis TIK

Guru memiliki tanggung jawab besar. Selain mencerdaskan anak didik, juga harus menjadi suri teladan dan menguasai segala bidang keilmuan. Itulah gambaran dari sosok Ilham Saputra, guru Seni dan Budaya SMPN 2 Bangkalan peraih Duta Rumah Belajar Jatim.

DARUL HAKIM, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

TIDAK mudah menjadi peserta duta rumah belajar nasional. Apalagi bisa menjadi juara. Sebab, ada berbagai kriteria yang harus dipersiapkan oleh peserta. Setelah bertahun-tahun lamanya, Madura pada umumnya, dan Bangkalan khususnya, bisa meraih juara dalam ajang bergengsi tersebut.

Pemilihan duta rumah belajar nasional diadakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbudristek. Ajang tersebut adalah pemilihan guru terbaik dalam proses pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia.

”Tidak semua guru bisa mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar. Hanya guru yang telah mengikuti program pelatihan PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) dari level 1, 2, 3 dan level 4 yang bisa,” kata Ilham Saputra saat diwawancarai kemarin (8/12).

Ilham menjelaskan, kegiatan PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensinya terdiri dari 4 level. Yakni literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi. Semua peserta yang ingin mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar harus bisa mencapai level 4.

Ada 30 guru dari masing-masing provinsi yang terpilih dan bisa mengikuti level 4 berdasarkan hasil penilaian pada level 3. Tahapan kegiatan PembaTIK dimulai April hingga November 2021.

Baca Juga :  Wali Murid Keluhkan Pembelajaran Jarak Jauh

”Puncaknya pada saat momen Hari Guru Nasional, 25 November 2021,” imbuhnya.

Menurut Ilham, menjadi Duta Rumah Belajar Nasional perlu menunjukkan potensi dan kemampuan memanfaatkan TIK dalam metode pembelajaran. Yakni, kemampuan membuat video pembelajaran, membuat multimedia pembelajaran interaktif, bahkan memanfaatkan media blog atau media sosial lainnya untuk pembelajaran.

”Saya sebagai guru seni budaya di SMP Negeri 2 Bangkalan telah mencapai kemampuan tersebut dan telah dilakukan penilaian oleh tim juri saat level 2, 3, dan 4. Dari 30 peserta level 4 di Jawa Timur, kemudian terpilih 5 besar kandidat Duta Rumah Belajar serta terpilih menjadi Duta Rumah Belajar Nasional untuk Provinsi Jawa Timur,” urainya.

Pada Kamis malam (25/11), kegiatan Anugerah Kihajar 2021 Kemdikbudristek melalui Pusdatin yang digelar secara online mengumumkan secara resmi Duta Rumah Belajar Nasional 2021 terpilih. Duta Rumah Belajar merupakan kepanjangan tangan dari Pustekkom Kemdikbudristek dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan  TIK untuk pembelajaran di masing-masing provinsi.

”Terutama dalam memanfaatkan portal pembelajaran gratis dari pemerintah, yaitu Rumah Belajar,” tegasnya.

Ilham mengakui, kesempatan menjadi Duta Rumah Belajar untuk Jawa Timur memang sangat ketat dibanding dengan provinsi lain. Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak yang mengikuti PembaTIK. Jumlahnya sekitar 14 ribu guru dari total semua jenjang. Dari jumlah belasan ribu tersebut, banyak gugur atau tidak lolos di level 2. Sementara di level 3 hanya dipilih 30 peserta terbaik untuk masuk ke level 4.

Baca Juga :  Polres Berharap Pilkada Sukses dan Kondusif

”Hanya guru dari Bangkalan yang masuk ke-30 peserta level 4,” katanya.

Ilham berharap, dirinya bisa memberi manfaat dan melakukan kegiatan berbagi serta berkolaborasi dengan segala pihak di bidang pendidikan. Utamanya dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis TIK.

”Melalui Duta Rumah Belajar ini, saya juga akan berbagi pemanfaatan aplikasi, platform, atau portal yang dimiliki Kemdikbudristek yang bisa digunakan untuk menunjang kualitas pembelajaran berbasis TIK. Produk tersebut berupa portal pembelajaran Rumah Belajar, TV Edukasi, M-Edukasi, Suara Edukasi, dan akun pembelajaran belajar.id,” sebutnya.

Dia menegaskan, optimalisasi kualitas pembelajaran berbasis TIK perlu disegerakan. Apalagi, pada pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas masih berlaku. Sehingga, peran TIK dalam mendukung dan menuntaskan capaian belajar dapat terwujud dengan kualitas pembelajaran yang baik. Rencana aksi kerja Duta Rumah Belajar akan dilakukan di empat kabupaten di Madura, serta kolaborasi kabupaten atau kota lain yang ada di Jawa Timur.

”Bahkan, kolaborasi dengan provinsi lain. Program pelatihan atau workshop membuat bahan ajaran berbasis TIK perlu ditingkatkan,” tandasnya.

