alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Andyka Pramuga Putra Raih 18 Penghargaan dalam 44 Hari

Pandemi Covid-19 bukan jadi kendala bagi Andyka Pramuga Putra untuk meningkatkan prestasi. Siswa SMAN 1 Kamal memanfaatkan kesempatannya belajar dari rumah. Hasilnya, 18 penghargaan diraihnya.

JUPRI, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

            PULUHAN orang berdiri melihat alat berat mengeruk gorong-gorong di sepanjang Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kamal, kemarin (1/8). Sementara pekerja sibuk masang memasang box culvert. Salah satu aktivitas usaha yang terhenti karena proyek tersebut Rumah Makan (RM) Sanur.

Dari dalam rumah makan yang menghadap jalan protokol tersebut, keluar seorang remaja. Dia adalah Andyka Pramuga Putra, anak pemilik RM Sanur. Siswa yang duduk di bangku kelas XII SMAN 1 Kamal itu kemudian mengajak Jawa Pos Radar Madura (JPRM) duduk di tempat makan para pelanggannya.

Ditemani sang ayah, Saiful Arifin, Andyka menceritakan aktivitasnya dalam mengisi waktu luangnya selama belajar dari rumah. Termasuk prestasi-prestasi yang diraih dalam waktu 44 hari saja. Mulai olimpiade tingkat provinsi hingga nasional.

Berkat ketekunannya mengikuti banyak ajang perlombaan, Andyka berhasil meraih delapan medali emas, enam perak, dan empat perunggu, serta penghargaan lainnya. Atas raihan prestasi membanggakan itu, dia juga dipercaya menjadi brand ambassador.

”Masih ada enam emas, satu perak, dan satu perunggu yang masih dalam proses pengiriman oleh pihak penyelenggara lomba,” ucap Andyka.

Belasan medali itu diraih dengan menjadi juara empat bidang sosiologi Event Social and Language by Oase Edukasi tingkat nasional dan peringkat lima bidang sosiologi Event Cynosure Olympiad. Lalu, peringkat delapan bidang Ekonomi Event Cynosure Olympiad dan peringkat 17 Geografi Event Cynosure Olympiad.

Baca Juga :  Akh. Darus, Seniman Sepuh Buka Usaha Kerajinan Belangkon

Kemudian, empat besar olimpiade literasi dan numerisasi tingkat nasional, lima besar medali emas olimpiade MIPA, dan juara 1 kontes terbuka nasional bidang sejarah. Kemudian, masuk lima besar kontes terbuka nasional bidang sosiologi dan juara tiga bidang Sosiologi Event Mercury Science Olympiad Tingkat Nasional.

Dia juga juara dua brand ambassador instinct, 10 besar bidang sosiologi Event Isso IV by Instinct Tingkat Nasional, dan juara tiga Event News History Olympiad by News Student Tingkat Nasional. Lalu, peringkat enam medali perak bidang Bahasa Inggris ISSO IV by Instinct Tingkat Nasional.

Peringkat delapan bidang biologi Event Kompetisi Pelajar Nasional Tingkat Nasional, peringkat enam medali perak Olimpiade Sosiologi Nasional by Student Olympiad, dan peringkat 12 bidang sosiologi di News Sosiologi Olympiad by News Student Tingkat Nasional. Kemudian, peringkat 11 bidang sosiologi Kompetisi Pelajar Nasional, peringkat lima medali perak bidang bahasa Inggris Language Olympiad by Instinct Tingkat Nasional.

Yang terakhir memperoleh medali perunggu dalam Tryout AKM by Instinct Tingkat Nasional. Atas raihan berbagai prestasi yang membanggakannya itu, dia juga dipercaya menjadi brand ambassador instinct. ”Semua prestasi yang saya dapat dari olimpiade online semua,” katanya.

Dari berbagai jenis perlombaan yang diikuti, semuanya tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Informasi tentang adanya perlombaan yang diikuti didapat dari media sosial bukan dari sekolah. Andyka hanya melakukan persiapan dengan belajar secara mandiri di rumahnya.

