alexametrics
20.8 C
Madura
Wednesday, August 17, 2022

Tenaga Kerja Wanita Juga Poliandri

MALAYSIA – Nikah siri atau poligami di kalangan pekerja di Malaysia tidak sekadar isu. Informasi itu juga diperkuat keterangan sopir di Malaysia. Saat koran ini memanfaatkan taksi menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), sang sopir itu bercerita tren nikah siri atau poligami di kalangan TKI.

Bahkan, oknum TKW yang sudah memiliki suami dan anak juga masih berpoliandri. Tidak jelas apakah TKW itu berasal dari Madura atau wilayah lain. Namun, dia mengaku kenal dengan perempuan itu.

”Kalau laki-laki masih mending. Ini perempuan yang sudah bersuami,” terangnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Umar, seorang TKI, menjelaskan, prosesi pernikahan para pekerja di sana seperti biasa dilaksanakan di Madura. Namun tidak dikemas dengan meriah. Biasanya hanya mengundang warga yang menempati kongsi.

Baca Juga :  Tujuh Tahun, 2.267 TKI Dipulangkan Paksa

”Yang menikahkan itu biasanya ustadz yang pernah berstatus santri. Saat akad, biasanya mengundang beberapa TKI yang ada di kongsi,” terangnya.

Yang poligami, lanjut Umar, biasanya dia sudah memiliki upah besar. Misalkan dia menjadi ketua kerja dan sebagainya. Relasi untuk mencari istri biasanya melalui teman ke teman.

”Soal poligami paling gampang di Malaysia. Punya istri tiga di Malaysia sudah biasa,” ucap pria 50 asal Pamekasan itu.

Umar juga tidak mengelak bahwa ada TKW yang menikah di Malaysia. Padahal di tempat asal mungkin punya suami. Biasanya, mereka mengaku tidak punya pasangan saat berada di rantau. ”Umumnya mereka dari luar Madura,” tandasnya.

MALAYSIA – Nikah siri atau poligami di kalangan pekerja di Malaysia tidak sekadar isu. Informasi itu juga diperkuat keterangan sopir di Malaysia. Saat koran ini memanfaatkan taksi menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), sang sopir itu bercerita tren nikah siri atau poligami di kalangan TKI.

Bahkan, oknum TKW yang sudah memiliki suami dan anak juga masih berpoliandri. Tidak jelas apakah TKW itu berasal dari Madura atau wilayah lain. Namun, dia mengaku kenal dengan perempuan itu.

”Kalau laki-laki masih mending. Ini perempuan yang sudah bersuami,” terangnya dengan nada kesal.


Sementara itu, Umar, seorang TKI, menjelaskan, prosesi pernikahan para pekerja di sana seperti biasa dilaksanakan di Madura. Namun tidak dikemas dengan meriah. Biasanya hanya mengundang warga yang menempati kongsi.

Baca Juga :  Cinta Lokasi Awali Nikah Siri dan Poligami

”Yang menikahkan itu biasanya ustadz yang pernah berstatus santri. Saat akad, biasanya mengundang beberapa TKI yang ada di kongsi,” terangnya.

Yang poligami, lanjut Umar, biasanya dia sudah memiliki upah besar. Misalkan dia menjadi ketua kerja dan sebagainya. Relasi untuk mencari istri biasanya melalui teman ke teman.

”Soal poligami paling gampang di Malaysia. Punya istri tiga di Malaysia sudah biasa,” ucap pria 50 asal Pamekasan itu.

- Advertisement -

Umar juga tidak mengelak bahwa ada TKW yang menikah di Malaysia. Padahal di tempat asal mungkin punya suami. Biasanya, mereka mengaku tidak punya pasangan saat berada di rantau. ”Umumnya mereka dari luar Madura,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/