Guru memiliki tanggung jawab besar. Selain mencerdaskan anak didik, juga harus menjadi suri teladan dan menguasai segala bidang keilmuan. Itulah gambaran dari sosok Ilham Saputra, guru Seni dan Budaya SMPN 2 Bangkalan peraih Duta Rumah Belajar Jatim.

DARUL HAKIM, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

TIDAK mudah menjadi peserta duta rumah belajar nasional. Apalagi bisa menjadi juara. Sebab, ada berbagai kriteria yang harus dipersiapkan oleh peserta. Setelah bertahun-tahun lamanya, Madura pada umumnya, dan Bangkalan khususnya, bisa meraih juara dalam ajang bergengsi tersebut.

Pemilihan duta rumah belajar nasional diadakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbudristek. Ajang tersebut adalah pemilihan guru terbaik dalam proses pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia.

”Tidak semua guru bisa mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar. Hanya guru yang telah mengikuti program pelatihan PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) dari level 1, 2, 3 dan level 4 yang bisa,” kata Ilham Saputra saat diwawancarai kemarin (8/12).

Ilham menjelaskan, kegiatan PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensinya terdiri dari 4 level. Yakni literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi. Semua peserta yang ingin mengikuti seleksi Duta Rumah Belajar harus bisa mencapai level 4.

Ada 30 guru dari masing-masing provinsi yang terpilih dan bisa mengikuti level 4 berdasarkan hasil penilaian pada level 3. Tahapan kegiatan PembaTIK dimulai April hingga November 2021.

Baca Juga :  Berharap Keberuntungan di 4 Laga Sisa

”Puncaknya pada saat momen Hari Guru Nasional, 25 November 2021,” imbuhnya.

Menurut Ilham, menjadi Duta Rumah Belajar Nasional perlu menunjukkan potensi dan kemampuan memanfaatkan TIK dalam metode pembelajaran. Yakni, kemampuan membuat video pembelajaran, membuat multimedia pembelajaran interaktif, bahkan memanfaatkan media blog atau media sosial lainnya untuk pembelajaran.

”Saya sebagai guru seni budaya di SMP Negeri 2 Bangkalan telah mencapai kemampuan tersebut dan telah dilakukan penilaian oleh tim juri saat level 2, 3, dan 4. Dari 30 peserta level 4 di Jawa Timur, kemudian terpilih 5 besar kandidat Duta Rumah Belajar serta terpilih menjadi Duta Rumah Belajar Nasional untuk Provinsi Jawa Timur,” urainya.

Pada Kamis malam (25/11), kegiatan Anugerah Kihajar 2021 Kemdikbudristek melalui Pusdatin yang digelar secara online mengumumkan secara resmi Duta Rumah Belajar Nasional 2021 terpilih. Duta Rumah Belajar merupakan kepanjangan tangan dari Pustekkom Kemdikbudristek dalam melakukan pengembangan dan pendayagunaan  TIK untuk pembelajaran di masing-masing provinsi.

”Terutama dalam memanfaatkan portal pembelajaran gratis dari pemerintah, yaitu Rumah Belajar,” tegasnya.

Ilham mengakui, kesempatan menjadi Duta Rumah Belajar untuk Jawa Timur memang sangat ketat dibanding dengan provinsi lain. Jawa Timur menjadi provinsi dengan peserta terbanyak yang mengikuti PembaTIK. Jumlahnya sekitar 14 ribu guru dari total semua jenjang. Dari jumlah belasan ribu tersebut, banyak gugur atau tidak lolos di level 2. Sementara di level 3 hanya dipilih 30 peserta terbaik untuk masuk ke level 4.

Baca Juga :  Peserta JKN-KIS Ringankan Beban Isroh Jalani Operasi Hernia

”Hanya guru dari Bangkalan yang masuk ke-30 peserta level 4,” katanya.

Ilham berharap, dirinya bisa memberi manfaat dan melakukan kegiatan berbagi serta berkolaborasi dengan segala pihak di bidang pendidikan. Utamanya dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis TIK.

”Melalui Duta Rumah Belajar ini, saya juga akan berbagi pemanfaatan aplikasi, platform, atau portal yang dimiliki Kemdikbudristek yang bisa digunakan untuk menunjang kualitas pembelajaran berbasis TIK. Produk tersebut berupa portal pembelajaran Rumah Belajar, TV Edukasi, M-Edukasi, Suara Edukasi, dan akun pembelajaran belajar.id,” sebutnya.

Dia menegaskan, optimalisasi kualitas pembelajaran berbasis TIK perlu disegerakan. Apalagi, pada pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas masih berlaku. Sehingga, peran TIK dalam mendukung dan menuntaskan capaian belajar dapat terwujud dengan kualitas pembelajaran yang baik. Rencana aksi kerja Duta Rumah Belajar akan dilakukan di empat kabupaten di Madura, serta kolaborasi kabupaten atau kota lain yang ada di Jawa Timur.

”Bahkan, kolaborasi dengan provinsi lain. Program pelatihan atau workshop membuat bahan ajaran berbasis TIK perlu ditingkatkan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/