alexametrics
25.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Pemuda Lulusan SMK, Ciptakan Simulator Prototipe Kemudi Mobil

Menghasilkan karya memang memerlukan ketekunan dan usaha yang kuat. Hal inilah yang ditunjukkan Iqbal. Bermodal pengetahuan dari internet, dia berhasil menciptakan simulator prototipe kemudi mobil.

MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

KAMAR berukuran dua kali lima meter menjadi ruang bekerja Iqbal sehari-hari. Tumpukan alat elektronik seperti obeng, solder, dan alat pengukur tegangan listrik berserakan di meja dekat komputer. Di tempat ini juga dia berhasil merangkai ide kreatif membuat simulator prototipe kemudi mobil.

Kreatif. Kata tersebut pantas disematkan pada Naufal Iqbal Ferdiansyah. Pemuda Dusun Tobalang I, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, itu. Dari tangan dan pikirannya, muncul sebuah alat sederhana yang dapat dipergunakan dalam memainkan simulator mobil di berbagai jenis personal computer (PC) maupun smartphone.

Kemajuan teknologi pengetahuan rupanya dimanfaatkan dengan baik oleh Iqbal. Berbekal cara di YouTube, dia mulai mengumpulkan satu per satu bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan alat tersebut. Tak sulit. Hampir semua bahan yang digunakan berasal dari bahan bekas milik ayah dan tetangga.

Awalnya, remaja 20 tahun itu mengaku iseng dalam membuat alat tersebut. Ide itu muncul karena keinginannya dalam belajar mengemudi mobil tanpa harus memiliki mobil asli. Kedua, sebagai salah satu pencinta game simulator mobil, dia berpikir ingin menciptakan alat yang mirip dengan kemudi tersebut.

Baca Juga :  Jaga Kedaulatan dengan Pertahankan Tanah Sangkol

”Saya ingin belajar mengendarai mobil, tebersit dalam pikiran saya kenapa tidak membuat alat yang mirip dengan kemudi mobil yang nantinya bisa saya manfaatkan dalam belajar mengendarai. Apalagi, selama ini saya memainkan simulator mobil hanya menggunakan keyboard,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (8/11).

Iqbal yang juga lulusan teknik komputer jaringan (TKJ) di SMK Bustanul Ulum Waru itu mulai merangkai simulator prototipe kemudi mobil. Butuh waktu seminggu dalam pengerjaan alat tersebut. Sebab, beberapa komponen harus dipesan secara online di marketplace.

Iqbal mengaku membuat simulator prototipe kemudi mobil dari alat sederhana. Perkakas seperti gergaji, penggaris, dan palu. Hanya dengan modal Rp 1 juta, Iqbal sudah bisa merangkai alat tersebut meski belum terlalu sempurna akibat keterbatasan biaya yang dimiliki. Menurut dia, sentuhan akhir terletak pada bagian eksterior.

Sebenarnya, kata dia, kalau mau pakai bahan seperti yang dijual di internet-internet itu bisa dia rangkai. Namun, harganya agak mahal. Dia menyebut sekitar Rp 4 juta ke atas. ”Saya belum memiliki modal untuk membeli alat-alatnya. Insyaallah nanti kalau sudah cukup akan diperbagus” terang pemuda kelahiran 2001 itu.

Baca Juga :  Peluang dan Tantangan Belajar di Mesir

Modal awal yang dia gunakan merupakan hasil dari pekerjaannya. Dia manfaatkan waktu luangnya itu untuk menyervis berbagai macam elektronik. Antara lain, handphone, laptop, sound system, dan lainnya. Sisanya, dia berikan kepada orang tua untuk kebutuhan sehari-hari.

Iqbal memang membuka layanan servis elektronik di rumahnya. Kemampuan yang dia peroleh semasa duduk di bangku SMK dimanfaatkan dengan baik. Berdampingan dengan Masjid Al-Munawwarah Waru, rumah warna putih dengan pagar hitam itu menjadi lumbung penghasilannya.

Tak pelak anak pertama dari pasangan Hodden dan Sitti Rohani ini juga menyisakan uang dari hasil bekerja untuk orang tua. Meski tak seberapa, dia bersyukur diberi kemampuan dalam bekerja. Karena itu, dia akan terus berusaha untuk mencapai hal yang lebih baik.

Dari ide kreatifnya itu, sudah ada orang yang ingin memesan simulator prototipe kemudi mobil karyanya. Meski begitu, ia belum bisa mematok harga jual. Saat ini masih memastikan bahwa alat yang diciptakan tidak mengalami trouble berarti. Dengan begitu, mereka yang berniat membeli tidak kecewa.

”Saya pastikan dulu ini berfungsi dengan baik. Mereka yang berminat bisa datang dan coba langsung alat saya ini, meski sebenarnya belum ada niat untuk produksi lebih banyak karena keterbatasan biaya,” pungkasnya.

