alexametrics
23.3 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Peradaban Kembangkan Usaha melalui KSN

Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) dan Koperasi Syariah Nuri (KSN) tak bisa dipisahkan. Kiprah dan perannya terhadap pesantren dan masyarakat memang nyata.

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan

MULANYA sebatas perkumpulan biasa. Alumni Ponpes Darul Ulum Banyuanyar (Duba), Palengaan, Pamekasan, biasa ngumpul pada momen tertentu saja. Tidak terorganisasi dengan baik.

Lalu, pada 2005, secara resmi organisasi alumni  Duba dibentuk. Namanya Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban). Organisasi yang dulunya sebatas perkumpulan biasa, kini menjadi luar biasa.

”Pada mulanya, alumni ponpes biasa kumpul setiap bulan. Tidak ada agenda khusus. Tampaknya kurang ada manfatnya, maka teman-teman berinisiatif mendirikan organisasi alumni,” tutur Khalil Asy’ari, ketua Peradaban, saat ditemui di rumahnya Senin (6/5).

Di awal berdirinya, Peradaban belum memiliki banyak program. Namun, lambat laun organisasi yang memiliki misi terbentuknya insan-insan fastabiqul khairat, istiqamah, jujur, sabar, dan sejahtera dunia akhirat itu kian berkembang.

Koordinator Peradaban di berbagai kabupaten dan kecamatan pun dibentuk. Ada Peradaban Jember, Banyuwangi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gresik, Probolinggo, Situbondo, wilayah Madura, hingga di luar negeri.

Peradaban di berbagai kabupaten tersebut aktif melakukan kegiatan. Misalnya, musyawarah, pengajian kitab, kegiatan keagamaan , dan lain-lain.

”Jadi, kami rutin melakukan pertemuan yang diisi dengan kegiatan-kegiatan positif,” kata mantan wakil bupati Pamekasan itu.

Selain kegiatan tersebut, Peradaban mengembangkan program dalam sektor usaha.  Khususnya untuk memperkuat perekonomian alumni dan masyarakat.

”Dalam sektor usaha ini kami membentuk Koperasi Syariah Nuri (KSN) pada 2009. Alhamdulillah sudah mulai berkembang. Aset sekarang sekitar Rp 200 miliar dari modal awal sekitar Rp 45 juta,” terangnya.

Dia berharap, alumni Duba menjadi yang terbaik. Khususnya bagi keluarga, pribadi, dan masyarakat. ”Yaitu dengan melakukan hal-hal baik, disiplin, dan istiqamah dalam berupaya untuk bekerja sama dengan orang lain,” tambahnya.

 Ketua  KSN  Achmad Mukhlisin menjelaskan, dalam perkembangannya, KSN Jatim membuka pelayanan-pelayanan cabang bukan hanya di area Pamekasan, tapi juga di luar Madura. Misalnya, di Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

Baca Juga :  Pesan Ahmad Taufiq Putra Raharja, Nakes yang Terbebas dari Covid-19

Bahkan, sejumlah kabupaten itu juga sudah dikembangkan ke beberapa titik di kecamatan-kecamatan. Di antaranya, di Palengaan, Sokobanah, Ketapang, Sumenep, Pasean, Pegantenan, Pamekasan Kota, Sampang Kota, Pakong, dan Kadur.

Hal itu dilakukan dalam rangka menumbuhkembangkan anggota baru yang bisa bergabung dengan KSN. Dengan pembukaan cabang di berbagai tempat tersebut, jumlah peserta semakin banyak. ”Untuk di Banyuwangi, Rabu (hari ini, Red) akan kami launching,” ujarnya.

Selain fokus pada aspek bisnis atau wattamwil, KSN  memaksimalkan aspek  baitul mal dalam menggerakkan aspek sosial. Salah satunya, santunan kepada janda dan duda miskin yang dikemas dalam bentuk Jumat Barokah.

Ada juga santunan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Bentuknya bisa pemberian beasiswa dan pemeriksaan kesehatan gratis. Bahkan, ada bedah rumah. Sasarannya adalah masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni.

