alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Ingin Cetak Gol, Suka Telepon Istri ketika Sahur

BANGKALAN – Ibadah puasa tahun ini dijalani dengan senang hati oleh Andik Rendika Rama. Sebagai pesepak bola, dia ingin mencetak gol bagi Madura United sebelum bulan Ramadan berakhir.

Jalanan Kota Surabaya tetap padat di siang hari di bulan Ramadan pada Jumat (1/6). Itu dirasakan Andik Rendika Rama yang mengendarai mobil dengan santai. Salah satu wing back Madura United ini hendak kembali ke mes pemain di Bangkalan.

Pemain yang akrab disapa Rendika ini baru pulang dari Gresik yang merupakan kota asalnya. ”Saya insyaallah tiba di mes pukul 15.00. Soalnya latihan dimulai pukul 15.30,” katanya sembari menyetir mobil.

Ya, sehari sebelumnya seluruh penggawa Madura United mendapatkan waktu libur. Hanya sehari. Waktu tersebut dimanfaatkan pesepak bola 25 tahun ini untuk berkumpul lagi bersama keluarga. ”Saya diizinkan pulang. Gresik kan tidak jauh dari Bangkalan,” jelas Rendika.

Rendika menjalani ketatnya kompetisi Liga 1 musim ini sembari berpuasa. Itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai pemain. ”Ini sudah tanggung jawab kami sebagai pesepak bola. Juga cari rezeki untuk keluarga,” ucapnya.

Baca Juga :  Madura United Ingin Persembahkan Kemenangan untuk Suporter

Pemilik nomor punggung 6 di Madura United itu sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Sang istri, Afifah Elsa Rahma, tengah mengandung buah hati bek andalan Madura United tersebut.

Rendika mengaku tak sabar menanti kelahiran anak pertamanya. ”Kata dokter, bulan ini tanggal 15 atau 16 insyaallah lahir,” ungkap Rendika. Sebagai calon ayah, dia ingin meningkatkan kontribusinya bagi sang istri.

Yaitu, dengan sering melakukan komunikasi dan bisa tetap semangat berkarir. Pesepak bola kelahiran 16 Maret 1993 tersebut berharap bisa mempersembahkan gol bagi Madura United di bulan puasa ini.

”Saya ingin di bulan Ramadan ini bisa cetak gol. Meskipun itu bukan target utama saya. Tapi kalau Allah kasih, saya sangat bersyukur,” harap pemain yang sudah mencatatkan 9 kali penampilan bersama Madura United.

Sebagai pemain bertahan, mencetak gol bukanlah sebuah kewajiban. Namun, keinginan itu dia sampaikan khusus di bulan puasa tahun ini. ”Nanti selebrasinya bisa sambil masukin bola ke kaus karena istri lagi hamil,” ujarnya.

Baca Juga :  Cerita Muzammil Frasdia, Penulis Beberapa Buku Puisi

Rendika menceritakan, sang istri selalu mendoakan. Untuk itu, pemain yang telah mencetak satu assist di musim ini ingin memberikan kado untuk sang istri dengan mencetak gol. ”Biasanya kalau sedang telepon, istri saya sering mendoakan,” katanya.

Komunikasi Rendika dengan keluarga di Gresik intens. ”Biasanya saat sahur istri saya telepon untuk bangunin. Istri saya kan gak puasa, jadi saya yang dibangunin,” tutur Rendika.

Berpuasa sambil berkompetisi bukanlah hal yang belum pernah Rendika lakukan. Sejak musim 2014, dia sudah menjalaninya. Kebiasaan ini diharapkan bisa memberikan nuansa berbeda di puasa kali ini.

”Dalam hal ibadah tentu harus ditingkatkan. Kalau tidak sempat tadarus di masjid, di kamar sendiri saya sempatkan mengaji,” kata Rendika. Selain itu, pengalaman berpuasa di Jayapura dan Makassar bukanlah kali pertama bagi Rendika.

”Itu pengalaman kedua saya berpuasa di Jayapura dan di Makassar. Pertama dulu waktu masih di Persija. Alhamdulillah tidak ada kendala,” tukasnya.

