alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Guru TK Harus Bisa Jaga Konsentrasi Anak

SAMPANG – Ida Rohyati, S.Pd. merupakan salah seorang guru TK Islam Yassir Torjun yang sudah tiga kali meraih juara guru berprestasi tingkat kabupaten. Tahun ini dia meraih juara tiga guru berprestasi tingkat kabupaten.

Ida Rohyati lahir di Sampang, tepatnya di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, 1987 lalu. Istri Sudarsono, S.Ap. ini dikaruniai dua putra. Yakni, Muhammad Nur Alam dan Muhammad Alfatih.

Istri sekretaris Desa Krampon ini memutuskan menjadi guru pada 2005. Saat itu dia sedang menempuh kuliah D-2 PGSD/MI di STITNAT Sampang dan lulus 2007. Pada 2008, dia kuliah lagi di IKIP Jember mengambil jurusan S-1 PAUD dan lulus 2010.

Pada 2013, dia lulus pendidikan dan pelatihan profesi guru (PLPG) serta sertifikasi pada 2014. Pada 2017, SK inpassing yang setara dengan PNS gol 3A dia terima.

Baca Juga :  Korpri Sampang Bagikan Zakat Fitrah kepada 6.200 Kaum Duafa

Meski bukan pegawai negeri sipil (PNS), guru yang satu ini memiliki prestasi gemilang. Pada 2011, dia meraih juara tiga guru berprestasi tingkat kabupaten. Pada 2016, juara satu tingkat kabupaten. Dan pada 2018 juara tiga tingkat kabupaten.

Bukan hanya di bidang pendidikan, guru TK Islam Yassir Torjun ini merupakan salah seorang kader PKK yang berprestasi. Guru yang akrab disapa Bu Ida ini pernah juara dua lomba kader PKK desa tingkat kabupaten.

Menjadi guru tidaklah mudah. Guru baginya adalah profesi yang sarat akan makna. Berkesempatan menjadi guru merupakan suatu hal yang membanggakan, terutama menjadi guru TK.

Menurut dia, pendidikan TK merupakan salah satu wadah yang sangat penting setelah pendidikan keluarga. Sebab, pembelajaran yang diserap anak pada masa TK akan terus berkesan.

Baca Juga :  Nur Jannah Berhasil Rintis TK PGRI Torjun

Tantangan guru TK berdasar pengalaman Ida selama ini adalah menjaga konsentrasi anak. Anak mudah bosan sehingga guru TK dituntut terus berinovasi dengan berbagai macam metode yang menarik.

Inovasi yang dia terapkan cukup variatif. Di antaranya, penerapan kartu ajaib dan media gambar unik yang bisa membuat anak tertarik.

Dia juga menerapkan metode pembelajaran Montessori. Metode tersebut dinilai efektif untuk percepatan penyerapan anak terhadap materi yang disampaikan guru.

Melaksanakan kewajiban dengan penuh keikhlasan menjadi prinsip Ida. Menurut dia, jika didasari dengan keihklasan, yang dikerjakan akan maksimal. ”Anggaplah anak didik sebagai anak sendiri,” ucapnya.

 

SAMPANG – Ida Rohyati, S.Pd. merupakan salah seorang guru TK Islam Yassir Torjun yang sudah tiga kali meraih juara guru berprestasi tingkat kabupaten. Tahun ini dia meraih juara tiga guru berprestasi tingkat kabupaten.

Ida Rohyati lahir di Sampang, tepatnya di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, 1987 lalu. Istri Sudarsono, S.Ap. ini dikaruniai dua putra. Yakni, Muhammad Nur Alam dan Muhammad Alfatih.

Istri sekretaris Desa Krampon ini memutuskan menjadi guru pada 2005. Saat itu dia sedang menempuh kuliah D-2 PGSD/MI di STITNAT Sampang dan lulus 2007. Pada 2008, dia kuliah lagi di IKIP Jember mengambil jurusan S-1 PAUD dan lulus 2010.


Pada 2013, dia lulus pendidikan dan pelatihan profesi guru (PLPG) serta sertifikasi pada 2014. Pada 2017, SK inpassing yang setara dengan PNS gol 3A dia terima.

Baca Juga :  Nur Jannah Berhasil Rintis TK PGRI Torjun

Meski bukan pegawai negeri sipil (PNS), guru yang satu ini memiliki prestasi gemilang. Pada 2011, dia meraih juara tiga guru berprestasi tingkat kabupaten. Pada 2016, juara satu tingkat kabupaten. Dan pada 2018 juara tiga tingkat kabupaten.

Bukan hanya di bidang pendidikan, guru TK Islam Yassir Torjun ini merupakan salah seorang kader PKK yang berprestasi. Guru yang akrab disapa Bu Ida ini pernah juara dua lomba kader PKK desa tingkat kabupaten.

Menjadi guru tidaklah mudah. Guru baginya adalah profesi yang sarat akan makna. Berkesempatan menjadi guru merupakan suatu hal yang membanggakan, terutama menjadi guru TK.

- Advertisement -

Menurut dia, pendidikan TK merupakan salah satu wadah yang sangat penting setelah pendidikan keluarga. Sebab, pembelajaran yang diserap anak pada masa TK akan terus berkesan.

Baca Juga :  Cuci Muka di Taman Sare Diyakini Bisa Awet Muda

Tantangan guru TK berdasar pengalaman Ida selama ini adalah menjaga konsentrasi anak. Anak mudah bosan sehingga guru TK dituntut terus berinovasi dengan berbagai macam metode yang menarik.

Inovasi yang dia terapkan cukup variatif. Di antaranya, penerapan kartu ajaib dan media gambar unik yang bisa membuat anak tertarik.

Dia juga menerapkan metode pembelajaran Montessori. Metode tersebut dinilai efektif untuk percepatan penyerapan anak terhadap materi yang disampaikan guru.

Melaksanakan kewajiban dengan penuh keikhlasan menjadi prinsip Ida. Menurut dia, jika didasari dengan keihklasan, yang dikerjakan akan maksimal. ”Anggaplah anak didik sebagai anak sendiri,” ucapnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/