”Itu dikembangkan dalam rangka memberikan manfaat, khususnya kepada anggota Koperasi Syariah Nuri atau keluarga anggota koperasi syariah,” jelasnya.

Bedah rumah sudah berjalan di tiga titik. Ada  di Waru, Pamekasan, serta Sokobanah dan Karang Penang, Sampang. ”Bulan ini kami fokuskan ke Kecamatan Pakong dan Pegantenan di Pamekasan,” terangnya.

Untuk 2019, KSN beharap bisa melakukan bedah rumah melebihi realisasi tahun 2018. Tergetnya, ada enam titik yang akan digarap. ”Bedah rumah yang bisa kami kembangkan kepada anggota atau keluarganya yang tidak memiliki rumah layak huni,” sambungnya.

Sumber pendanaan kegiatan sosial tesebut di antaranya bersifat internal. Misalnya, seluruh pengelola KSN setiap bulan menyetor atau menghimpun dana infak. Selain bersumber dari struktural KSN, setiap anggota yang bertransaksi bisa menyisihkan sebagian hartanya di dana infak dan sedekah.

”Program bedah rumah modelnya kami menyiapkan dana stimulan. Dengan program ini, kami mengajak partisipasi keluarga besar penerima sasaran, perangkat desa, aghniya’, dan sekitarnya. Dengan demikian, bedah rumah ini bersifat gotong royong,” jelasnya.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Jadi Pemulung, ACT Bantu Guru Honorer di Malang

Selain dari infak dan sedekah, menghimpun dana wakaf dan zakat. Dana itu direalisasikan untuk program-program sosial. Kalau dana wakaf disalurkan untuk pemberian wakaf Alquran ke masjid dan musala.

”Kami juga memperbaiki dan mengeecat masjid-musala. Begitu juga kita menyalurkan zakat kepada calon penerima secara professional,” tegasnya.

KSN tidak hanya berpikir aspek bisnis. Aspek sosial juga diseimbangkan. ”Ini bagian dari pola keseimbangan,” imbuhnya.

Dengan banyaknya program sosial tersebut, pihaknya mengaku mendapat respons positif dari anggota dan masyarakat. Karena itu, Mukhlisin mengajak masayarakat bergabung dengan KSN. ”Sesuai undang-undang perkoperasian bahwa keanggotaan koperasi terbuka dan sukarela,” ujarnya.

Pihaknya juga meningkatkan layanan berbasis IT. Tujuannya, agar layanan lebih mudah dan cepat. Jika ingin menyimpan, anggota tidak perlu datang ke KSN.

”Misalnya dapat kiriman  dari luar negeri, maka bisa transfer dari rekening yang bersangkutan ke rekening Nuri,” katanya.

Begitu juga ketika akan melihat saldo. Cukup menggunakan layanan aplikasi yang bisa diunduh di PlayStore. ”Kami kembangkan koperasi rasa bank,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan dengan menyediakan anjungan tunai mandiri (ATM). Dengan demikian, anggota tidak perlu menunggu antrean ketika butuh uang.

”Kami akan lakukan secara profesional dan bertahap. Dengan layanan ini, masyarakat semakin senang dengan  keberadaan koperasi,” akunya.

Pada 2018, KSN meraih juara tiga lomba cerdas cermat syariah (CCS) dan video tingkat Jatim. Lomba dengan tema Kontribusi Koperasi Syariah dalam Menyejahterakan Umat itu digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim pada Expo 2018 yang ke-6.

”Keikutsertaan KSN saat itu  untuk ikut menyemarakkan gebyar syariah yang diadakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur,” ceritanya.

Aspek perlombaan itu juga untuk memperkuat pemahaman akad-akad syariah, akuntansi syariah, dan manajemen perkoperasian. Kegiatan serupa juga akan digelar di tingkat internal.

”Pesertanya segenap karyawan sehingga bisa diketahui bagaimana pengetahuan, penerapan, dan akuntansi perkoperasian sesuai syariah,” tukasnya.

Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) dan Koperasi Syariah Nuri (KSN) tak bisa dipisahkan. Kiprah dan perannya terhadap pesantren dan masyarakat memang nyata.

MOH. ALI MUHSIN, Pamekasan

MULANYA sebatas perkumpulan biasa. Alumni Ponpes Darul Ulum Banyuanyar (Duba), Palengaan, Pamekasan, biasa ngumpul pada momen tertentu saja. Tidak terorganisasi dengan baik.


Lalu, pada 2005, secara resmi organisasi alumni  Duba dibentuk. Namanya Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban). Organisasi yang dulunya sebatas perkumpulan biasa, kini menjadi luar biasa.

”Pada mulanya, alumni ponpes biasa kumpul setiap bulan. Tidak ada agenda khusus. Tampaknya kurang ada manfatnya, maka teman-teman berinisiatif mendirikan organisasi alumni,” tutur Khalil Asy’ari, ketua Peradaban, saat ditemui di rumahnya Senin (6/5).

Di awal berdirinya, Peradaban belum memiliki banyak program. Namun, lambat laun organisasi yang memiliki misi terbentuknya insan-insan fastabiqul khairat, istiqamah, jujur, sabar, dan sejahtera dunia akhirat itu kian berkembang.

Koordinator Peradaban di berbagai kabupaten dan kecamatan pun dibentuk. Ada Peradaban Jember, Banyuwangi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gresik, Probolinggo, Situbondo, wilayah Madura, hingga di luar negeri.

Peradaban di berbagai kabupaten tersebut aktif melakukan kegiatan. Misalnya, musyawarah, pengajian kitab, kegiatan keagamaan , dan lain-lain.

”Jadi, kami rutin melakukan pertemuan yang diisi dengan kegiatan-kegiatan positif,” kata mantan wakil bupati Pamekasan itu.

Selain kegiatan tersebut, Peradaban mengembangkan program dalam sektor usaha.  Khususnya untuk memperkuat perekonomian alumni dan masyarakat.

”Dalam sektor usaha ini kami membentuk Koperasi Syariah Nuri (KSN) pada 2009. Alhamdulillah sudah mulai berkembang. Aset sekarang sekitar Rp 200 miliar dari modal awal sekitar Rp 45 juta,” terangnya.

Dia berharap, alumni Duba menjadi yang terbaik. Khususnya bagi keluarga, pribadi, dan masyarakat. ”Yaitu dengan melakukan hal-hal baik, disiplin, dan istiqamah dalam berupaya untuk bekerja sama dengan orang lain,” tambahnya.

 Ketua  KSN  Achmad Mukhlisin menjelaskan, dalam perkembangannya, KSN Jatim membuka pelayanan-pelayanan cabang bukan hanya di area Pamekasan, tapi juga di luar Madura. Misalnya, di Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

Baca Juga :  Mohammad Ali, Bayi Mungil Lahir dengan Tempurung Kepala Tidak Sempurna

Bahkan, sejumlah kabupaten itu juga sudah dikembangkan ke beberapa titik di kecamatan-kecamatan. Di antaranya, di Palengaan, Sokobanah, Ketapang, Sumenep, Pasean, Pegantenan, Pamekasan Kota, Sampang Kota, Pakong, dan Kadur.

Hal itu dilakukan dalam rangka menumbuhkembangkan anggota baru yang bisa bergabung dengan KSN. Dengan pembukaan cabang di berbagai tempat tersebut, jumlah peserta semakin banyak. ”Untuk di Banyuwangi, Rabu (hari ini, Red) akan kami launching,” ujarnya.

Selain fokus pada aspek bisnis atau wattamwil, KSN  memaksimalkan aspek  baitul mal dalam menggerakkan aspek sosial. Salah satunya, santunan kepada janda dan duda miskin yang dikemas dalam bentuk Jumat Barokah.

Ada juga santunan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Bentuknya bisa pemberian beasiswa dan pemeriksaan kesehatan gratis. Bahkan, ada bedah rumah. Sasarannya adalah masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni.

