alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, June 28, 2022

Menyongsong Era Kenormalan Baru, Boekit Tinggi Mulai Diserbu

Tempat wisata di Sumenep mulai beroperasi. Setelah lama ditutup, pengunjung wisata Boekit Tinggi mulai kembali ramai. Protokol kesehatan harus dipatuhi.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, RadarMadura.id

SELAMA pandemi Covid-19, usaha pada sektor wisata sangat memprihatinkan. Aktivitas tempat wisata diimbau untuk dihentikan. Pemerintah tidak ingin tempat wisata menjadi klaster persebaran virus korona.

Akibatnya, 22 karyawan Wisata Boekit Tinggi dirumahkan untuk efisiensi keuangan perusahaan. Sebab, perawatan fasilitas wisata tetap berjalan meski tanpa pemasukan. Selama ini pengelola selalu patuh pada imbauan pemerintah.

Sampai pada wacana penerapan kenormalan baru, destinasi wisata alam di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng itu kembali diaktifkan. Yakni, setelah adanya edaran terbaru untuk mengajukan pembukaan tempat wisata. Dengan syarat, menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Saat ini segala keperluan untuk sarana protokol kesehatan sudah disiapkan. Bahkan, disediakan masker gratis untuk setiap pengunjung. Namun, tidak semua karyawan kembali bekerja. Sebab, sebagian besar sudah ada yang mendapatkan pekerjaan lain.

Baca Juga :  Miftahur Rozaq, Kiai yang Lebih Dikenal sebagai Komisioner KPU

Setelah diaktifkan, hanya delapan karyawan yang kembali aktif bekerja di wisata Boekit Tinggi. Terkait dengan pengaturan jarak pengunjung juga sudah dilakukan. Apalagi, pintu masuk dan pintu keluar memang tidak satu jalur sejak wisata tersebut dibangun.

Manajer Wisata Boekit Tinggi Wahyudi menerangkan, tidak ada kenaikan tarif untuk pengunjung sekalipun usaha wisata sempat terpuruk. Setiap pengunjung tetap dikenakan Rp 15 ribu per orang. Mereka sudah bebas menikmati keindahan lingkungan wisata yang luasnya hampir satu hektare itu. Tentu harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Sejak dibuka, pengunjung didominasi dari luar Sumenep. Mayoritas pengunjung dari Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Paling ramai pada saat weekend.

”Selain Sabtu dan Minggu masih sangat sepi. Kalau weekend pengunjung sudah mencapai ratusan orang,” jelasnya.

Baca Juga :  Ngaji Seni dan Budaya Bareng Seniman Kota Udang

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar segala sektor yang terdampak segera pulih. Apalagi, beberapa tahun terakhir Kota Keris dikenal dengan banyak tempat wisata yang populer.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep Imam Bukhori menjelaskan, kelonggaran untuk pengaktifan usaha wisata tetap menyesuaikan dengan edaran Tim Gugus Tugas Covid-19. Pembukaan secara selektif setelah ada pengajuan dan hasil peninjauan tim.

Dia tidak menampik sebagian tempat wisata telah beroperasi tanpa pengajuan. Tempat-tempat itu segera akan ditinjau. Disparbudpora akan memfasilitasi pengelola usaha untuk mengajukan permohonan kepada tim gugus tugas. Atau, memberikan pemahaman terkait edaran yang sudah tersebar.

Pola pengawasan destinasi wisata tetap menyesuaikan dengan instruksi tim gugus tugas. Protokol pencegahan Covid-19 harus menjadi syarat utama. ”Ini dalam rengka menyongsong normalisasi dan mengejar ketertinggalan selama pandemi,” jelas Imam.

Tempat wisata di Sumenep mulai beroperasi. Setelah lama ditutup, pengunjung wisata Boekit Tinggi mulai kembali ramai. Protokol kesehatan harus dipatuhi.

JUNAIDI PONDIYANTO, Sumenep, RadarMadura.id

SELAMA pandemi Covid-19, usaha pada sektor wisata sangat memprihatinkan. Aktivitas tempat wisata diimbau untuk dihentikan. Pemerintah tidak ingin tempat wisata menjadi klaster persebaran virus korona.


Akibatnya, 22 karyawan Wisata Boekit Tinggi dirumahkan untuk efisiensi keuangan perusahaan. Sebab, perawatan fasilitas wisata tetap berjalan meski tanpa pemasukan. Selama ini pengelola selalu patuh pada imbauan pemerintah.

Sampai pada wacana penerapan kenormalan baru, destinasi wisata alam di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng itu kembali diaktifkan. Yakni, setelah adanya edaran terbaru untuk mengajukan pembukaan tempat wisata. Dengan syarat, menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Saat ini segala keperluan untuk sarana protokol kesehatan sudah disiapkan. Bahkan, disediakan masker gratis untuk setiap pengunjung. Namun, tidak semua karyawan kembali bekerja. Sebab, sebagian besar sudah ada yang mendapatkan pekerjaan lain.

Baca Juga :  Bintang Kecil Tempat Gembleng Calon Anggota

Setelah diaktifkan, hanya delapan karyawan yang kembali aktif bekerja di wisata Boekit Tinggi. Terkait dengan pengaturan jarak pengunjung juga sudah dilakukan. Apalagi, pintu masuk dan pintu keluar memang tidak satu jalur sejak wisata tersebut dibangun.

Manajer Wisata Boekit Tinggi Wahyudi menerangkan, tidak ada kenaikan tarif untuk pengunjung sekalipun usaha wisata sempat terpuruk. Setiap pengunjung tetap dikenakan Rp 15 ribu per orang. Mereka sudah bebas menikmati keindahan lingkungan wisata yang luasnya hampir satu hektare itu. Tentu harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Sejak dibuka, pengunjung didominasi dari luar Sumenep. Mayoritas pengunjung dari Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Paling ramai pada saat weekend.

”Selain Sabtu dan Minggu masih sangat sepi. Kalau weekend pengunjung sudah mencapai ratusan orang,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Ini Semua PNS Wajib Masuk

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar segala sektor yang terdampak segera pulih. Apalagi, beberapa tahun terakhir Kota Keris dikenal dengan banyak tempat wisata yang populer.

Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep Imam Bukhori menjelaskan, kelonggaran untuk pengaktifan usaha wisata tetap menyesuaikan dengan edaran Tim Gugus Tugas Covid-19. Pembukaan secara selektif setelah ada pengajuan dan hasil peninjauan tim.

Dia tidak menampik sebagian tempat wisata telah beroperasi tanpa pengajuan. Tempat-tempat itu segera akan ditinjau. Disparbudpora akan memfasilitasi pengelola usaha untuk mengajukan permohonan kepada tim gugus tugas. Atau, memberikan pemahaman terkait edaran yang sudah tersebar.

Pola pengawasan destinasi wisata tetap menyesuaikan dengan instruksi tim gugus tugas. Protokol pencegahan Covid-19 harus menjadi syarat utama. ”Ini dalam rengka menyongsong normalisasi dan mengejar ketertinggalan selama pandemi,” jelas Imam.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/