alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Perjuangan Sugiono Terobos si Jago Merah demi Selamatkan Ijazah

BANGKALAN – Umumnya orang akan menjauh dari titik kobaran api ketika terjadi kebakaran. Kecuali wartawan yang justru mendekat untuk mendapatkan gambar terbaik. Muhammad Sugiono tidak hanya mendekat. Dia menerobos kobaran api demi menyelamatkan selembar ijazah.

Sepanjang Jalan Halim Perdanakusuma, Bangkalan, pada pukul 21.45 Minggu (2/12) lebih ramai dari biasanya. Kendaraan yang melintas memperlambat kecepatan. Terutama ketika mendekati pintu masuk Perumahan Griya Utama dan Pondok Halim 2.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Api berkobar melahap bangunan di tepi Jalan Hali Perdanakusuma. Di antara dua pintuk masuk kompleks perumahan itu. Malam itu, si jago mereka melalap Toko Yaman milik Sulihah. Tak sedikit warga keluar sambil mengenakan baju tidur. Beberapa pria keluar hanya mengenakan sarung.

Sirene dua mobil pemadam kebakaran (damkar) datang meraung-raung menerobos kerumunan orang yang sedang menyaksikan kobaran api pukul 22.10. Dengan cepat pemadam dibantu warga memadamkan api. Sementara sebagian orang yang lain hanya menyaksikan dari seberang jalan.

Dari sekian warga yang menyaksikan pemadaman, terdapat sekolompok perempuan di salah satu lahan kosong. Tempatnya gelap. Untuk mengtahui keberadaan mereka harus datang menghampirinya.

Seorang di antara mereka terdapat permpuan tak berkerudung. Dia adalah Sulihah. Saat dihampiri Jawa Pos Radar Madura dia panik. Sementara orang yang lain berusaha menenangkan. ”Sudah tidak apa-apa, yang penting orangnya selamat,” ucap seorang perempuan lainnya kepada Sulihah.

Baca Juga :  Selalu Berupaya Buka Puasa Bersama di Luar Rumah

Perempuan 60 tahun itu mengaku tidak tahu asal muasal api. Saat itu anggota keluarganya sedang tidur terlelap karena capek usai melayat. Pukul 19.00 mereka baru datang dari Kecamatan Karang Penang, Sampang.

Saat kejadian, di dalam rumah Sulihah terdapat Muhammad Sugiono, putranya. Pria 23 tahun itu bersama sang istri, Nurul Adha, dan putranya yang masih berusia 9 tahun Muhammad Dafa.

Ketika tertidur Sulihah mendengar suara Sugiono meminta tolong dari dalam toko. Namun, Sulihah tak menghiraukan terikan itu. Sebab, dia sudah terbiasa mendengar teriakan Sugiono saat tidur. Saat dihampiri, ternyata hanya mengigau.

”Saya dengar suara ’tolong, tolong’ Sugiono. Dia kalau tidur sering ngigau. Jadi, saya tetap tidur,” tutur Sulihah. Saat terbangun dirinya kaget karena api mulai berkobar. Saat itulah dia keluar untuk menyelamatkan diri bersama Sugiono, menantu, dan cucunya.

Saat berada di tempat aman, Sugiono kembali masuk toko. Dia menerobos kobaran api untuk mengambil map. Di dalamnya berisi akta kelahiran Sugiono dan Nurul. Selain itu, ijazah milik Nurul lulusan 2016 STKIP PGRI Bangkalan. Juga ijazah Sugiono 2017 Stikes Insan Se Agung Bangkalan.

Baca Juga :  Ningsih, Ibu Rumah Tangga Berjuang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Karena itulah bapak satu anak tersebut mengalami luka bakar. ”Sudah teriak ’jangan masuk’. Dia tetap berlari ke dalam, mengambil ijazah,” kata Sulihah.

Sugiono yang mengalami luka bakar langsung dibawa ke RSUD Syamrabu untuk mendapat pertolongan. Dia mendapatkan penanganan pertama di ruang unit gawat darurat (UGD). Sugiono ditangani secara intensif. Bahkan petugas Polres Bangkalan tidak diperkenankan menemui Sugiono selama menjalani penanganan medis. Dia mengalami luka bakar di bagian kaki hingga lutut. Juga di tangan hingga lengan.

Sementara itu, Nurul Adha juga mengaku tidak menghiraukan teriakan suami. Sama seperti mertuanya, dia sudah biasa mendengar Sugiono mengigau. Karena itu, saat sang pujaan hati berteriak minta tolong tidak diindahkan. 

Menurut suaminya, api berasal dari korsleting arus listrik. Api kemudian menjalar ke jeriken berisi bensin di dalam toko. Sebelum datang tim pemadam kebakaran, meski banyak warga, tak ada yang membantu menjinakkan api. 