”Itu dikembangkan dalam rangka memberikan manfaat, khususnya kepada anggota Koperasi Syariah Nuri atau keluarga anggota koperasi syariah,” jelasnya.

Bedah rumah sudah berjalan di tiga titik. Ada  di Waru, Pamekasan, serta Sokobanah dan Karang Penang, Sampang. ”Bulan ini kami fokuskan ke Kecamatan Pakong dan Pegantenan di Pamekasan,” terangnya.

Untuk 2019, KSN beharap bisa melakukan bedah rumah melebihi realisasi tahun 2018. Tergetnya, ada enam titik yang akan digarap. ”Bedah rumah yang bisa kami kembangkan kepada anggota atau keluarganya yang tidak memiliki rumah layak huni,” sambungnya.

Sumber pendanaan kegiatan sosial tesebut di antaranya bersifat internal. Misalnya, seluruh pengelola KSN setiap bulan menyetor atau menghimpun dana infak. Selain bersumber dari struktural KSN, setiap anggota yang bertransaksi bisa menyisihkan sebagian hartanya di dana infak dan sedekah.

”Program bedah rumah modelnya kami menyiapkan dana stimulan. Dengan program ini, kami mengajak partisipasi keluarga besar penerima sasaran, perangkat desa, aghniya’, dan sekitarnya. Dengan demikian, bedah rumah ini bersifat gotong royong,” jelasnya.

Baca Juga :  Bayi Tidak Dibedong, Lututnya Bakal Bengkok?

Selain dari infak dan sedekah, menghimpun dana wakaf dan zakat. Dana itu direalisasikan untuk program-program sosial. Kalau dana wakaf disalurkan untuk pemberian wakaf Alquran ke masjid dan musala.

”Kami juga memperbaiki dan mengeecat masjid-musala. Begitu juga kita menyalurkan zakat kepada calon penerima secara professional,” tegasnya.

KSN tidak hanya berpikir aspek bisnis. Aspek sosial juga diseimbangkan. ”Ini bagian dari pola keseimbangan,” imbuhnya.

Dengan banyaknya program sosial tersebut, pihaknya mengaku mendapat respons positif dari anggota dan masyarakat. Karena itu, Mukhlisin mengajak masayarakat bergabung dengan KSN. ”Sesuai undang-undang perkoperasian bahwa keanggotaan koperasi terbuka dan sukarela,” ujarnya.

Pihaknya juga meningkatkan layanan berbasis IT. Tujuannya, agar layanan lebih mudah dan cepat. Jika ingin menyimpan, anggota tidak perlu datang ke KSN.

”Misalnya dapat kiriman  dari luar negeri, maka bisa transfer dari rekening yang bersangkutan ke rekening Nuri,” katanya.

Begitu juga ketika akan melihat saldo. Cukup menggunakan layanan aplikasi yang bisa diunduh di PlayStore. ”Kami kembangkan koperasi rasa bank,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan dengan menyediakan anjungan tunai mandiri (ATM). Dengan demikian, anggota tidak perlu menunggu antrean ketika butuh uang.

”Kami akan lakukan secara profesional dan bertahap. Dengan layanan ini, masyarakat semakin senang dengan  keberadaan koperasi,” akunya.

Pada 2018, KSN meraih juara tiga lomba cerdas cermat syariah (CCS) dan video tingkat Jatim. Lomba dengan tema Kontribusi Koperasi Syariah dalam Menyejahterakan Umat itu digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim pada Expo 2018 yang ke-6.

”Keikutsertaan KSN saat itu  untuk ikut menyemarakkan gebyar syariah yang diadakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur,” ceritanya.

Aspek perlombaan itu juga untuk memperkuat pemahaman akad-akad syariah, akuntansi syariah, dan manajemen perkoperasian. Kegiatan serupa juga akan digelar di tingkat internal.

”Pesertanya segenap karyawan sehingga bisa diketahui bagaimana pengetahuan, penerapan, dan akuntansi perkoperasian sesuai syariah,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/