alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Belum Tahu Kapan Turun, tapi Sangat Membutuhkan

Menunggu Bantuan, Janda Tua Ingin Tersenyum di Bulan Kemerdekaan

Pemerintah berencana menyalurkan bantuan sosial (bansos) bersamaan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Khususnya untuk bantuan pangan nontunai (BPNT) periode Juni dan Juli. Bansos program keluarga harapan (PKH) tahap tiga juga akan disalurkan.

MOH. BUSRI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

MUNIRAH sudah lama ditinggal suaminya untuk selama-lamanya. Dengan kekasihnya yang sudah malam wafat itu, dia tidak memiliki buah hati. Kini dia tinggal bersama keponakan. Dialah yang membantu perempuan 57 tahun itu memenuhi kebutuhan hidup.

Munirah merupakan janda tua yang tidak memiliki anak. Aktivitas keseharian yang dia lalui hanya bertani. Dia tidak ingin berdiam diri di rumah. Harus beraktivitas meski pendapatan tidak seberapa.

Sumber pendapatan yang menopang kebutuhan hidupnya hanya berasal dari hasil pertanian. ”Saya tinggal bersama keponakan. Sebagian kebutuhan saya dibantu oleh keponakan,” tutur warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, itu kemarin (3/8).

Kondisi demikian itulah yang membuat Munirah tercatat sebagai penerima bantuan pangan nontunai (BPNT). Dia sangat menanti-nanti bantuan sosial tersebut. Sebab, dengan bantuan itu, biaya kebutuhan hidupnya bisa lebih ringan. ”Saya belum tahu kapan akan turun lagi bantuan itu. Tapi yang jelas, saya sangat membutuhkan,” katanya.

Baca Juga :  Cara Manifesto Idiot Kenalkan Seni Lukis ke Generasi Muda

Koordinator Kabupaten (Korkab) Pamekasan PKH Hanafi mengatakan, pencairan bantuan mengacu pada sosialisasi yang disampaikan Kementerian Sosial (Kemensos). Dia mengakui surat resmi belum diterima. Tapi, Kemensos sudah mengimbau agar dilakukan persiapan penyaluran di bulan ini,” ungkapnya kemarin (3/8).

Jumlah penerima bansos tersebut belum bisa diketahui. Sebab, surat keputusan (SK) penetapan nama-nama keluarga penerima manfaat (KPM) belum dikeluarkan. Namun, jika mengacu pada penyaluran bansos sebelumnya, penerima PKH tahap dua 49.221 keluarga penerima manfaat (KPM).

”Kemungkinan besar jumlahnya bisa sama atau bahkan bertambah karena dimungkinkan ada penerima baru yang masuk,” ujarnya.

Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan melalui pendamping PKH juga terus melakukan verifikasi kelayakan. Sebab, hal demikian dapat berpengaruh terhadap jumlah penerima bansos berikutnya. ”Seperti di bulan ini, ada 418 KPM yang dianggap tidak layak,” ucapnya.

Baca Juga :  Ngobrol Perjalanan Musik Bersama Hendra Gemma Dominan 

Dinsos juga mengusulkan beberapa KPM yang dinilai layak untuk menjadi penerima bansos. Namun, pengusulan tersebut tidak bisa dijamin akan disetujui sebagai penerima. ”Jadi bergantung keputusan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Berhubung Kemensos sudah memberikan sinyal terkait penyaluran PKH dan BPNT di bulan ini, pihaknya mulai melakukan persiapan. Salah satunya, sosialisasi terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan penyaluran bansos. ”Mulai dari pemerintah tingkat kecamatan hingga desa,” tuturnya.

Penyaluran BPNT dan PKH yang akan berlangsung pada bulan ini, tidak hanya berlaku untuk Pamekasan. Tapi, diselenggarakan serentak dalam skala nasional. Hanafi berharap penyaluran bansos ini mendapat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Sehingga, bisa berlangsung dengan sukses sebagaimana diinginkan pemerintah.