Warga enggan menyiramkan air karena di dalam toko banyak tabung gas LPG melon. Api dapat dipadamkan pukul 23.00. Sementara Sugiono masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Syamrabu hingga kemarin (3/12). (jup)

BANGKALAN – Umumnya orang akan menjauh dari titik kobaran api ketika terjadi kebakaran. Kecuali wartawan yang justru mendekat untuk mendapatkan gambar terbaik. Muhammad Sugiono tidak hanya mendekat. Dia menerobos kobaran api demi menyelamatkan selembar ijazah.

Sepanjang Jalan Halim Perdanakusuma, Bangkalan, pada pukul 21.45 Minggu (2/12) lebih ramai dari biasanya. Kendaraan yang melintas memperlambat kecepatan. Terutama ketika mendekati pintu masuk Perumahan Griya Utama dan Pondok Halim 2.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Api berkobar melahap bangunan di tepi Jalan Hali Perdanakusuma. Di antara dua pintuk masuk kompleks perumahan itu. Malam itu, si jago mereka melalap Toko Yaman milik Sulihah. Tak sedikit warga keluar sambil mengenakan baju tidur. Beberapa pria keluar hanya mengenakan sarung.

Sirene dua mobil pemadam kebakaran (damkar) datang meraung-raung menerobos kerumunan orang yang sedang menyaksikan kobaran api pukul 22.10. Dengan cepat pemadam dibantu warga memadamkan api. Sementara sebagian orang yang lain hanya menyaksikan dari seberang jalan.

Dari sekian warga yang menyaksikan pemadaman, terdapat sekolompok perempuan di salah satu lahan kosong. Tempatnya gelap. Untuk mengtahui keberadaan mereka harus datang menghampirinya.

Seorang di antara mereka terdapat permpuan tak berkerudung. Dia adalah Sulihah. Saat dihampiri Jawa Pos Radar Madura dia panik. Sementara orang yang lain berusaha menenangkan. ”Sudah tidak apa-apa, yang penting orangnya selamat,” ucap seorang perempuan lainnya kepada Sulihah.

Baca Juga :  Bertindak Berani, Penuh Keoriginalan, dan Berdampak Besar

Perempuan 60 tahun itu mengaku tidak tahu asal muasal api. Saat itu anggota keluarganya sedang tidur terlelap karena capek usai melayat. Pukul 19.00 mereka baru datang dari Kecamatan Karang Penang, Sampang.

Saat kejadian, di dalam rumah Sulihah terdapat Muhammad Sugiono, putranya. Pria 23 tahun itu bersama sang istri, Nurul Adha, dan putranya yang masih berusia 9 tahun Muhammad Dafa.

Ketika tertidur Sulihah mendengar suara Sugiono meminta tolong dari dalam toko. Namun, Sulihah tak menghiraukan terikan itu. Sebab, dia sudah terbiasa mendengar teriakan Sugiono saat tidur. Saat dihampiri, ternyata hanya mengigau.

”Saya dengar suara ’tolong, tolong’ Sugiono. Dia kalau tidur sering ngigau. Jadi, saya tetap tidur,” tutur Sulihah. Saat terbangun dirinya kaget karena api mulai berkobar. Saat itulah dia keluar untuk menyelamatkan diri bersama Sugiono, menantu, dan cucunya.

Saat berada di tempat aman, Sugiono kembali masuk toko. Dia menerobos kobaran api untuk mengambil map. Di dalamnya berisi akta kelahiran Sugiono dan Nurul. Selain itu, ijazah milik Nurul lulusan 2016 STKIP PGRI Bangkalan. Juga ijazah Sugiono 2017 Stikes Insan Se Agung Bangkalan.

Baca Juga :  Akulturasi Budaya, Ber-KTP Sumenep, Berbahasa Bajo

Karena itulah bapak satu anak tersebut mengalami luka bakar. ”Sudah teriak ’jangan masuk’. Dia tetap berlari ke dalam, mengambil ijazah,” kata Sulihah.

Sugiono yang mengalami luka bakar langsung dibawa ke RSUD Syamrabu untuk mendapat pertolongan. Dia mendapatkan penanganan pertama di ruang unit gawat darurat (UGD). Sugiono ditangani secara intensif. Bahkan petugas Polres Bangkalan tidak diperkenankan menemui Sugiono selama menjalani penanganan medis. Dia mengalami luka bakar di bagian kaki hingga lutut. Juga di tangan hingga lengan.

Sementara itu, Nurul Adha juga mengaku tidak menghiraukan teriakan suami. Sama seperti mertuanya, dia sudah biasa mendengar Sugiono mengigau. Karena itu, saat sang pujaan hati berteriak minta tolong tidak diindahkan. 

Menurut suaminya, api berasal dari korsleting arus listrik. Api kemudian menjalar ke jeriken berisi bensin di dalam toko. Sebelum datang tim pemadam kebakaran, meski banyak warga, tak ada yang membantu menjinakkan api. 

Warga enggan menyiramkan air karena di dalam toko banyak tabung gas LPG melon. Api dapat dipadamkan pukul 23.00. Sementara Sugiono masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Syamrabu hingga kemarin (3/12). (jup)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/