alexametrics
23.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Sebelum Sabet Medali, Belajar Karate dan Muay Thai

Muhammad Subaidi, Atlet Peraih Emas Cabor Kickboxing

Muhammad Subaidi termasuk sosok yang pandai melihat dan memanfaatkan peluang. Indikasinya, dia gagal menjuarai cabor karate, tapi kini mendapat medali emas di cabor kickboxing.

JUPRI, Lumajang, Jawa Pos Radar Madura

PULUHAN orang bersorak di pinggir arena pertandingan kickboxing di ajang porprov VII di markas Batalyon Infanteri 509/Raider Kostrak Jember Minggu (26/6). Mereka meneriaki jagoannya yang bertanding di  atas ring dengan pengawasan wasit.

Mereka yang memberikan dukungan rata-rata berdiri meski sudah disediakan tempat duduk. Mereka seolah larut dalam pertandingan yang dilakoni oleh jagoan masing-masing. Seakan berada di arena pertandingan.

Salah seorang atlet yang keluar sebagai jawara adalah Muhammad Subaidi. Atlet asal Pamekasan itu berhasil mempersembahkan satu medali emas untuk Kota Gerbang Salam. Medali tersebut dipersembahkan dari kelas low kick 54 kilogram putra.

Butuh kerja keras bagi alumnus SMAN 2 Pamekasan itu untuk bisa membawa pulang medali emas dari ajang porprov. Sebab, dia harus merasakan empat kali sengitnya pertandingan sebelum menerima medali emas.

Di babak penyisihan, Subaidi harus bertanding melawan kontestan asal Kota Blitar. Di pertandingan kedua, dia berhadapan dengan atlet Kabupaten Lamongan. Lalu di babak semifinal, Subaidi harus bertarung melawan atlet Kota Pasuruan agar lolos ke babak final. ”Di final bertemu dengan (atlet) Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bambang Eko Priyanto, Pemuda 30 Tahun yang Terbaring Lemas sejak Lahir

Dari empat pertandingan tersebut, laga pertama dan kedua dianggap paling sengit. Sebab, di babak penyisihan dan perempat final itu masih buta kekuatan lawan. Sementara di babak semifinal dan final, jalannya pertandingan terasa lebih mudah.

”Saya sudah mengetahui kekuatan lawan. Itu setelah saya mengamati lawan tanding saat mereka di atas ring melawan kontingen lain,” imbuhnya.

Pengalaman bertanding di ajang porprov merupakan yang kedua kalinya bagi putra pasangan Jufriadi dan Erlik Megawati tersebut. Pada Porprov VI 2019, dia pernah berlaga di cabor karate. Namun, saat itu Subaidi belum mampu mendulang prestasi.

Setelah Porprov 2019, pria asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, itu mulai berlatih bela diri muay thai. Tujuannya, menambah pengalaman dan pengetahuan tentang bela diri dari Negeri Gajah Putih tersebut.

Setelah satu tahun menggeluti muay thai, Subaidi akhirnya mencari peluang untuk bisa tampil di porprov VII. Peluang yang dianggap memungkinkan untuk dirinya membawa pulang medali yaitu kickboxing. Alasannya, belum banyak diketahui publik dan kontestan relatif lebih sedikit.

Baca Juga :  Percepat Herd Immunity, SMAN 2 Pamekasan Gelar Vaksinasi Dosis Kedua

”Kalau di karate itu banyak. Persaingannya juga ketat,” imbuhnya.

Pada 2020, lulusan SDN Jungcangcang itu kemudian mulai berlatih kickboxing. Lokasimya di Jalan Dirgahayu dan Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan. Praktis, persiapan untuk bisa tampil ajang porprov melalui cabor kickboxing tersisa dua tahun.

Subaidi mengakui harus beradaptasi dan memulai dari awal dalam menggeluti cabor baru tersebut. Namun, proses adaptasi tidak membutuhkan waktu lama. Sebab, gerakan muay thai dan karate relatif sama dengan kickboxing. ”Kalau kuda-kuda itu sama,” imbuhnya.

Meski mampu meraih juara di ajang porprov dari cabor kickboxing, kecintaannya terhadap bela diri karate dan muay thai tidak memudar. Sebab, karate sudah mendarah daging bagi alumnus SMPN 8 Pamekasan tersebut. ”Saya belajar karate sejak duduk di bangku SD,” tuturnya.