Tidak semua olimpiade yang dikuti berkenaan dengan disiplin ilmu IPA yang menjadi jurusannya di sekolah. Melainkan mayoritas tentang sosiologi yang notabene disiplin ilmu IPS. Meksi begitu, Andyka membuktikan bawa dirinya tidak ketinggalan pengetahuan IPS meski duduk di bangku jurusan IPA.

Baca Juga :  Siswa PAUD Al Matlab Tempati Teras Langgar Tabing

Literatur yang digunakan untuk persiapan mengikuti olimpiade putra pasangan Saiful Arifin dan Sri Fatmawati itu hanya mengandalkan gadget. Yakni, belajar melalui artikel di internet. ”Sebelum lomba saya belajar sampai malam,” ungkapnya.

Andyka sadar dirinya berasal dari keluaga kurang mampu. Karena itu, dirinya memiliki motovasi belajar yang sangat besar sejak belia. Itu semua demi membanggakan kedua orang tuanya dan supaya mudah mendapat beasiswa saat duduk di bangku kuliah.

Bagi remaja yang bercita-cita menjadi human resource development (HRD) perusahaan itu, keterbatasan ekonomi bukanlah kendala untuk suskses. Prinsip yang ditanamkan di jiawanya, kesuksesan diraih, bukan diwarisi. ”Saya ini orang tidak mampu, masa mau berada di bawah terus. Maka harus berubah menjadi lebih baik. Karena kalau kita berprestasi, bisa mendapat beasiswa,” tegasnya.

Saiful Arifin, bapak Andyka, mengaku dirinya selalu memotivasi putranya untuk terus mengikuti berbagai kompetisi meski dengan daring. Tujuannya, agar bisa mengasah dan mengukur kemampuannya dengan siswa di luar sekolah. ”Kalau di sekolah bisa ranking satu itu biasa, tapi bagaimana saat dibandingkan dengan siswa lainnya,” katanya.

Selama pembelajaran di sekolah belum dilaksanakan, dirinya memang meminta Andyka lebih sering belajar dan aktif mengikuti olimpiade online. Itu dilakukan supaya anakanya tidak menghilangkan waktu dengan sia-sia. ”Saya terus motivasi daripada ke luar dan salah pergaulan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Pandemi Covid-19 bukan jadi kendala bagi Andyka Pramuga Putra untuk meningkatkan prestasi. Siswa SMAN 1 Kamal memanfaatkan kesempatannya belajar dari rumah. Hasilnya, 18 penghargaan diraihnya.

JUPRI, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

            PULUHAN orang berdiri melihat alat berat mengeruk gorong-gorong di sepanjang Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kamal, kemarin (1/8). Sementara pekerja sibuk masang memasang box culvert. Salah satu aktivitas usaha yang terhenti karena proyek tersebut Rumah Makan (RM) Sanur.


Dari dalam rumah makan yang menghadap jalan protokol tersebut, keluar seorang remaja. Dia adalah Andyka Pramuga Putra, anak pemilik RM Sanur. Siswa yang duduk di bangku kelas XII SMAN 1 Kamal itu kemudian mengajak Jawa Pos Radar Madura (JPRM) duduk di tempat makan para pelanggannya.

Ditemani sang ayah, Saiful Arifin, Andyka menceritakan aktivitasnya dalam mengisi waktu luangnya selama belajar dari rumah. Termasuk prestasi-prestasi yang diraih dalam waktu 44 hari saja. Mulai olimpiade tingkat provinsi hingga nasional.

Berkat ketekunannya mengikuti banyak ajang perlombaan, Andyka berhasil meraih delapan medali emas, enam perak, dan empat perunggu, serta penghargaan lainnya. Atas raihan prestasi membanggakan itu, dia juga dipercaya menjadi brand ambassador.

”Masih ada enam emas, satu perak, dan satu perunggu yang masih dalam proses pengiriman oleh pihak penyelenggara lomba,” ucap Andyka.

Belasan medali itu diraih dengan menjadi juara empat bidang sosiologi Event Social and Language by Oase Edukasi tingkat nasional dan peringkat lima bidang sosiologi Event Cynosure Olympiad. Lalu, peringkat delapan bidang Ekonomi Event Cynosure Olympiad dan peringkat 17 Geografi Event Cynosure Olympiad.

