alexametrics
25.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Garda Terdepan Petugas Kemanusiaan Cegah Covid-19 (1)

Imbauan agar setiap warga berada di rumah tidak berjalan mulus. Masih banyak yang melakukan perjalanan. Karena itu, petugas gabungan memperketat pemeriksaan kesehatan setiap pemudik.

DAFIR FALAH, Bangkalan, RadarMadura.id

HUJAN mengguyur Bangkalan kemarin (1/4). Namun, tidak membuat aktivitas di terminal berhenti. Para petugas tetap melakukan pemeriksaan setiap penumpang yang turun dari bus.

Mereka benar-benar berjibaku. Meski hanya bermodal masker, tetapi niat untuk mencegah persebaran virus korona sangat serius. Setiap bus yang datang langsung dikawal dengan ketat.

Satu per satu penumpang diarahkan ke bilik kesehatan untuk disemprot disinfektan dan dites suhu tubuh. Setelah protap pencegahan Covid-19 selesai dilakukan, baru bus tersebut diperbolehkan melaju kembali.

Jeda pemeriksaan antarbus itu dimanfaatkan oleh petugas. Sambil menunggu bus berikutnya, mereka minum kopi, merokok, dan berbincang santai antarpetugas. Sesekali terlihat bersenda gurau.

Namun, jeda itu tidak berlangsung lama saat bus datang hampir bersamaan. Terutama pada dini hari. Saat itu biasanya banyak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) berdatangan.

Mereka punya cara untuk melepas penat dan lelah. Sebab, pagi hingga petang mereka harus stay di terminal. Mereka terdiri dari petugas dinas perhubungan (dishub) dan satuan polisi pamong praja (satpol PP). Juga polisi, tentara, dan petugas dinas kesehatan (dinkes).

Baca Juga :  Ketua RT dan Empat Anaknya Positif

Perwira Pengendali Lapangan Pencegahan Covid-19 Ipda Aris Susanto mengutarakan, upaya ini merupakan tugas kemanusiaan. Sebagai bagian dari pemerintah, cara ini untuk mencegah persebaran virus korona tersebut. ”Kami hadir untuk menyalamatkan saudara kita,” kata dia.

Menurut Aris, virus yang diketahui kali pertama menjangkiti warga di Wuhan, Tiongkok, itu sangat berbahaya. Karenanya, setiap penumpang harus diperiksa. ”Semata-mata demi warga Bangkalan,” ujarnya.

Aris menyampaikan, petugas yang berjaga di Terminal Bangkalan dibagi dua kali sif. Pagi hingga petang selama 12 jam. Setelah itu, diganti petugas lain. ”Setiap hari begitu,” terangnya.

Rasa lelah sudah pasti. Namun, rasa capek itu terbayar ketika sudah bertemu dengan istri dan anak di rumah. ”Dukanya ya jarang ketemu istri dan anak. Gimana lagi,” jelasnya.

Namun, demi tugas dan keselamatan orang lain, mau tidak mau harus dijalankan. Karena ini menjadi bagian dari tugas kemanusiaan. ”Kami kan tidak tahu penumpang itu terinfeksi atau tidak. Sebagai antisipasi, ya kami pakai masker, cuci tangan seperti pada umumnya,” tutur pria asal Banyuwangi itu

Baca Juga :  Rapid Test Kedua Seluruh Karyawan Bank Jatim Negatif

Menurut dia, virus korona ini tidak bisa dilihat secara kasatmata. Maka dari itu, cara untuk melindungi diri yaitu dengan memakai masker, selalu cuci tangan, dan hidup bersih.

Pihaknya selalu menyampaikan arti penting pencegahan korona kepada penumpang atau pemudik. Apabila tidak perlu pulang, alangkah baiknya tidak pulang. Sebab, tindakan tersebut juga efektif untuk mencegah persebaran virus.

”Kepada yang sudah pulang, jaga kesehatan dan terus cek kesehatan. Itu yang paling penting,” tandas anggota Polres Bangkalan itu.

Selama 28–31 Maret 2020 jumlah pemudik yang terdata di Terminal Bangkalan sebanyak 7.124 orang. Ribuan orang dari Jakarta dan daerah lain itu naik 203 bus. Jumlah rapid test yang dimiliki Dinkes Bangkalan sebanyak 80 alat (4 boks).