Menghasilkan karya memang memerlukan ketekunan dan usaha yang kuat. Hal inilah yang ditunjukkan Iqbal. Bermodal pengetahuan dari internet, dia berhasil menciptakan simulator prototipe kemudi mobil.

MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

KAMAR berukuran dua kali lima meter menjadi ruang bekerja Iqbal sehari-hari. Tumpukan alat elektronik seperti obeng, solder, dan alat pengukur tegangan listrik berserakan di meja dekat komputer. Di tempat ini juga dia berhasil merangkai ide kreatif membuat simulator prototipe kemudi mobil.


Kreatif. Kata tersebut pantas disematkan pada Naufal Iqbal Ferdiansyah. Pemuda Dusun Tobalang I, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, itu. Dari tangan dan pikirannya, muncul sebuah alat sederhana yang dapat dipergunakan dalam memainkan simulator mobil di berbagai jenis personal computer (PC) maupun smartphone.

Kemajuan teknologi pengetahuan rupanya dimanfaatkan dengan baik oleh Iqbal. Berbekal cara di YouTube, dia mulai mengumpulkan satu per satu bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan alat tersebut. Tak sulit. Hampir semua bahan yang digunakan berasal dari bahan bekas milik ayah dan tetangga.

Awalnya, remaja 20 tahun itu mengaku iseng dalam membuat alat tersebut. Ide itu muncul karena keinginannya dalam belajar mengemudi mobil tanpa harus memiliki mobil asli. Kedua, sebagai salah satu pencinta game simulator mobil, dia berpikir ingin menciptakan alat yang mirip dengan kemudi tersebut.

Baca Juga :  Satpol PP Amankan Lima Muda-mudi di Dalam Satu Kamar

”Saya ingin belajar mengendarai mobil, tebersit dalam pikiran saya kenapa tidak membuat alat yang mirip dengan kemudi mobil yang nantinya bisa saya manfaatkan dalam belajar mengendarai. Apalagi, selama ini saya memainkan simulator mobil hanya menggunakan keyboard,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (8/11).

Iqbal yang juga lulusan teknik komputer jaringan (TKJ) di SMK Bustanul Ulum Waru itu mulai merangkai simulator prototipe kemudi mobil. Butuh waktu seminggu dalam pengerjaan alat tersebut. Sebab, beberapa komponen harus dipesan secara online di marketplace.

Iqbal mengaku membuat simulator prototipe kemudi mobil dari alat sederhana. Perkakas seperti gergaji, penggaris, dan palu. Hanya dengan modal Rp 1 juta, Iqbal sudah bisa merangkai alat tersebut meski belum terlalu sempurna akibat keterbatasan biaya yang dimiliki. Menurut dia, sentuhan akhir terletak pada bagian eksterior.

Sebenarnya, kata dia, kalau mau pakai bahan seperti yang dijual di internet-internet itu bisa dia rangkai. Namun, harganya agak mahal. Dia menyebut sekitar Rp 4 juta ke atas. ”Saya belum memiliki modal untuk membeli alat-alatnya. Insyaallah nanti kalau sudah cukup akan diperbagus” terang pemuda kelahiran 2001 itu.

Baca Juga :  Kenangan Desa Birem sebagai Sentra Perajin Tikar Pandan

Modal awal yang dia gunakan merupakan hasil dari pekerjaannya. Dia manfaatkan waktu luangnya itu untuk menyervis berbagai macam elektronik. Antara lain, handphone, laptop, sound system, dan lainnya. Sisanya, dia berikan kepada orang tua untuk kebutuhan sehari-hari.

Iqbal memang membuka layanan servis elektronik di rumahnya. Kemampuan yang dia peroleh semasa duduk di bangku SMK dimanfaatkan dengan baik. Berdampingan dengan Masjid Al-Munawwarah Waru, rumah warna putih dengan pagar hitam itu menjadi lumbung penghasilannya.

Tak pelak anak pertama dari pasangan Hodden dan Sitti Rohani ini juga menyisakan uang dari hasil bekerja untuk orang tua. Meski tak seberapa, dia bersyukur diberi kemampuan dalam bekerja. Karena itu, dia akan terus berusaha untuk mencapai hal yang lebih baik.

Dari ide kreatifnya itu, sudah ada orang yang ingin memesan simulator prototipe kemudi mobil karyanya. Meski begitu, ia belum bisa mematok harga jual. Saat ini masih memastikan bahwa alat yang diciptakan tidak mengalami trouble berarti. Dengan begitu, mereka yang berniat membeli tidak kecewa.

”Saya pastikan dulu ini berfungsi dengan baik. Mereka yang berminat bisa datang dan coba langsung alat saya ini, meski sebenarnya belum ada niat untuk produksi lebih banyak karena keterbatasan biaya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/