Baca Juga :  Sampang Tambah Tiga Kasus Baru Covid-19

Kemudian, empat besar olimpiade literasi dan numerisasi tingkat nasional, lima besar medali emas olimpiade MIPA, dan juara 1 kontes terbuka nasional bidang sejarah. Kemudian, masuk lima besar kontes terbuka nasional bidang sosiologi dan juara tiga bidang Sosiologi Event Mercury Science Olympiad Tingkat Nasional.

Dia juga juara dua brand ambassador instinct, 10 besar bidang sosiologi Event Isso IV by Instinct Tingkat Nasional, dan juara tiga Event News History Olympiad by News Student Tingkat Nasional. Lalu, peringkat enam medali perak bidang Bahasa Inggris ISSO IV by Instinct Tingkat Nasional.

Peringkat delapan bidang biologi Event Kompetisi Pelajar Nasional Tingkat Nasional, peringkat enam medali perak Olimpiade Sosiologi Nasional by Student Olympiad, dan peringkat 12 bidang sosiologi di News Sosiologi Olympiad by News Student Tingkat Nasional. Kemudian, peringkat 11 bidang sosiologi Kompetisi Pelajar Nasional, peringkat lima medali perak bidang bahasa Inggris Language Olympiad by Instinct Tingkat Nasional.

Yang terakhir memperoleh medali perunggu dalam Tryout AKM by Instinct Tingkat Nasional. Atas raihan berbagai prestasi yang membanggakannya itu, dia juga dipercaya menjadi brand ambassador instinct. ”Semua prestasi yang saya dapat dari olimpiade online semua,” katanya.

Dari berbagai jenis perlombaan yang diikuti, semuanya tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Informasi tentang adanya perlombaan yang diikuti didapat dari media sosial bukan dari sekolah. Andyka hanya melakukan persiapan dengan belajar secara mandiri di rumahnya.

Tidak semua olimpiade yang dikuti berkenaan dengan disiplin ilmu IPA yang menjadi jurusannya di sekolah. Melainkan mayoritas tentang sosiologi yang notabene disiplin ilmu IPS. Meksi begitu, Andyka membuktikan bawa dirinya tidak ketinggalan pengetahuan IPS meski duduk di bangku jurusan IPA.

Baca Juga :  HWT - ACT Distribusikan Ratusan Ribu Liter Air Bagi 19.400 Warga Gaza

Literatur yang digunakan untuk persiapan mengikuti olimpiade putra pasangan Saiful Arifin dan Sri Fatmawati itu hanya mengandalkan gadget. Yakni, belajar melalui artikel di internet. ”Sebelum lomba saya belajar sampai malam,” ungkapnya.

Andyka sadar dirinya berasal dari keluaga kurang mampu. Karena itu, dirinya memiliki motovasi belajar yang sangat besar sejak belia. Itu semua demi membanggakan kedua orang tuanya dan supaya mudah mendapat beasiswa saat duduk di bangku kuliah.

Bagi remaja yang bercita-cita menjadi human resource development (HRD) perusahaan itu, keterbatasan ekonomi bukanlah kendala untuk suskses. Prinsip yang ditanamkan di jiawanya, kesuksesan diraih, bukan diwarisi. ”Saya ini orang tidak mampu, masa mau berada di bawah terus. Maka harus berubah menjadi lebih baik. Karena kalau kita berprestasi, bisa mendapat beasiswa,” tegasnya.

Saiful Arifin, bapak Andyka, mengaku dirinya selalu memotivasi putranya untuk terus mengikuti berbagai kompetisi meski dengan daring. Tujuannya, agar bisa mengasah dan mengukur kemampuannya dengan siswa di luar sekolah. ”Kalau di sekolah bisa ranking satu itu biasa, tapi bagaimana saat dibandingkan dengan siswa lainnya,” katanya.

Selama pembelajaran di sekolah belum dilaksanakan, dirinya memang meminta Andyka lebih sering belajar dan aktif mengikuti olimpiade online. Itu dilakukan supaya anakanya tidak menghilangkan waktu dengan sia-sia. ”Saya terus motivasi daripada ke luar dan salah pergaulan,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/