Imbauan agar setiap warga berada di rumah tidak berjalan mulus. Masih banyak yang melakukan perjalanan. Karena itu, petugas gabungan memperketat pemeriksaan kesehatan setiap pemudik.

DAFIR FALAH, Bangkalan, RadarMadura.id

HUJAN mengguyur Bangkalan kemarin (1/4). Namun, tidak membuat aktivitas di terminal berhenti. Para petugas tetap melakukan pemeriksaan setiap penumpang yang turun dari bus.


Mereka benar-benar berjibaku. Meski hanya bermodal masker, tetapi niat untuk mencegah persebaran virus korona sangat serius. Setiap bus yang datang langsung dikawal dengan ketat.

Satu per satu penumpang diarahkan ke bilik kesehatan untuk disemprot disinfektan dan dites suhu tubuh. Setelah protap pencegahan Covid-19 selesai dilakukan, baru bus tersebut diperbolehkan melaju kembali.

Jeda pemeriksaan antarbus itu dimanfaatkan oleh petugas. Sambil menunggu bus berikutnya, mereka minum kopi, merokok, dan berbincang santai antarpetugas. Sesekali terlihat bersenda gurau.

Namun, jeda itu tidak berlangsung lama saat bus datang hampir bersamaan. Terutama pada dini hari. Saat itu biasanya banyak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) berdatangan.

Mereka punya cara untuk melepas penat dan lelah. Sebab, pagi hingga petang mereka harus stay di terminal. Mereka terdiri dari petugas dinas perhubungan (dishub) dan satuan polisi pamong praja (satpol PP). Juga polisi, tentara, dan petugas dinas kesehatan (dinkes).

Baca Juga :  Aditya Pratama, Bocah Sembilan Bulan, Korban Selamat KM Amin Jaya

Perwira Pengendali Lapangan Pencegahan Covid-19 Ipda Aris Susanto mengutarakan, upaya ini merupakan tugas kemanusiaan. Sebagai bagian dari pemerintah, cara ini untuk mencegah persebaran virus korona tersebut. ”Kami hadir untuk menyalamatkan saudara kita,” kata dia.

Menurut Aris, virus yang diketahui kali pertama menjangkiti warga di Wuhan, Tiongkok, itu sangat berbahaya. Karenanya, setiap penumpang harus diperiksa. ”Semata-mata demi warga Bangkalan,” ujarnya.

Aris menyampaikan, petugas yang berjaga di Terminal Bangkalan dibagi dua kali sif. Pagi hingga petang selama 12 jam. Setelah itu, diganti petugas lain. ”Setiap hari begitu,” terangnya.

Rasa lelah sudah pasti. Namun, rasa capek itu terbayar ketika sudah bertemu dengan istri dan anak di rumah. ”Dukanya ya jarang ketemu istri dan anak. Gimana lagi,” jelasnya.

Namun, demi tugas dan keselamatan orang lain, mau tidak mau harus dijalankan. Karena ini menjadi bagian dari tugas kemanusiaan. ”Kami kan tidak tahu penumpang itu terinfeksi atau tidak. Sebagai antisipasi, ya kami pakai masker, cuci tangan seperti pada umumnya,” tutur pria asal Banyuwangi itu

Baca Juga :  Jaga Kepercayaan Masyarakat, Kalender 2021 Terlingkari

Menurut dia, virus korona ini tidak bisa dilihat secara kasatmata. Maka dari itu, cara untuk melindungi diri yaitu dengan memakai masker, selalu cuci tangan, dan hidup bersih.

Pihaknya selalu menyampaikan arti penting pencegahan korona kepada penumpang atau pemudik. Apabila tidak perlu pulang, alangkah baiknya tidak pulang. Sebab, tindakan tersebut juga efektif untuk mencegah persebaran virus.

”Kepada yang sudah pulang, jaga kesehatan dan terus cek kesehatan. Itu yang paling penting,” tandas anggota Polres Bangkalan itu.

Selama 28–31 Maret 2020 jumlah pemudik yang terdata di Terminal Bangkalan sebanyak 7.124 orang. Ribuan orang dari Jakarta dan daerah lain itu naik 203 bus. Jumlah rapid test yang dimiliki Dinkes Bangkalan sebanyak 80 alat (4 boks).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/