alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Cinta Lokasi Awali Nikah Siri dan Poligami

MALAYSIA – Kesetiaan TKI kepada pasangan harus benar-benar kuat. Banyak godaan ketika mereka berada di tanah rantau. Jika tidak, nikah siri dan poligami menjadi pilihan.

Untuk berangkat ke Malaysia, para tenaga kerja Indonesia (TKI) sudah mendapatkan persetujuan keluarga. Mereka sudah pamit kepada orang tua, anak, dan istri atau suami.

Bagi yang sudah memiliki istri sudah terjalin komitmen di antara mereka untuk saling setia. Sebab, hanya faktor ekonomilah yang memaksa mereka terpisah jarak. Demi cita-cita mereka untuk mengubah nasib hidup ke depan agar lebih baik. Namun seiring waktu, jarak dan waktu pulalah, komitmen mereka terkadang pupus.

Sebagian TKI tidak mampu menolak gejolak cinta lokasi (cinlok). Sehingga, nikah siri dan poligami pun menjadi pilihan. Nikah siri seolah menjadi tren di kalangan TKI. Baik mereka yang masih jomblo atau mereka yang sudah memiliki pasangan.

”Bahkan di kalangan TKI sudah menjadi lelucon. Kalau ada perempuan tidak laku, cepat-cepat bawa ke Malaysia. Pasti bersuami,” ujar Ahmad, TKI asal Madura sembari terkekeh-kekeh.

Pria asal Sampang ini mengungkapkan, di negeri jiran banyak tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Sebagian dari Madura. Pertemuan pekerja laki-laki dan perempuan itu bisa menumbuhkan cinta berujung pernikahan.

Para TKI itu biasa menikah dengan TKW dari Madura. Ada juga yang menikah dengan perempuan luar Madura. Bahkan, tidak sedikit pula menikah dengan perempuan asal Bangladesh dan negara lain.

Baca Juga :  Pekerja Pulang, Diarahkan Buka Usaha

Kalau menikah dengan perempuan asal Malaysia jarang. Sebab mereka banyak yang tidak mau. Di Malaysia memang tidak diperbolehkan nikah siri. Pernikahan harus sepengetahuan KUA. Jika tidak melalui KUA, bisa dituntut secara hukum.

Untuk menikah, mereka ada yang berterus terang ke keluarga di Madura. Namun, ada pula yang melakukan secara diam-diam. Dari istri yang baru itu, mereka juga dikaruniai anak.

Biasanya, ketika sudah hamil tua mereka pulang ke kampung halaman. Persalinan harus dilakukan di tempat asal. Mereka khawatir ditangkap petugas keamanan jika harus bersalin ke rumah sakit di Malaysia.

Alasannya, status sebagai TKI ilegal dan menikah secara siri. Sesuai aturan, TKI memang dilarang menikah dan membawa keluarga. Namun ada juga yang nekat melahirkan di Malaysia tanpa bantuan medis.

TKI yang nikah siri atau berpoligami biasanya TKI ilegal. Berbeda dengan yang menajdi TKI legal. Namun hal itu juga tidak menjadi jaminan. Sebab di antara TKI legal itu juga ada yang nikah siri atau poligami.

Pria 40 tahun yang meninggalkan istri di Madura itu mengungkapkan, sebagian TKI melakukan nikah siri atau poligami karena lama tidak pulang kampung halaman. Maklum, untuk bisa pulang tidak mudah bagi mereka. Sementara kebutuhan hasrat biologis tidak bisa dibendung.

Baca Juga :  Sempatkan Telepon Istri ketika Hendak Sahur

Selain itu, uang yang mereka simpan dari hasil kerjanya masih sedikit. Karena itu, mereka lebih memilih bertahan di perantauan. Jika memaksa pulang, selama lima tahun ke depan tidak diperbolehkan kembali. Ketentuan itu sudah menjadi aturan, khususnya bagi TKI ilegal.

”TKI ilegal yang akan balik ke Indonesia sangat susah jika tidak ada pengampunan dari kerajaan. Sebab, tidak ada pintu. Ini menjadi pemicu maraknya nikah siri di Malaysia,” kata Zaid (bukan nama sebenarnya).

Pria sekitar 46 tahun asal Pamekasan ini mengaku juga memiliki istri kedua di Malaysia. Istri yang dinikahi juga TKW asal Madura. Sebelumnya, dia tidak pernah terbesit untuk berpoligami.

”Awalnya saya punya komitmen dengan istri di Madura. Tapi karena sudah lama di sini, mau gimana lagi,” ujarnya sembari tersipu malu saat ditemui di warung kopi di daerah Kajang, Malaysia.

Dari pernikahan dengan istri keduanya itu, dia dikaruniai satu anak. Anaknya ditinggal di Madura. Dengan istri pertama juga sudah mempunyai anak. Upah kerja yang dia terima dibagi adil untuk kedua istrinya.

”Anak TKI itu juga banyak di sini. Namun banyak juga yang dititip ke keluargnya di Madura,” terangnya.

