alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Jaga Komunikasi Keluarga, Tetap Berlatih meski Puasa

SUMENEP – Malang melintang di sejumlah klub Tanah Air tak membuat Benny Ashar terkendala dalam menjalani ibadah. Berpuasa sambil berlatih menjadi rutinitas pesepak bola asal Makassar itu dalam beberapa tahun terakhir.

Sepekan berlatih dengan disiplin, dibayar dengan libur sehari. Hal itu sudah terjadwal dalam klub Madura FC. Seluruh pemain dengan disiplin dan sabar menjalani latihan meskipun kompetisi Liga 2 saat ini sedang libur.

Terlihat pula striker Madura FC Benny Ashar sedang menjalani latihan Rabu sore (30/5), di Stadion Achmad Yani, Sumenep. Dia tetap disiplin berlatih. Meskipun sedang berpuasa, tak pernah sekalipun bolos latihan.

Maklum, Pelatih Madura FC Salahuddin merupakan sosok yang menanamkan nilai-nilai disiplin kepada seluruh pemain. Bahkan, bisa disebut Salahuddin merupakan pelatih dengan karakter bertangan dingin. ”Semua dijalani dengan biasa. Sebagai pemain menjalani latihan sudah merupakan kewajiban,” ungkap Benny usai latihan.

Baca Juga :  Cerita Subhan, Pasien 04 Pamekasan yang Bisa Terbebas dari Covid-19

Latihan berakhir 15 menit sebelum azan berkumandang. Itu menjadi sebuah bentuk ibadah bagi pemain 30 tahun tersebut. Menjaga stamina dan kondisi tubuh selama bulan puasa menjadi hal yang wajib dijalani seluruh penggawa Laskar Jokotole.

Untuk itu, Benny merasa tidak ada guna jika harus bolos latihan hanya karena alasan berpuasa. ”Sebagai seorang muslim, tentu (latihan) ini sudah kewajiban kami. Alhamdulillah tidak ada kendala selama berpuasa di Sumenep,” ungkap Benny.

Soal komunikasi jarak jauh dengan keluarga di kampung halaman juga berjalan lancar. Meski jauh dari anak dan istri, Benny tetap bersemangat latihan. ”Ini risiko kita sebagai pesepak bola. Namanya juga sedang mencari rezeki, ya tidak apa-apalah ditinggal sebentar. Nanti insyaallah hampir Lebaran bisa bertemu anak juga,” ungkap Benny.

Berkomunikasi dengan si buah hati tetap dijaga oleh pemain kelahiran 7 September 1987 itu. Tahu kapan waktu yang pas untuk melepon istri di rumah. Biasanya pagi. ”Saya kan tahu waktu anak baru bangun jam berapa. Nah, saat itu saya video call ke rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Siang Mengaji, Biasa Sekamar dengan Nonmuslim

Sepanjang 5 tahun berkarir di sepak bola profesional, Benny selalu melewatkan bulan puasa jauh dari keluarga. Namun, itu bukan menjadi sebuah beban. Meskipun dalam beberapa momen Benny mengaku kangen berkumpul dengan keluarga kecilnya.

Benny sudah melewati bulan puasa di Kota Sumekar sejak 2014. Saat dia membela Perssu Sumenep di Liga Nusantara. ”Kalau dihitung-hitung, saya sudah 5 tahun berpuasa di Sumenep ini sampai sekarang,” kata Benny.

Bisa dikatakan, pesepak bola mungil ini sudah sangat familiar dengan kondisi Kota Keris. ”Sudah hafal seperti apa Sumenep. Meskipun puasa tahun ini tidak selalu jalan-jalan keliling kota,” kata Benny.\

SUMENEP – Malang melintang di sejumlah klub Tanah Air tak membuat Benny Ashar terkendala dalam menjalani ibadah. Berpuasa sambil berlatih menjadi rutinitas pesepak bola asal Makassar itu dalam beberapa tahun terakhir.

Sepekan berlatih dengan disiplin, dibayar dengan libur sehari. Hal itu sudah terjadwal dalam klub Madura FC. Seluruh pemain dengan disiplin dan sabar menjalani latihan meskipun kompetisi Liga 2 saat ini sedang libur.

Terlihat pula striker Madura FC Benny Ashar sedang menjalani latihan Rabu sore (30/5), di Stadion Achmad Yani, Sumenep. Dia tetap disiplin berlatih. Meskipun sedang berpuasa, tak pernah sekalipun bolos latihan.


Maklum, Pelatih Madura FC Salahuddin merupakan sosok yang menanamkan nilai-nilai disiplin kepada seluruh pemain. Bahkan, bisa disebut Salahuddin merupakan pelatih dengan karakter bertangan dingin. ”Semua dijalani dengan biasa. Sebagai pemain menjalani latihan sudah merupakan kewajiban,” ungkap Benny usai latihan.

Baca Juga :  Siang Mengaji, Biasa Sekamar dengan Nonmuslim

Latihan berakhir 15 menit sebelum azan berkumandang. Itu menjadi sebuah bentuk ibadah bagi pemain 30 tahun tersebut. Menjaga stamina dan kondisi tubuh selama bulan puasa menjadi hal yang wajib dijalani seluruh penggawa Laskar Jokotole.

Untuk itu, Benny merasa tidak ada guna jika harus bolos latihan hanya karena alasan berpuasa. ”Sebagai seorang muslim, tentu (latihan) ini sudah kewajiban kami. Alhamdulillah tidak ada kendala selama berpuasa di Sumenep,” ungkap Benny.

Soal komunikasi jarak jauh dengan keluarga di kampung halaman juga berjalan lancar. Meski jauh dari anak dan istri, Benny tetap bersemangat latihan. ”Ini risiko kita sebagai pesepak bola. Namanya juga sedang mencari rezeki, ya tidak apa-apalah ditinggal sebentar. Nanti insyaallah hampir Lebaran bisa bertemu anak juga,” ungkap Benny.

Berkomunikasi dengan si buah hati tetap dijaga oleh pemain kelahiran 7 September 1987 itu. Tahu kapan waktu yang pas untuk melepon istri di rumah. Biasanya pagi. ”Saya kan tahu waktu anak baru bangun jam berapa. Nah, saat itu saya video call ke rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Beatrix Anindita L, Siswa yang Sabet Penghargaan Dansa Internasional

Sepanjang 5 tahun berkarir di sepak bola profesional, Benny selalu melewatkan bulan puasa jauh dari keluarga. Namun, itu bukan menjadi sebuah beban. Meskipun dalam beberapa momen Benny mengaku kangen berkumpul dengan keluarga kecilnya.

Benny sudah melewati bulan puasa di Kota Sumekar sejak 2014. Saat dia membela Perssu Sumenep di Liga Nusantara. ”Kalau dihitung-hitung, saya sudah 5 tahun berpuasa di Sumenep ini sampai sekarang,” kata Benny.

Bisa dikatakan, pesepak bola mungil ini sudah sangat familiar dengan kondisi Kota Keris. ”Sudah hafal seperti apa Sumenep. Meskipun puasa tahun ini tidak selalu jalan-jalan keliling kota,” kata Benny.\

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/