alexametrics
24 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Tekong Punya Jaringan hingga ke Desa-Desa

MALAYSIA – Tekong berpengaruh untuk menyokong TKI ilegal ke Malaysia. Mereka memiliki banyak jaringan di setiap kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. Bahkan, mereka mempunyai jaringan negara tujuan.

Untuk memasok TKI ilegal ke negari jiran, operasinya sangat rapi. Para tekong memiliki jaringan dengan oknum tertentu. Dengan begitu, calon TKI bisa diselundupkan ke Malaysia.

Salah satunya, bisa menembus oknum pihak imigrasi di bandara. Baik bandara di Indonesia atau di luar negeri.

Kapan TKI itu masuk, pukul berapa, dan lewat pintu nomor berapa, sudah ditentukan. Calon TKI nantinya tidak diurus dan bisa masuk dengan mudah. Di Malaysia, mereka sudah siap disambut tekong jaringan Indonesia.

”Untuk mengurus oknum pihak imigrasi di luar negeri, sudah diurus jaringan tekong yang ada di negara tujuan. Kita sudah punya jaringan dengan pihak dalam,” kata Fulan (bukan nama sebenarnya).

Rata-rata paspor yang difungsikan adalah paspor melancong (48 halaman). Seharusnya jika ingin menjadi TKI, mereka harus menggunakan paspor resmi sebagai pekerja (24 halaman).

”Yang melalui saya menggunakan paspor melancong. Untuk memperlancar urusan, terkadang juga dilengkapi tiket pulang pergi,” kata pria yang masih berdarah Madura itu.

Sebab itulah, dia juga bekerja sama dengan oknum imigrasi di bandara. Tujuannya, agar calon TKI tidak diurus sehingga masuk Malaysia dengan aman.

Kalau tidak bekerja sama, para calon TKI akan diurus panjang. Bisa-bisa terbongkar jika mereka akan bekerja ke Malaysia. Apalagi tidak bisa berbahasa dan perawakannya memang seperti TKI.

”Kalau dia mengaku akan melancong, masih diurus tujuanya ke mana dan lain-lain. Dicurigai dan bisa dideportasi. Apalagi orang kampung terkadang tidak bisa berbahasa Indonesia dan perawakannya memang akan bekerja,” terangnya.

Baca Juga :  Imigrasi Lepas Tangan Penyalah Guna Paspor

Calon TKI biasanya diberangkatkan melalui Bandara Juanda, Surabaya, atau Jakarta. Jika tidak bisa, TKI dikirim lewat Medan atau Batam. Kalau lewat Batam, menggunakan kapal feri menuju Johor. Kalau dari Medan menuju  Sepam, Malaysia.

”Yang mengurus sudah ada. Alternatif terakhir, kita alihakn ke Medan atau Batam,” tuturnya.

Pemberian uang kepada pihak terkait diambilkan dari calon TKI. Dari uang itu, tekong mengaku tetap mendapatkan keuntungan. Meskipun, ada calon TKI yang kembali harus dibelikan tiket ulang.

Ada juga calon TKI yang berangkat tanpa perlengkapan paspor. Biasanya, mereka menggunakan perahu kecil dari Batam menuju Johor, Malaysia. Namun, cara ini sangat membahayakan.

”Terkadang perahunya terbalik di tengah laut. Pernah kejadian ada yang  meninggal 20 orang. Risikonya besar. Namun, biayanya lebih murah yang dibayar ke tokong,” beber Fulan.

Rute ini sudah menjadi rahasia umum. Perahu itu disandarkan di perkampungan. Ada  yang bersandar di hutan-hutan. Mereka sudah dijemput oleh para tekong menuju tempat tujuan. ”Sebelum sampai di tempat pengiriman, sudah ada penjemput yang siap ngantar,” tuturnya.

Usaha tekong terkadang tidak selalu berjalan mudah. Banyak juga kendala yang dihadapi. Meskipun sebelumnya ada lobi-lobi, terkadang para TKI tetap tidak bisa masuk.

