alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Jatim Tak Sandang Predikat Zona Merah Lagi

SURABAYA – Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional mengumumkan Jawa Timur (Jatim) terbebas dari predikat zona merah. Tiga kabupaten lain di Madura dinyatakan masuk zona kuning. Hanya Sumenep yang masih zona oranye. Meski tidak menyandang predikat zona merah, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim, 28 wilayah dikategorikan oranye atau risiko sedang. 10 wilayah zona kuning atau risiko rendah. “Alhamdulillah, sore hari ini (7/10) Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional menyatakan Jatim sudah bebas dari zona merah,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mengendalikan  persebaran Covid-19. Mulai dari pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, kejaksaan, dan pengadilan. Kemudian, kampus, media, tenaga kesehatan, tokoh agama, relawan.

Baca Juga :  Belasan Perusahaan Tak Berikan CSR

“Terkhusus bagi masyarakat Jawa Timur yang saat ini menjadi garda terdepan dalam pemakaian masker. Mereka yang paling berkontribusi,” ucapnya.

Khofifah Indar Parawansa lalu membeberkan rahasia keberhasilannya menekan persebaran Covid-19. Misalnya, selalu mempertimbangkan masukan pakar epidemiologi dalam penanganan Covid-19. Dia mendapatkan data bahwa penggunaan masker yang masif dan serentak, terbukti mampu menurunkan kurva penambahan kasus.

“Di samping itu, apabila 60 persen saja populasi mau pakai masker, rate of transmission atau tingkat penularan bisa turun di bawah satu. Karena itu, kita adopsi gagasan yang telah scientifically proven ini di Jawa Timur,” tuturnya.

Dijelaskan, dalam satu bulan terakhir, penanganan Covid-19 difokuskan pada perubahan perilaku dengan kampanye penggunaan masker yang masif. Dilakukan para tokoh diikuti dengan operasi yustisi. Tidak hanya memberikan hukuman, tetapi juga memberikan reward kepada masyarakat yang patuh prokes.

Baca Juga :  Sampaikan Kritik dan Pujian melalui Ngopi Bareng Wabup

Mantan Mensos RI itu berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap patuh pada prokes. Seperti penggunaan masker dan menghindari kerumunan. Satu-satunya vaksin adalah patuh prokes. “Mohon tetap patuh terhadap prokes sampai persebaran Covid-19 berhenti,” tutup khofifah.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengucapkan selamat kepada Pemprov Jatim atas upaya kerasnya menanggulangi pandemi Covid-19. “Per hari ini, dua provinsi yang selama ini masuk dalam 10 besar prioritas pusat, Jatim dan Sulsel, kita ucapkan selamat karena zona merahnya sudah nol,” pujinya. (bam)

SURABAYA – Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional mengumumkan Jawa Timur (Jatim) terbebas dari predikat zona merah. Tiga kabupaten lain di Madura dinyatakan masuk zona kuning. Hanya Sumenep yang masih zona oranye. Meski tidak menyandang predikat zona merah, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim, 28 wilayah dikategorikan oranye atau risiko sedang. 10 wilayah zona kuning atau risiko rendah. “Alhamdulillah, sore hari ini (7/10) Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional menyatakan Jatim sudah bebas dari zona merah,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mengendalikan  persebaran Covid-19. Mulai dari pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, kejaksaan, dan pengadilan. Kemudian, kampus, media, tenaga kesehatan, tokoh agama, relawan.

Baca Juga :  40 CJU Gagal Berangkat, Begini Komentar Kepala Kemenag Bangkalan


“Terkhusus bagi masyarakat Jawa Timur yang saat ini menjadi garda terdepan dalam pemakaian masker. Mereka yang paling berkontribusi,” ucapnya.

Khofifah Indar Parawansa lalu membeberkan rahasia keberhasilannya menekan persebaran Covid-19. Misalnya, selalu mempertimbangkan masukan pakar epidemiologi dalam penanganan Covid-19. Dia mendapatkan data bahwa penggunaan masker yang masif dan serentak, terbukti mampu menurunkan kurva penambahan kasus.

“Di samping itu, apabila 60 persen saja populasi mau pakai masker, rate of transmission atau tingkat penularan bisa turun di bawah satu. Karena itu, kita adopsi gagasan yang telah scientifically proven ini di Jawa Timur,” tuturnya.

Dijelaskan, dalam satu bulan terakhir, penanganan Covid-19 difokuskan pada perubahan perilaku dengan kampanye penggunaan masker yang masif. Dilakukan para tokoh diikuti dengan operasi yustisi. Tidak hanya memberikan hukuman, tetapi juga memberikan reward kepada masyarakat yang patuh prokes.

Baca Juga :  Beli 1.000 Alat Rapid Test dan 200 VTM

Mantan Mensos RI itu berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap patuh pada prokes. Seperti penggunaan masker dan menghindari kerumunan. Satu-satunya vaksin adalah patuh prokes. “Mohon tetap patuh terhadap prokes sampai persebaran Covid-19 berhenti,” tutup khofifah.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengucapkan selamat kepada Pemprov Jatim atas upaya kerasnya menanggulangi pandemi Covid-19. “Per hari ini, dua provinsi yang selama ini masuk dalam 10 besar prioritas pusat, Jatim dan Sulsel, kita ucapkan selamat karena zona merahnya sudah nol,” pujinya. (bam)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/