alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Menu Buka Puasa Kesukaan Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan

Selera buka puasa Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Yuliadi Setiyawan tidak aneh-aneh. Yang terpenting ada ikan laut dan sambal buja cabbi sudah nikmat.

 

YULIADI Setiyawan dan Enny Kusrini berkesempatan buka puasa bersama di rumah dinas Sekkab Sampang di Jalan Wahid Hasyim, Sabtu (1/5). Seharusnya, enam kursi yang mengelilingi meja makan terisi penuh. Namun, tiga dari empat putra-putri mereka tidak bisa menemani. Ada yang buka bersama dengan temannya, ada juga yang sedang bersama neneknya.

Makanan buka puasa sudah terhidang di meja makan. Ada nasi putih dan lauk, yang terdiri dari ikan laut, ayam, tahu, tempe dan sayur. Untuk takjil ada es cincau. Semua makanan tersebut hasil masakan Enny. Hanya buah-buahan yang membeli.

Suaminya, kata Enny, jarang request makanan. Kalaupun ada, makanannya tidak mewah. Biasanya yang disuka nasi banjir. Istilah tersebut dianalogikan pada makanan yang biasa diberikan kepada korban banjir. Biasanya berisi telur dadar, mi, dan sambal.

Baca Juga :  Bangkitkan Semangat Anak Desa Menempuh Pendidikan

”Permintaan (makanan) tidak aneh-aneh. Nasi banjir, Mas sudah suka,” tuturnya. Lauk yang harus ada saat buka puasa adalah ikan laut. Selain itu, wajib ada sambal buja cabbi. Untuk menu sahur, biasanya dia menyiapkan daging sapi atau ayam.

”Makanan yang disukai suami saya hampir sama dengan yang dimakan masyarakat desa. Tapi, kalau ikan laut sama buja cabbi harus ada,” ungkap wakil ketua II TP PKK Sampang itu.

Sejak kecil, pasangan suami istri itu hidup di lingkungan penghasil ikan. Enny berasal dari Kecamatan Pasean, Pamekasan. Sementara Yuliadi Setiyawan lahir di Ketapang, Sampang. Wajar jika kegemarannya menyantap makanan hasil laut tidak bisa ditinggalkan.

Baca Juga :  Cara Perihal Kopi Ringankan Beban Warga di Masa Pandemi

Bisa berbuka bersama keluarga, bagi Wawan termasuk momen yang menyenangkan saat bulan Ramadan. Meski dengan hidangan sederhana tetap terasa nikmat. Sayangnya, momen tersebut tidak bisa dia rasakan setiap hari karena agenda kedinasan yang padat. ”Jauh lebih nikmat makan bersama keluarga meski makan seadanya,” tuturnya.

Jika buka puasa dengan keluarga, Wawan paling suka makan dengan ikan laut dilengkapi dengan buja cabbi. Biasanya saat azan Magrib berkumandang, dia tidak langsung menyantap hidangan utama. Sebutir kurma dan teh hangat cukup jadi menu pembuka.

”Kalau takjil macam-macam. Ada cendol, kolak, tapi lebih sering kurma sama teh hangat. Apa pun makanan yang kita makan, muaranya untuk meningkatkan ibadah,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Selera buka puasa Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sampang Yuliadi Setiyawan tidak aneh-aneh. Yang terpenting ada ikan laut dan sambal buja cabbi sudah nikmat.

 

YULIADI Setiyawan dan Enny Kusrini berkesempatan buka puasa bersama di rumah dinas Sekkab Sampang di Jalan Wahid Hasyim, Sabtu (1/5). Seharusnya, enam kursi yang mengelilingi meja makan terisi penuh. Namun, tiga dari empat putra-putri mereka tidak bisa menemani. Ada yang buka bersama dengan temannya, ada juga yang sedang bersama neneknya.


Makanan buka puasa sudah terhidang di meja makan. Ada nasi putih dan lauk, yang terdiri dari ikan laut, ayam, tahu, tempe dan sayur. Untuk takjil ada es cincau. Semua makanan tersebut hasil masakan Enny. Hanya buah-buahan yang membeli.

Suaminya, kata Enny, jarang request makanan. Kalaupun ada, makanannya tidak mewah. Biasanya yang disuka nasi banjir. Istilah tersebut dianalogikan pada makanan yang biasa diberikan kepada korban banjir. Biasanya berisi telur dadar, mi, dan sambal.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergi Birokrasi dan Pertahankan WTP

”Permintaan (makanan) tidak aneh-aneh. Nasi banjir, Mas sudah suka,” tuturnya. Lauk yang harus ada saat buka puasa adalah ikan laut. Selain itu, wajib ada sambal buja cabbi. Untuk menu sahur, biasanya dia menyiapkan daging sapi atau ayam.

”Makanan yang disukai suami saya hampir sama dengan yang dimakan masyarakat desa. Tapi, kalau ikan laut sama buja cabbi harus ada,” ungkap wakil ketua II TP PKK Sampang itu.

Sejak kecil, pasangan suami istri itu hidup di lingkungan penghasil ikan. Enny berasal dari Kecamatan Pasean, Pamekasan. Sementara Yuliadi Setiyawan lahir di Ketapang, Sampang. Wajar jika kegemarannya menyantap makanan hasil laut tidak bisa ditinggalkan.

Baca Juga :  Ngobrol Bersama Penulis Ethiosophia Fawaid Abrari

Bisa berbuka bersama keluarga, bagi Wawan termasuk momen yang menyenangkan saat bulan Ramadan. Meski dengan hidangan sederhana tetap terasa nikmat. Sayangnya, momen tersebut tidak bisa dia rasakan setiap hari karena agenda kedinasan yang padat. ”Jauh lebih nikmat makan bersama keluarga meski makan seadanya,” tuturnya.

Jika buka puasa dengan keluarga, Wawan paling suka makan dengan ikan laut dilengkapi dengan buja cabbi. Biasanya saat azan Magrib berkumandang, dia tidak langsung menyantap hidangan utama. Sebutir kurma dan teh hangat cukup jadi menu pembuka.

”Kalau takjil macam-macam. Ada cendol, kolak, tapi lebih sering kurma sama teh hangat. Apa pun makanan yang kita makan, muaranya untuk meningkatkan ibadah,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/