Hal itu terjadi karena secara tiba-tiba terkadang di bandara ada razia oleh pihak keamanan. Tekong  harus menunggu waktu yang aman. Calon TKI terpaksa kembali dibelikan tiket ulang karena tidak bisa berangkat.

Baca Juga :  Subaida, Janda Miskin Empat Anak┬áTak Punya Rumah

Jika terjadi kendala seperti itu, para tekong akan mendapatkan hasil sedikit. Terlebih ketika TKI tetap dideportasi. Sebab, tekong tetap bertanggung jawab agar TKI bisa masuk ke Malaysia.

”Kalau sudah sesuai arahan kita agar TKI masuk di pintu tertentu, tapi tetap tidak masuk, itu jadi tanggungan kami. Namun kalau tidak sesuai arahan, kita tidak bertanggung jawab. Kalau masih akan berangkat lagi, maka tiket harus calon TKI yang membeli,” jelasnya.

Untuk merekrut TKI ilegal, tekong  memiliki jaringan di berbagai kecamatan hingga desa di Madura. Warga yang akan berangkat ke Malaysia langsung menghubungi tekong.

Sekali diberangkatkan, calon TKI rata-rata sepuluh orang. Itu setiap minggu. Bahkan terkadang 40 orang. Biayanya bervariasi. Mulai Rp 6 juta sampai Rp 12 juta. Bergantung bagaimana kesulitan di pembuatan paspor, mahalnya tiket, dan kesulitan masuk ke Malaysia.

”Kalau 40 orang, kita berangkatkan secara bertahap dalam satu hari,” ujar Fulan sembari memperlihatkan SMS  jika akan ada orang akan berangkat ke Malaysia.

Namun bila yang mendaftar hanya satu orang, yang bersangkutan ditangguhkan. Sebab kalau memaksa memberangkatkan satu orang, dapat dipastikan rugi karena banyak biaya yang dikeluarkan.

Bapak satu anak ini mengaku, menjadi tekong tidak tenang karena dihantui waswas sebelum calon TKI benar-benar tiba di tempat tujuan. ”Saat akan berangkat, hati saya dag dig dug. Begitu juga ketika TKI sampai di bandara Malaysia, khawatir tidak lolos,” pungkasnya.

MALAYSIA – Tekong berpengaruh untuk menyokong TKI ilegal ke Malaysia. Mereka memiliki banyak jaringan di setiap kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. Bahkan, mereka mempunyai jaringan negara tujuan.

Untuk memasok TKI ilegal ke negari jiran, operasinya sangat rapi. Para tekong memiliki jaringan dengan oknum tertentu. Dengan begitu, calon TKI bisa diselundupkan ke Malaysia.

Salah satunya, bisa menembus oknum pihak imigrasi di bandara. Baik bandara di Indonesia atau di luar negeri.


Kapan TKI itu masuk, pukul berapa, dan lewat pintu nomor berapa, sudah ditentukan. Calon TKI nantinya tidak diurus dan bisa masuk dengan mudah. Di Malaysia, mereka sudah siap disambut tekong jaringan Indonesia.

”Untuk mengurus oknum pihak imigrasi di luar negeri, sudah diurus jaringan tekong yang ada di negara tujuan. Kita sudah punya jaringan dengan pihak dalam,” kata Fulan (bukan nama sebenarnya).

Rata-rata paspor yang difungsikan adalah paspor melancong (48 halaman). Seharusnya jika ingin menjadi TKI, mereka harus menggunakan paspor resmi sebagai pekerja (24 halaman).

”Yang melalui saya menggunakan paspor melancong. Untuk memperlancar urusan, terkadang juga dilengkapi tiket pulang pergi,” kata pria yang masih berdarah Madura itu.

Sebab itulah, dia juga bekerja sama dengan oknum imigrasi di bandara. Tujuannya, agar calon TKI tidak diurus sehingga masuk Malaysia dengan aman.

Kalau tidak bekerja sama, para calon TKI akan diurus panjang. Bisa-bisa terbongkar jika mereka akan bekerja ke Malaysia. Apalagi tidak bisa berbahasa dan perawakannya memang seperti TKI.