BANGKALAN – Ibadah puasa tahun ini dijalani dengan senang hati oleh Andik Rendika Rama. Sebagai pesepak bola, dia ingin mencetak gol bagi Madura United sebelum bulan Ramadan berakhir.

Jalanan Kota Surabaya tetap padat di siang hari di bulan Ramadan pada Jumat (1/6). Itu dirasakan Andik Rendika Rama yang mengendarai mobil dengan santai. Salah satu wing back Madura United ini hendak kembali ke mes pemain di Bangkalan.

Pemain yang akrab disapa Rendika ini baru pulang dari Gresik yang merupakan kota asalnya. ”Saya insyaallah tiba di mes pukul 15.00. Soalnya latihan dimulai pukul 15.30,” katanya sembari menyetir mobil.


Ya, sehari sebelumnya seluruh penggawa Madura United mendapatkan waktu libur. Hanya sehari. Waktu tersebut dimanfaatkan pesepak bola 25 tahun ini untuk berkumpul lagi bersama keluarga. ”Saya diizinkan pulang. Gresik kan tidak jauh dari Bangkalan,” jelas Rendika.

Rendika menjalani ketatnya kompetisi Liga 1 musim ini sembari berpuasa. Itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai pemain. ”Ini sudah tanggung jawab kami sebagai pesepak bola. Juga cari rezeki untuk keluarga,” ucapnya.

Baca Juga :  Di Lapangan Rival, di Tribun Kawan

Pemilik nomor punggung 6 di Madura United itu sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Sang istri, Afifah Elsa Rahma, tengah mengandung buah hati bek andalan Madura United tersebut.

Rendika mengaku tak sabar menanti kelahiran anak pertamanya. ”Kata dokter, bulan ini tanggal 15 atau 16 insyaallah lahir,” ungkap Rendika. Sebagai calon ayah, dia ingin meningkatkan kontribusinya bagi sang istri.

Yaitu, dengan sering melakukan komunikasi dan bisa tetap semangat berkarir. Pesepak bola kelahiran 16 Maret 1993 tersebut berharap bisa mempersembahkan gol bagi Madura United di bulan puasa ini.

”Saya ingin di bulan Ramadan ini bisa cetak gol. Meskipun itu bukan target utama saya. Tapi kalau Allah kasih, saya sangat bersyukur,” harap pemain yang sudah mencatatkan 9 kali penampilan bersama Madura United.

Sebagai pemain bertahan, mencetak gol bukanlah sebuah kewajiban. Namun, keinginan itu dia sampaikan khusus di bulan puasa tahun ini. ”Nanti selebrasinya bisa sambil masukin bola ke kaus karena istri lagi hamil,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Pemain Jadi Atensi RD karena Berat Badan Melebihi Batas

Rendika menceritakan, sang istri selalu mendoakan. Untuk itu, pemain yang telah mencetak satu assist di musim ini ingin memberikan kado untuk sang istri dengan mencetak gol. ”Biasanya kalau sedang telepon, istri saya sering mendoakan,” katanya.

Komunikasi Rendika dengan keluarga di Gresik intens. ”Biasanya saat sahur istri saya telepon untuk bangunin. Istri saya kan gak puasa, jadi saya yang dibangunin,” tutur Rendika.

Berpuasa sambil berkompetisi bukanlah hal yang belum pernah Rendika lakukan. Sejak musim 2014, dia sudah menjalaninya. Kebiasaan ini diharapkan bisa memberikan nuansa berbeda di puasa kali ini.

”Dalam hal ibadah tentu harus ditingkatkan. Kalau tidak sempat tadarus di masjid, di kamar sendiri saya sempatkan mengaji,” kata Rendika. Selain itu, pengalaman berpuasa di Jayapura dan Makassar bukanlah kali pertama bagi Rendika.

”Itu pengalaman kedua saya berpuasa di Jayapura dan di Makassar. Pertama dulu waktu masih di Persija. Alhamdulillah tidak ada kendala,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/