alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Saran Kepala Dinas KB dan PPPA Bangkalan Amina Rachmawati

Pandemi Covid-19 juga jadi atensi Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB dan PPPA) Bangkalan. Organisasi perangkat daerah (ODP) yang dinakhodai Amina Rachmawati itu menyarankan masyarakat agar terlebih dahulu menunda kehamilan.

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

PENERAPAN protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga terasa di Dinas KB dan PPPA Bangkalan. Pengunjung harus mencuci tangan yang disediakan di depan pintu masuk.

Tempat duduk diatur agar tetap menjaga jarak. Di setiap ruangan juga disediakan handsanitizer. Pegawai di kantor yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta itu juga memakai masker.

Di Kamis siang (28/5) itu Jawa Pos Radar Madura menemui Kepala Dinas KB dan PPPA Bangkalan Amina Rachmawati di ruang kerjanya. Dia menggunakan masker warna putih dengan corak hitam.

Yang diobrolkan seputar pandemi Covid-19. Tapi, lebih fokus pada tingkat pertumbuhan populasi manusia di saat mewabahnya virus korona.

Baca Juga :  Bakal Alihkan Status Lahan PD Sumber Daya Untuk Dibangun Gedung DPRD

Menurut Amina, potensi kehamilan di tengah Pandemi Covid-19 cukup menjadi perhatian pemerintah. Baik dari tingkat pusat hingga daerah. Sebab, dalam masa pandemi dikhawatirkan pertumbuhan anak atau perkembangan anak usia dini nantinya terhambat dan tidak maksimal.

Pihaknya mengaku memberikan imbauan langsung kepada masyarakat melalui petugas lapangan yang tersebar di berbagai kecamatan. Penundaan hamil juga merupakan bentuk antisipasi terjadinya stunting dan pertumbuhan anak tidak maksimal.

Lembaganya sudah mendapatkan edaran dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasiona (BKKBN) untuk sama-sama memberikan edukasi pada masyarakat, pasangan yang baru menikah, juga yang hendak menambah keturunan agar sementara ini ditunda terlebih dahulu. ”Kami mengimbau agar ditunda, karena khawatir pertumbuhan anak tidak maksimal,” kata Amina.

Hal tersebut merupakan langkah antisipasi dengan melihat keadaan sosial dan dampak dari pandemi Covid-19. Pihaknya mengkhawatirkan adanya tekanan terhadap keluarga, baik pada pasangan suami istri maupun pada anak. Dengan begitu, lebih baik memang menunda terlebih dahulu.

Baca Juga :  DBHCHT untuk Bangkalan, Terendah di Madura

”Kami memang hanya bisa memberikan imbauan. Mengenai masyarakat mengikuti atau tidak, tentu itu merupakan pertimbangan setiap keluarga,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bangkalan Subaidi menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 banyak pasangan yang menunda akad. Hal tersebut kemungkinan lantaran pandemi Covid-19.

”Saya kira sejak bulan Ramadan ada puluhan catin (calon pengantin) yang menunda akadnya,” sebut Subaidi.

Padahal, biasanya di Bangkalan pada bulan Syawal banyak melangsungkan akad dan acara pernikahan. Selain itu sebagian besar yang hendak menikah pasti ingin cepat memiliki keturunan, sedangkan saat ini diminta untuk ditunda.

”Sebagian besar yang menunda merupakan kalangan ASN, tetapi juga beberapa dari masyarakat umum,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Pandemi Covid-19 juga jadi atensi Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB dan PPPA) Bangkalan. Organisasi perangkat daerah (ODP) yang dinakhodai Amina Rachmawati itu menyarankan masyarakat agar terlebih dahulu menunda kehamilan.

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

PENERAPAN protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga terasa di Dinas KB dan PPPA Bangkalan. Pengunjung harus mencuci tangan yang disediakan di depan pintu masuk.


Tempat duduk diatur agar tetap menjaga jarak. Di setiap ruangan juga disediakan handsanitizer. Pegawai di kantor yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta itu juga memakai masker.

Di Kamis siang (28/5) itu Jawa Pos Radar Madura menemui Kepala Dinas KB dan PPPA Bangkalan Amina Rachmawati di ruang kerjanya. Dia menggunakan masker warna putih dengan corak hitam.

Yang diobrolkan seputar pandemi Covid-19. Tapi, lebih fokus pada tingkat pertumbuhan populasi manusia di saat mewabahnya virus korona.

Baca Juga :  Pemkab Dapat Berikan Nama ”Jalan Muhammad Tabrani”

Menurut Amina, potensi kehamilan di tengah Pandemi Covid-19 cukup menjadi perhatian pemerintah. Baik dari tingkat pusat hingga daerah. Sebab, dalam masa pandemi dikhawatirkan pertumbuhan anak atau perkembangan anak usia dini nantinya terhambat dan tidak maksimal.

Pihaknya mengaku memberikan imbauan langsung kepada masyarakat melalui petugas lapangan yang tersebar di berbagai kecamatan. Penundaan hamil juga merupakan bentuk antisipasi terjadinya stunting dan pertumbuhan anak tidak maksimal.

Lembaganya sudah mendapatkan edaran dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasiona (BKKBN) untuk sama-sama memberikan edukasi pada masyarakat, pasangan yang baru menikah, juga yang hendak menambah keturunan agar sementara ini ditunda terlebih dahulu. ”Kami mengimbau agar ditunda, karena khawatir pertumbuhan anak tidak maksimal,” kata Amina.

Hal tersebut merupakan langkah antisipasi dengan melihat keadaan sosial dan dampak dari pandemi Covid-19. Pihaknya mengkhawatirkan adanya tekanan terhadap keluarga, baik pada pasangan suami istri maupun pada anak. Dengan begitu, lebih baik memang menunda terlebih dahulu.

Baca Juga :  DBHCHT untuk Bangkalan, Terendah di Madura

”Kami memang hanya bisa memberikan imbauan. Mengenai masyarakat mengikuti atau tidak, tentu itu merupakan pertimbangan setiap keluarga,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bangkalan Subaidi menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 banyak pasangan yang menunda akad. Hal tersebut kemungkinan lantaran pandemi Covid-19.

”Saya kira sejak bulan Ramadan ada puluhan catin (calon pengantin) yang menunda akadnya,” sebut Subaidi.

Padahal, biasanya di Bangkalan pada bulan Syawal banyak melangsungkan akad dan acara pernikahan. Selain itu sebagian besar yang hendak menikah pasti ingin cepat memiliki keturunan, sedangkan saat ini diminta untuk ditunda.

”Sebagian besar yang menunda merupakan kalangan ASN, tetapi juga beberapa dari masyarakat umum,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/