”Kalau dia mengaku akan melancong, masih diurus tujuanya ke mana dan lain-lain. Dicurigai dan bisa dideportasi. Apalagi orang kampung terkadang tidak bisa berbahasa Indonesia dan perawakannya memang akan bekerja,” terangnya.

Baca Juga :  Pekerja Legal Lebih Leluasa

Calon TKI biasanya diberangkatkan melalui Bandara Juanda, Surabaya, atau Jakarta. Jika tidak bisa, TKI dikirim lewat Medan atau Batam. Kalau lewat Batam, menggunakan kapal feri menuju Johor. Kalau dari Medan menuju  Sepam, Malaysia.

”Yang mengurus sudah ada. Alternatif terakhir, kita alihakn ke Medan atau Batam,” tuturnya.

Pemberian uang kepada pihak terkait diambilkan dari calon TKI. Dari uang itu, tekong mengaku tetap mendapatkan keuntungan. Meskipun, ada calon TKI yang kembali harus dibelikan tiket ulang.

Ada juga calon TKI yang berangkat tanpa perlengkapan paspor. Biasanya, mereka menggunakan perahu kecil dari Batam menuju Johor, Malaysia. Namun, cara ini sangat membahayakan.

”Terkadang perahunya terbalik di tengah laut. Pernah kejadian ada yang  meninggal 20 orang. Risikonya besar. Namun, biayanya lebih murah yang dibayar ke tokong,” beber Fulan.

Rute ini sudah menjadi rahasia umum. Perahu itu disandarkan di perkampungan. Ada  yang bersandar di hutan-hutan. Mereka sudah dijemput oleh para tekong menuju tempat tujuan. ”Sebelum sampai di tempat pengiriman, sudah ada penjemput yang siap ngantar,” tuturnya.

Usaha tekong terkadang tidak selalu berjalan mudah. Banyak juga kendala yang dihadapi. Meskipun sebelumnya ada lobi-lobi, terkadang para TKI tetap tidak bisa masuk.

Hal itu terjadi karena secara tiba-tiba terkadang di bandara ada razia oleh pihak keamanan. Tekong  harus menunggu waktu yang aman. Calon TKI terpaksa kembali dibelikan tiket ulang karena tidak bisa berangkat.

Baca Juga :  Setahun, Malaysia Deportasi 35 PMIB asal Pamekasan

Jika terjadi kendala seperti itu, para tekong akan mendapatkan hasil sedikit. Terlebih ketika TKI tetap dideportasi. Sebab, tekong tetap bertanggung jawab agar TKI bisa masuk ke Malaysia.

”Kalau sudah sesuai arahan kita agar TKI masuk di pintu tertentu, tapi tetap tidak masuk, itu jadi tanggungan kami. Namun kalau tidak sesuai arahan, kita tidak bertanggung jawab. Kalau masih akan berangkat lagi, maka tiket harus calon TKI yang membeli,” jelasnya.

Untuk merekrut TKI ilegal, tekong  memiliki jaringan di berbagai kecamatan hingga desa di Madura. Warga yang akan berangkat ke Malaysia langsung menghubungi tekong.

Sekali diberangkatkan, calon TKI rata-rata sepuluh orang. Itu setiap minggu. Bahkan terkadang 40 orang. Biayanya bervariasi. Mulai Rp 6 juta sampai Rp 12 juta. Bergantung bagaimana kesulitan di pembuatan paspor, mahalnya tiket, dan kesulitan masuk ke Malaysia.

”Kalau 40 orang, kita berangkatkan secara bertahap dalam satu hari,” ujar Fulan sembari memperlihatkan SMS  jika akan ada orang akan berangkat ke Malaysia.

Namun bila yang mendaftar hanya satu orang, yang bersangkutan ditangguhkan. Sebab kalau memaksa memberangkatkan satu orang, dapat dipastikan rugi karena banyak biaya yang dikeluarkan.

Bapak satu anak ini mengaku, menjadi tekong tidak tenang karena dihantui waswas sebelum calon TKI benar-benar tiba di tempat tujuan. ”Saat akan berangkat, hati saya dag dig dug. Begitu juga ketika TKI sampai di bandara Malaysia, khawatir tidak lolos,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/