MALAYSIA – Kesetiaan TKI kepada pasangan harus benar-benar kuat. Banyak godaan ketika mereka berada di tanah rantau. Jika tidak, nikah siri dan poligami menjadi pilihan.

Untuk berangkat ke Malaysia, para tenaga kerja Indonesia (TKI) sudah mendapatkan persetujuan keluarga. Mereka sudah pamit kepada orang tua, anak, dan istri atau suami.

Bagi yang sudah memiliki istri sudah terjalin komitmen di antara mereka untuk saling setia. Sebab, hanya faktor ekonomilah yang memaksa mereka terpisah jarak. Demi cita-cita mereka untuk mengubah nasib hidup ke depan agar lebih baik. Namun seiring waktu, jarak dan waktu pulalah, komitmen mereka terkadang pupus.


Sebagian TKI tidak mampu menolak gejolak cinta lokasi (cinlok). Sehingga, nikah siri dan poligami pun menjadi pilihan. Nikah siri seolah menjadi tren di kalangan TKI. Baik mereka yang masih jomblo atau mereka yang sudah memiliki pasangan.

”Bahkan di kalangan TKI sudah menjadi lelucon. Kalau ada perempuan tidak laku, cepat-cepat bawa ke Malaysia. Pasti bersuami,” ujar Ahmad, TKI asal Madura sembari terkekeh-kekeh.

Pria asal Sampang ini mengungkapkan, di negeri jiran banyak tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Sebagian dari Madura. Pertemuan pekerja laki-laki dan perempuan itu bisa menumbuhkan cinta berujung pernikahan.

Para TKI itu biasa menikah dengan TKW dari Madura. Ada juga yang menikah dengan perempuan luar Madura. Bahkan, tidak sedikit pula menikah dengan perempuan asal Bangladesh dan negara lain.

Baca Juga :  Pamekasan, Sumenep, dan Bangkalan Raih Opini WTP

Kalau menikah dengan perempuan asal Malaysia jarang. Sebab mereka banyak yang tidak mau. Di Malaysia memang tidak diperbolehkan nikah siri. Pernikahan harus sepengetahuan KUA. Jika tidak melalui KUA, bisa dituntut secara hukum.

Untuk menikah, mereka ada yang berterus terang ke keluarga di Madura. Namun, ada pula yang melakukan secara diam-diam. Dari istri yang baru itu, mereka juga dikaruniai anak.

Biasanya, ketika sudah hamil tua mereka pulang ke kampung halaman. Persalinan harus dilakukan di tempat asal. Mereka khawatir ditangkap petugas keamanan jika harus bersalin ke rumah sakit di Malaysia.

Alasannya, status sebagai TKI ilegal dan menikah secara siri. Sesuai aturan, TKI memang dilarang menikah dan membawa keluarga. Namun ada juga yang nekat melahirkan di Malaysia tanpa bantuan medis.

TKI yang nikah siri atau berpoligami biasanya TKI ilegal. Berbeda dengan yang menajdi TKI legal. Namun hal itu juga tidak menjadi jaminan. Sebab di antara TKI legal itu juga ada yang nikah siri atau poligami.

Pria 40 tahun yang meninggalkan istri di Madura itu mengungkapkan, sebagian TKI melakukan nikah siri atau poligami karena lama tidak pulang kampung halaman. Maklum, untuk bisa pulang tidak mudah bagi mereka. Sementara kebutuhan hasrat biologis tidak bisa dibendung.

Baca Juga :  Bahan Baku Dibeli dari Mantan Rekan Kerja, 2 Hari Bisa Tuntaskan Order

Selain itu, uang yang mereka simpan dari hasil kerjanya masih sedikit. Karena itu, mereka lebih memilih bertahan di perantauan. Jika memaksa pulang, selama lima tahun ke depan tidak diperbolehkan kembali. Ketentuan itu sudah menjadi aturan, khususnya bagi TKI ilegal.

”TKI ilegal yang akan balik ke Indonesia sangat susah jika tidak ada pengampunan dari kerajaan. Sebab, tidak ada pintu. Ini menjadi pemicu maraknya nikah siri di Malaysia,” kata Zaid (bukan nama sebenarnya).

Pria sekitar 46 tahun asal Pamekasan ini mengaku juga memiliki istri kedua di Malaysia. Istri yang dinikahi juga TKW asal Madura. Sebelumnya, dia tidak pernah terbesit untuk berpoligami.

”Awalnya saya punya komitmen dengan istri di Madura. Tapi karena sudah lama di sini, mau gimana lagi,” ujarnya sembari tersipu malu saat ditemui di warung kopi di daerah Kajang, Malaysia.

Dari pernikahan dengan istri keduanya itu, dia dikaruniai satu anak. Anaknya ditinggal di Madura. Dengan istri pertama juga sudah mempunyai anak. Upah kerja yang dia terima dibagi adil untuk kedua istrinya.

”Anak TKI itu juga banyak di sini. Namun banyak juga yang dititip ke keluargnya di Madura,” terangnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/