alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Komunitas Pemuda Sediakan Buku Gratis Tiap Car Free Day

PAMEKASANRatusan warga berolahraga di kawasan Arek Lancor Pamekasan Minggu pagi (3/12). Ada yang jalan santai, lari-lari kecil, dan ada yang ikut senam masal. Sebagian warga lainnya duduk santai di trotoar. Ada juga yang menikmati makanan yang dijajakan pedagang kaki lima (PKL).

Itulah suasana car free day yang digelar setiap Minggu pagi di kawasan Arek Lancor. Di tengah keramaian itu, terlihat sejumlah pemuda sibuk mengeluarkan buku dari kardus. Buku-buku itu lalu ditata rapi di atas tikar yang digelar di depan Kantor PWI Pamekasan.

Ratusan buku dengan judul berbeda itu dikhususkan bagi masyarakat yang minat membaca. Mereka tidak perlu membayar. Buku-buku itu gratis bagi siapa pun yang ingin membaca.

Buku yang disediakan ada yang khusus kalangan dewasa, ada juga untuk anak-anak. Dari spanduk yang terpampang, pemuda itu tergabung dalam Komunitas Pamekasan Membaca (Kompak).

Baca Juga :  Mendapat Keberkahan dari Aksi Mahasiswa

Di spanduk itu ada tulisan motivasi agar masyarakat gemar membaca. Misalnya, ”Boleh satu hari tidak makan, boleh satu hari tidak tidur, namun tidak boleh satu hari tidak membaca buku”.

Tidak sedikit warga yang memanfaatkan buku tersebut. Mereka yang selesai jalan sehat, lari, dan makan mengunjungi stan buku tersebut. Satu per satu mereka membaca buku sembari menghilangkan lelah.

Hasanuddin, pengurus Kompak menjelaskan, penyediaan buku di sela-sela car free day dilakukan sebagai upaya menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap budaya literasi. Menurut dia, budaya membaca masyarakat di Pamekasan cukup rendah.

”Inilah yang menjadi alasan kami untuk berupaya menyadarkan masyarakat agar memiliki minat baca yang tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Ngobrol Perjalanan Musik Bersama Hendra Gemma Dominan 

Dia menjelaskan, gerakan literasi sudah berjalan sekitar enam bulan. Buku yang disediakan hasil pemberian donatur. Bahkan, tidak sedikit peserta car free day menyumbangkan buku.

”Dengan langkah ini, peserta car free day bisa memanfaatkan waktu sambil membaca. Selain berolahraga, mereka juga bisa menambah ilmunya di stan ini,” terangnya.

Aziz Azhari, warga asal Kecamatan Pademawu mengapresiasi langkah Kompak. Menurut dia, gerakan literasi sangat positif. Terlebih, Pamekasan dikenal sebagai Kota Pendidikan.

Masyarakat Kota Gerbang Salam perlu memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan. ”Sangat bagus, karena masyarakat yang awalnya tidak ada niat untuk membaca buku, bisa baca,” katanya di sela-sela membaca buku di stan Kompak.

- Advertisement -

PAMEKASANRatusan warga berolahraga di kawasan Arek Lancor Pamekasan Minggu pagi (3/12). Ada yang jalan santai, lari-lari kecil, dan ada yang ikut senam masal. Sebagian warga lainnya duduk santai di trotoar. Ada juga yang menikmati makanan yang dijajakan pedagang kaki lima (PKL).

Itulah suasana car free day yang digelar setiap Minggu pagi di kawasan Arek Lancor. Di tengah keramaian itu, terlihat sejumlah pemuda sibuk mengeluarkan buku dari kardus. Buku-buku itu lalu ditata rapi di atas tikar yang digelar di depan Kantor PWI Pamekasan.

Ratusan buku dengan judul berbeda itu dikhususkan bagi masyarakat yang minat membaca. Mereka tidak perlu membayar. Buku-buku itu gratis bagi siapa pun yang ingin membaca.


Buku yang disediakan ada yang khusus kalangan dewasa, ada juga untuk anak-anak. Dari spanduk yang terpampang, pemuda itu tergabung dalam Komunitas Pamekasan Membaca (Kompak).

Baca Juga :  Ngobrol Perjalanan Musik Bersama Hendra Gemma Dominan 

Di spanduk itu ada tulisan motivasi agar masyarakat gemar membaca. Misalnya, ”Boleh satu hari tidak makan, boleh satu hari tidak tidur, namun tidak boleh satu hari tidak membaca buku”.

Tidak sedikit warga yang memanfaatkan buku tersebut. Mereka yang selesai jalan sehat, lari, dan makan mengunjungi stan buku tersebut. Satu per satu mereka membaca buku sembari menghilangkan lelah.

Hasanuddin, pengurus Kompak menjelaskan, penyediaan buku di sela-sela car free day dilakukan sebagai upaya menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap budaya literasi. Menurut dia, budaya membaca masyarakat di Pamekasan cukup rendah.

”Inilah yang menjadi alasan kami untuk berupaya menyadarkan masyarakat agar memiliki minat baca yang tinggi,” katanya.

Baca Juga :  Totok Pengalaman di Bidang Infrastruktur

Dia menjelaskan, gerakan literasi sudah berjalan sekitar enam bulan. Buku yang disediakan hasil pemberian donatur. Bahkan, tidak sedikit peserta car free day menyumbangkan buku.

”Dengan langkah ini, peserta car free day bisa memanfaatkan waktu sambil membaca. Selain berolahraga, mereka juga bisa menambah ilmunya di stan ini,” terangnya.

Aziz Azhari, warga asal Kecamatan Pademawu mengapresiasi langkah Kompak. Menurut dia, gerakan literasi sangat positif. Terlebih, Pamekasan dikenal sebagai Kota Pendidikan.

Masyarakat Kota Gerbang Salam perlu memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan. ”Sangat bagus, karena masyarakat yang awalnya tidak ada niat untuk membaca buku, bisa baca,” katanya di sela-sela membaca buku di stan Kompak.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/