Bagi Subaidi, cabor muay thai memberikan banyak pengalaman. Apalagi, di ajang porprov tahun ini dia dapat membawa pulang medali emas untuk Pamekasan. ”Medali ini saya persembahkan untuk pelatih yang sabar mendidik saya, orang tua, dan segenap warga Pamekasan,” ucapnya. (*/yan)

 

Muhammad Subaidi termasuk sosok yang pandai melihat dan memanfaatkan peluang. Indikasinya, dia gagal menjuarai cabor karate, tapi kini mendapat medali emas di cabor kickboxing.

JUPRI, Lumajang, Jawa Pos Radar Madura

PULUHAN orang bersorak di pinggir arena pertandingan kickboxing di ajang porprov VII di markas Batalyon Infanteri 509/Raider Kostrak Jember Minggu (26/6). Mereka meneriaki jagoannya yang bertanding di  atas ring dengan pengawasan wasit.


Mereka yang memberikan dukungan rata-rata berdiri meski sudah disediakan tempat duduk. Mereka seolah larut dalam pertandingan yang dilakoni oleh jagoan masing-masing. Seakan berada di arena pertandingan.

Salah seorang atlet yang keluar sebagai jawara adalah Muhammad Subaidi. Atlet asal Pamekasan itu berhasil mempersembahkan satu medali emas untuk Kota Gerbang Salam. Medali tersebut dipersembahkan dari kelas low kick 54 kilogram putra.

Butuh kerja keras bagi alumnus SMAN 2 Pamekasan itu untuk bisa membawa pulang medali emas dari ajang porprov. Sebab, dia harus merasakan empat kali sengitnya pertandingan sebelum menerima medali emas.

Di babak penyisihan, Subaidi harus bertanding melawan kontestan asal Kota Blitar. Di pertandingan kedua, dia berhadapan dengan atlet Kabupaten Lamongan. Lalu di babak semifinal, Subaidi harus bertarung melawan atlet Kota Pasuruan agar lolos ke babak final. ”Di final bertemu dengan (atlet) Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Baca Juga :  Bambang Eko Priyanto, Pemuda 30 Tahun yang Terbaring Lemas sejak Lahir
- Advertisement -

Dari empat pertandingan tersebut, laga pertama dan kedua dianggap paling sengit. Sebab, di babak penyisihan dan perempat final itu masih buta kekuatan lawan. Sementara di babak semifinal dan final, jalannya pertandingan terasa lebih mudah.

”Saya sudah mengetahui kekuatan lawan. Itu setelah saya mengamati lawan tanding saat mereka di atas ring melawan kontingen lain,” imbuhnya.

Pengalaman bertanding di ajang porprov merupakan yang kedua kalinya bagi putra pasangan Jufriadi dan Erlik Megawati tersebut. Pada Porprov VI 2019, dia pernah berlaga di cabor karate. Namun, saat itu Subaidi belum mampu mendulang prestasi.

Setelah Porprov 2019, pria asal Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, itu mulai berlatih bela diri muay thai. Tujuannya, menambah pengalaman dan pengetahuan tentang bela diri dari Negeri Gajah Putih tersebut.

Setelah satu tahun menggeluti muay thai, Subaidi akhirnya mencari peluang untuk bisa tampil di porprov VII. Peluang yang dianggap memungkinkan untuk dirinya membawa pulang medali yaitu kickboxing. Alasannya, belum banyak diketahui publik dan kontestan relatif lebih sedikit.

Baca Juga :  Mobil Kayu Jati Milik Pengusaha Ban Ini Ditawar Rp 600 Juta

”Kalau di karate itu banyak. Persaingannya juga ketat,” imbuhnya.

Pada 2020, lulusan SDN Jungcangcang itu kemudian mulai berlatih kickboxing. Lokasimya di Jalan Dirgahayu dan Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan. Praktis, persiapan untuk bisa tampil ajang porprov melalui cabor kickboxing tersisa dua tahun.

Subaidi mengakui harus beradaptasi dan memulai dari awal dalam menggeluti cabor baru tersebut. Namun, proses adaptasi tidak membutuhkan waktu lama. Sebab, gerakan muay thai dan karate relatif sama dengan kickboxing. ”Kalau kuda-kuda itu sama,” imbuhnya.

Meski mampu meraih juara di ajang porprov dari cabor kickboxing, kecintaannya terhadap bela diri karate dan muay thai tidak memudar. Sebab, karate sudah mendarah daging bagi alumnus SMPN 8 Pamekasan tersebut. ”Saya belajar karate sejak duduk di bangku SD,” tuturnya.

Bagi Subaidi, cabor muay thai memberikan banyak pengalaman. Apalagi, di ajang porprov tahun ini dia dapat membawa pulang medali emas untuk Pamekasan. ”Medali ini saya persembahkan untuk pelatih yang sabar mendidik saya, orang tua, dan segenap warga Pamekasan,” ucapnya. (*/yan)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/