alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Bahu-membahu Mencegah Persebaran Covid-19

Calon penumpang kapal harus sehat. Jika sakit, bisa menjadi kendala dalam perjalanan. Bahkan, bisa gagal untuk berlayar. Lebih-lebih jika diketahui reaktif berdasar tes cepat.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, RadarMadura.id

WARGA kampung tidak menerima oleh-oleh virus dari kota, lebih baik tidak pulang kampung,” demikian kalimat ini terpampang jelas di sekitar Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Kalianget. Tulisan itu berhias gambar toples kue lebaran.

Beragam poster lain banyak dipajang dengan kalimat yang beragam. Pesan-pesan itu diharapkan dapat mencegah masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman. Atas dasar kemanusiaan untuk melindungi sesama, terutama keluarga tercinta.

Di samping melakukan pencegahan melalui imbauan, banyak cara dilakukan pemerintah untuk menyulut kesadaran masyarakat agar terhindar dari korona. Dari melarang pulang kampung saat Lebaran hingga dan melakukan pemeriksaan kesehatan di berbagai titik.

Baca Juga :  Mahasiswa IDIA Prenduan, Peraih Juara Bahasa Asing Tingkat Nasional

Keramaian penumpang di pelabuhan bukan hal baru. Pemandangan itu yang terlihat selama dua hari di Pelabuhan Kalianget. Setiap penumpang yang hendak berlayar mengantre untuk dites cepat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto menerangkan, pemeriksaan rapid test kepada calon penumpang tetap berlangsung. Layanan tes kesehatan gratis ini juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.

Dari hari pertama sudah ada ratusan calon penumpang yang dites. Namun, untuk jumlah keseluruhan beserta hasilnya belum diketahui. Pemeriksaan cepat ini menjadi syarat bagi calon penumpang sebelum berlayar.

”Ada ribuan alat rapid test yang dipersiapkan oleh Pelindo III. Aktivitas ini akan berlangsung sampai ketersediaan alatnya habis,” jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumenep Kusmawati menerangkan, keterlibatan dinkes sebagai bentuk kerja sama melawan persebaran Covid-19. Pada hari pertama, 450 orang dites. Mereka terdiri atas petugas pelabuhan dan calon penumpang. Sebanyak 415 penumpang dan 35 petugas pelabuhan.

Baca Juga :  Dusun Wa’duwak yang Ratusan Warganya Berstatus Janda Miskin

Pada hari pertama, Rabu (3/6), tidak ada hasil pemeriksaan yang reaktif. Namun, untuk hari kedua belum bisa disampaikan. Apabila ada hasil pemeriksaan yang reaktif akan segera ditindaklanjuti untuk diperiksa swab.

Sekitar 3.500 unit alat rapid test yang disiapkan Pelindo III. Dua tim yang dilibatkan dari dinkes. Tim pertama bertugas pagi hingga siang. Tim kedua siang hingga sore.

Jumlah pemeriksaan setiap hari menyesuaikan dengan jumlah calon penumpang. Tidak ditentukan untuk dihabiskan berapa unit setiap hari. ”Begitu ada yang reaktif, tetap kami akan tindak lanjuti sebagaimana mestinya untuk dites swab,” jelas Kusmawati. 

Calon penumpang kapal harus sehat. Jika sakit, bisa menjadi kendala dalam perjalanan. Bahkan, bisa gagal untuk berlayar. Lebih-lebih jika diketahui reaktif berdasar tes cepat.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, RadarMadura.id

WARGA kampung tidak menerima oleh-oleh virus dari kota, lebih baik tidak pulang kampung,” demikian kalimat ini terpampang jelas di sekitar Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Kalianget. Tulisan itu berhias gambar toples kue lebaran.

Beragam poster lain banyak dipajang dengan kalimat yang beragam. Pesan-pesan itu diharapkan dapat mencegah masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman. Atas dasar kemanusiaan untuk melindungi sesama, terutama keluarga tercinta.

Di samping melakukan pencegahan melalui imbauan, banyak cara dilakukan pemerintah untuk menyulut kesadaran masyarakat agar terhindar dari korona. Dari melarang pulang kampung saat Lebaran hingga dan melakukan pemeriksaan kesehatan di berbagai titik.

Baca Juga :  Demi Kampung, Moh. Ihsan Tinggalkan Jabatan Supervisor dan Auditor

Keramaian penumpang di pelabuhan bukan hal baru. Pemandangan itu yang terlihat selama dua hari di Pelabuhan Kalianget. Setiap penumpang yang hendak berlayar mengantre untuk dites cepat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Supriyanto menerangkan, pemeriksaan rapid test kepada calon penumpang tetap berlangsung. Layanan tes kesehatan gratis ini juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.

Dari hari pertama sudah ada ratusan calon penumpang yang dites. Namun, untuk jumlah keseluruhan beserta hasilnya belum diketahui. Pemeriksaan cepat ini menjadi syarat bagi calon penumpang sebelum berlayar.

”Ada ribuan alat rapid test yang dipersiapkan oleh Pelindo III. Aktivitas ini akan berlangsung sampai ketersediaan alatnya habis,” jelasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumenep Kusmawati menerangkan, keterlibatan dinkes sebagai bentuk kerja sama melawan persebaran Covid-19. Pada hari pertama, 450 orang dites. Mereka terdiri atas petugas pelabuhan dan calon penumpang. Sebanyak 415 penumpang dan 35 petugas pelabuhan.

Baca Juga :  Dusun Wa’duwak yang Ratusan Warganya Berstatus Janda Miskin

Pada hari pertama, Rabu (3/6), tidak ada hasil pemeriksaan yang reaktif. Namun, untuk hari kedua belum bisa disampaikan. Apabila ada hasil pemeriksaan yang reaktif akan segera ditindaklanjuti untuk diperiksa swab.

Sekitar 3.500 unit alat rapid test yang disiapkan Pelindo III. Dua tim yang dilibatkan dari dinkes. Tim pertama bertugas pagi hingga siang. Tim kedua siang hingga sore.

Jumlah pemeriksaan setiap hari menyesuaikan dengan jumlah calon penumpang. Tidak ditentukan untuk dihabiskan berapa unit setiap hari. ”Begitu ada yang reaktif, tetap kami akan tindak lanjuti sebagaimana mestinya untuk dites swab,” jelas Kusmawati. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/