alexametrics
23.4 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Ketika Polisi Lalu Lintas Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir

PAMEKASAN – Masyarakat boleh saja jengkel kepada polisi lalu lintas lantaran sering melakukan razia di jalan raya. Tetapi, jika melihat mereka bersih-bersih selokan saat terjadi banjir, kejengkelan itu bisa-bisa hilang.

Para anggota Polres Pamekasan itu masih lengkap dengan seragam dinasnya. Mereka sebagian mengatur arus lalu lintas yang padat merayap. Ada pula yang terlihat sibuk dengan membersihkan saluran air yang tersumbat sampah.

Pemandangan ini terlihat di pertigaan depan SMKN 3 Pamekasan di Jalan Kabupaten kemarin (2/1). Aparat penegak hukum yang biasanya melakukan operasi jalan raya, kali ini melakukan operasi selokan. Sebab, banjir dan genangan air di jalan raya membahayakan pengendara bermotor.

Sekitar satu jam hujan deras melanda Kota Pamekasan dan sekitarnya hingga menyebabkan banjir di sejumlah titik. Di sepanjang Jalan Kabupaten ada tiga titik yang tergenang banjir. Pertama, di simpang empat pegadaian. Kedua, di depan kantor BNI. Terakhir, di depan SMKN 3 Pamekasan.

Baca Juga :  Mengunjungi Sumur Bekas Ari-Ari Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan

Banjir mengakibatkan arus lalu lintas terhambat. Kendaraan tidak bisa melaju cepat. Bahkan, ada beberapa kendaraan roda dua mati akibat air masuk ke mesin. Mereka terpaksa mendorong kendaraan di sepanjang jalan.

Kondisi banjir perkotaan memaksa aparat kepolisian turun tangan. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, Korps Bhayangkara itu terlihat bersih-bersih selokan di depan pertigaan SMKN 3 Pamekasan. Mereka menemukan sejumlah sampah menutupi lubang aliran air.

”Ini kita patroli genangan air pasca hujan lebat. Ternyata sepanjang Jalan Kabupaten, seperti yang Anda lihat saat ini, banyak genangan air,” kata KBO Lantas Polres Pamekasan Iptu Safril Selfianto saat ditemui di depan SMKN 3 Pamekasan.

”Oleh anggota, lubang saluran air disurvei. Ternyata, banyak tersumbat dedaunan dan kotoran-kotoran plastik. Batok kelapa juga banyak,” tambahnya.

Sampah-sampah itu mengakibatkan saluran air tidak normal. Beberapa saluran irigasi atau got tersumbat. Karena itulah, pihaknya meminta agar masyarakat sadar diri untuk tidak membuang sampah sembaragan, terutama di pinggir jalan raya.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Dimulai dari Desa Tanggumong

”Kepada masyarakat saya imbau, karena sekarang musim hujan, jangan sampai buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Aktivitas aparat kepolisian ini menjadi tontonan warga. Ada beberapa pengendara roda dua yang tidak pakai helm balik arah karena menduga aparat sedang melakukan razia kendaraan. Tapi, ada pula yang mengabadikan dengan smartphone lantaran merasa senang ada aparat kepolisian yang rela basah-basah mengatasi banjir perkotaan.

Kasatlantas Polres Pamekasan AKP Yudiono mengaku, anak buahnya sengaja melakukan bersih-bersih selokan karena kasihan kepada pengendara. Kemarin, tutur Yudiono, petugas dari KBO Lantas dan Opsnal sedang memantau arus lalu lintas. Ada kemacetan di sejumlah titik akibat jalan raya tergenang banjir.

”Dicari penyebabnya, ternyata aliran airnya tersumbat,” kata Yudiono. ”Banjir bisa membuat macet. Kasihan pengendara yang mesin motornya kemasukan air, bisa rusak,” tukasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Masyarakat boleh saja jengkel kepada polisi lalu lintas lantaran sering melakukan razia di jalan raya. Tetapi, jika melihat mereka bersih-bersih selokan saat terjadi banjir, kejengkelan itu bisa-bisa hilang.

Para anggota Polres Pamekasan itu masih lengkap dengan seragam dinasnya. Mereka sebagian mengatur arus lalu lintas yang padat merayap. Ada pula yang terlihat sibuk dengan membersihkan saluran air yang tersumbat sampah.

Pemandangan ini terlihat di pertigaan depan SMKN 3 Pamekasan di Jalan Kabupaten kemarin (2/1). Aparat penegak hukum yang biasanya melakukan operasi jalan raya, kali ini melakukan operasi selokan. Sebab, banjir dan genangan air di jalan raya membahayakan pengendara bermotor.


Sekitar satu jam hujan deras melanda Kota Pamekasan dan sekitarnya hingga menyebabkan banjir di sejumlah titik. Di sepanjang Jalan Kabupaten ada tiga titik yang tergenang banjir. Pertama, di simpang empat pegadaian. Kedua, di depan kantor BNI. Terakhir, di depan SMKN 3 Pamekasan.

Baca Juga :  Mengenang Bambang Winarno, Salah Seorang Wartawan Senior di Pamekasan

Banjir mengakibatkan arus lalu lintas terhambat. Kendaraan tidak bisa melaju cepat. Bahkan, ada beberapa kendaraan roda dua mati akibat air masuk ke mesin. Mereka terpaksa mendorong kendaraan di sepanjang jalan.

Kondisi banjir perkotaan memaksa aparat kepolisian turun tangan. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, Korps Bhayangkara itu terlihat bersih-bersih selokan di depan pertigaan SMKN 3 Pamekasan. Mereka menemukan sejumlah sampah menutupi lubang aliran air.

”Ini kita patroli genangan air pasca hujan lebat. Ternyata sepanjang Jalan Kabupaten, seperti yang Anda lihat saat ini, banyak genangan air,” kata KBO Lantas Polres Pamekasan Iptu Safril Selfianto saat ditemui di depan SMKN 3 Pamekasan.

”Oleh anggota, lubang saluran air disurvei. Ternyata, banyak tersumbat dedaunan dan kotoran-kotoran plastik. Batok kelapa juga banyak,” tambahnya.

Sampah-sampah itu mengakibatkan saluran air tidak normal. Beberapa saluran irigasi atau got tersumbat. Karena itulah, pihaknya meminta agar masyarakat sadar diri untuk tidak membuang sampah sembaragan, terutama di pinggir jalan raya.

Baca Juga :  Ringankan Derita Hidup, ACT Komitmen Bantu Jutaan Pengungsi Rohingya

”Kepada masyarakat saya imbau, karena sekarang musim hujan, jangan sampai buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Aktivitas aparat kepolisian ini menjadi tontonan warga. Ada beberapa pengendara roda dua yang tidak pakai helm balik arah karena menduga aparat sedang melakukan razia kendaraan. Tapi, ada pula yang mengabadikan dengan smartphone lantaran merasa senang ada aparat kepolisian yang rela basah-basah mengatasi banjir perkotaan.

Kasatlantas Polres Pamekasan AKP Yudiono mengaku, anak buahnya sengaja melakukan bersih-bersih selokan karena kasihan kepada pengendara. Kemarin, tutur Yudiono, petugas dari KBO Lantas dan Opsnal sedang memantau arus lalu lintas. Ada kemacetan di sejumlah titik akibat jalan raya tergenang banjir.

”Dicari penyebabnya, ternyata aliran airnya tersumbat,” kata Yudiono. ”Banjir bisa membuat macet. Kasihan pengendara yang mesin motornya kemasukan air, bisa rusak,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/