”Semua pihak itu harus saling melakukan pengendalian agar bansos bisa tepat sasaran dan tidak dipegang oleh orang lain,” harap Hanafi. (*/luq)

Pemerintah berencana menyalurkan bantuan sosial (bansos) bersamaan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Khususnya untuk bantuan pangan nontunai (BPNT) periode Juni dan Juli. Bansos program keluarga harapan (PKH) tahap tiga juga akan disalurkan.

MOH. BUSRI, Pamekasan, Jawa Pos Radar Madura

MUNIRAH sudah lama ditinggal suaminya untuk selama-lamanya. Dengan kekasihnya yang sudah malam wafat itu, dia tidak memiliki buah hati. Kini dia tinggal bersama keponakan. Dialah yang membantu perempuan 57 tahun itu memenuhi kebutuhan hidup.


Munirah merupakan janda tua yang tidak memiliki anak. Aktivitas keseharian yang dia lalui hanya bertani. Dia tidak ingin berdiam diri di rumah. Harus beraktivitas meski pendapatan tidak seberapa.

Sumber pendapatan yang menopang kebutuhan hidupnya hanya berasal dari hasil pertanian. ”Saya tinggal bersama keponakan. Sebagian kebutuhan saya dibantu oleh keponakan,” tutur warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, itu kemarin (3/8).

Kondisi demikian itulah yang membuat Munirah tercatat sebagai penerima bantuan pangan nontunai (BPNT). Dia sangat menanti-nanti bantuan sosial tersebut. Sebab, dengan bantuan itu, biaya kebutuhan hidupnya bisa lebih ringan. ”Saya belum tahu kapan akan turun lagi bantuan itu. Tapi yang jelas, saya sangat membutuhkan,” katanya.

Baca Juga :  Farhan Hafal 30 Juz, Kalahkan Peserta yang Lolos ke MTQ Nasional

Koordinator Kabupaten (Korkab) Pamekasan PKH Hanafi mengatakan, pencairan bantuan mengacu pada sosialisasi yang disampaikan Kementerian Sosial (Kemensos). Dia mengakui surat resmi belum diterima. Tapi, Kemensos sudah mengimbau agar dilakukan persiapan penyaluran di bulan ini,” ungkapnya kemarin (3/8).

Jumlah penerima bansos tersebut belum bisa diketahui. Sebab, surat keputusan (SK) penetapan nama-nama keluarga penerima manfaat (KPM) belum dikeluarkan. Namun, jika mengacu pada penyaluran bansos sebelumnya, penerima PKH tahap dua 49.221 keluarga penerima manfaat (KPM).

”Kemungkinan besar jumlahnya bisa sama atau bahkan bertambah karena dimungkinkan ada penerima baru yang masuk,” ujarnya.

Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan melalui pendamping PKH juga terus melakukan verifikasi kelayakan. Sebab, hal demikian dapat berpengaruh terhadap jumlah penerima bansos berikutnya. ”Seperti di bulan ini, ada 418 KPM yang dianggap tidak layak,” ucapnya.

Baca Juga :  Lagi, Pendamping PKH Jadi Tersangka

Dinsos juga mengusulkan beberapa KPM yang dinilai layak untuk menjadi penerima bansos. Namun, pengusulan tersebut tidak bisa dijamin akan disetujui sebagai penerima. ”Jadi bergantung keputusan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Berhubung Kemensos sudah memberikan sinyal terkait penyaluran PKH dan BPNT di bulan ini, pihaknya mulai melakukan persiapan. Salah satunya, sosialisasi terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan penyaluran bansos. ”Mulai dari pemerintah tingkat kecamatan hingga desa,” tuturnya.

Penyaluran BPNT dan PKH yang akan berlangsung pada bulan ini, tidak hanya berlaku untuk Pamekasan. Tapi, diselenggarakan serentak dalam skala nasional. Hanafi berharap penyaluran bansos ini mendapat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Sehingga, bisa berlangsung dengan sukses sebagaimana diinginkan pemerintah.

”Semua pihak itu harus saling melakukan pengendalian agar bansos bisa tepat sasaran dan tidak dipegang oleh orang lain,” harap Hanafi. (*/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/