alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Hasanah Ajak Siswa Cintai Budaya Membaca

SAMPANG – Budi pekerti menjadi perhatian serius Siti Nurchasanah. Dia sadar peserta didik tidak hanya dituntut pintar, melainkan juga berakhlak yang baik. Juga perlu mencintai budaya membaca buku.

Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika dengan Permainan Eliminasi merupakan salah satu judul dari penelitian tindakan kelas (PTK) karya Hj Siti Nurchasanah, S.Pd. Karya itu mengantarkan Hasanah meraih juara ketiga seleksi guru berprestasi tingkat kabupaten 2018 diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sampang.

Berbagai inovasi dilakukan di sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas. Tujuannya, menciptakan proses pembelajaran yang nyaman dan cepat dipahami siswa. Di antara inovasinya adalah menerapkan program sudut baca.

Program itu mewajibkan siswa membaca buku pelajaran 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Inovasi itu sangat efektif memancing siswa aktif dalam proses pembelajaran. Dia juga menanamkan pendidikan karakter terhadap siswanya di sekolah.

Baca Juga :  Amirudin Terapkan Pembelajaran Kartu Kuartet dan Puzzle

Guru berprestasi milik SDN Batokarang 1 Kecamatan Camplong ini selalu mengajak siswanya untuk salat Duhur berjamaah. Tindakan itu sebagai salah satu cara untuk mengajak siswa ”memakmurkan” masjid. Hasanah ini membiasakan siswa mencium tangan guru saat datang dan pulang sekolah.

Itu merupakan cara untuk mengajarkan siswa selalu menghormati guru di sekolah maupun di luar. Sehingga, siswa SDN Batokarang 1 memiliki akhlak dan budi pekerti terpuji.

Pada 2009 terpilih dalam nominasi 10 besar guru berprestasi tingkat kecamatan. Pada 2017 terpilih sebagai juara pertama guru berprestasi tingkat kecamatan. Tahun ini meraih juara 3 guru berprestasi tingkat kabupaten kategori guru sekolah dasar (SD).

”Menjadi guru itu tidak mudah. Butuh kesabaran, ketelatenan, bermain dengan perasaan dan hati. Apalagi berhadapan dengan siswa yang cenderung labil,” terang perempuan kelahiran Sampang 1970 itu.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Sabet Juara I WTN, Ini Alasan Menhub Budi Karya Sumadi

Ibu kandung Fadilah Agus Setiawan, Ahmad Zaki Alfarizi,  dan Helmi Candra Nugraha ini sering mengikuti pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kompetensi diri sebagai guru. Dari sanalah pengalaman dan ilmu pengetahuan semakin bertambah.

”Kami juga menggalakkan gerakan literasi. Mengajak siswa untuk kembali mencintai budaya membaca buku,” pungkas warga Jalan Trunojoyo V1/25 Pamekasan itu.

SAMPANG – Budi pekerti menjadi perhatian serius Siti Nurchasanah. Dia sadar peserta didik tidak hanya dituntut pintar, melainkan juga berakhlak yang baik. Juga perlu mencintai budaya membaca buku.

Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika dengan Permainan Eliminasi merupakan salah satu judul dari penelitian tindakan kelas (PTK) karya Hj Siti Nurchasanah, S.Pd. Karya itu mengantarkan Hasanah meraih juara ketiga seleksi guru berprestasi tingkat kabupaten 2018 diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Sampang.

Berbagai inovasi dilakukan di sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas. Tujuannya, menciptakan proses pembelajaran yang nyaman dan cepat dipahami siswa. Di antara inovasinya adalah menerapkan program sudut baca.


Program itu mewajibkan siswa membaca buku pelajaran 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Inovasi itu sangat efektif memancing siswa aktif dalam proses pembelajaran. Dia juga menanamkan pendidikan karakter terhadap siswanya di sekolah.

Baca Juga :  PAUD dan PNFI Disdik Sampang Jagokan¬†Amirudin

Guru berprestasi milik SDN Batokarang 1 Kecamatan Camplong ini selalu mengajak siswanya untuk salat Duhur berjamaah. Tindakan itu sebagai salah satu cara untuk mengajak siswa ”memakmurkan” masjid. Hasanah ini membiasakan siswa mencium tangan guru saat datang dan pulang sekolah.

Itu merupakan cara untuk mengajarkan siswa selalu menghormati guru di sekolah maupun di luar. Sehingga, siswa SDN Batokarang 1 memiliki akhlak dan budi pekerti terpuji.

Pada 2009 terpilih dalam nominasi 10 besar guru berprestasi tingkat kecamatan. Pada 2017 terpilih sebagai juara pertama guru berprestasi tingkat kecamatan. Tahun ini meraih juara 3 guru berprestasi tingkat kabupaten kategori guru sekolah dasar (SD).

”Menjadi guru itu tidak mudah. Butuh kesabaran, ketelatenan, bermain dengan perasaan dan hati. Apalagi berhadapan dengan siswa yang cenderung labil,” terang perempuan kelahiran Sampang 1970 itu.

Baca Juga :  Kenali Nyeri Lambung yang Merenggut Nyawa Pretty Asmara

Ibu kandung Fadilah Agus Setiawan, Ahmad Zaki Alfarizi,  dan Helmi Candra Nugraha ini sering mengikuti pelatihan dan workshop untuk meningkatkan kompetensi diri sebagai guru. Dari sanalah pengalaman dan ilmu pengetahuan semakin bertambah.

”Kami juga menggalakkan gerakan literasi. Mengajak siswa untuk kembali mencintai budaya membaca buku,” pungkas warga Jalan Trunojoyo V1/25 Pamekasan itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/