21.2 C
Madura
Wednesday, June 7, 2023

PPBS Matangkan Persiapan Pemilihan Puteri Madura 2021

Pemilihan Puteri Madura 2021 berbeda dengan event fashion. Tidak hanya mengedepankan kecantikan. Kemampuan peserta dalam menginspirasi masyarakat jadi penilaian utama.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

GERIMIS membasahi bumi Jalan Kramat, Kelurahan Karang Dalem, Sabtu sore (27/2). Tidak banyak kendaraan lalu-lalang sore itu. Beberapa kendaraan terparkir di halaman rumah berlantai dua di BI Nomor 280.

Sembilan muda-mudi duduk melingkar di lantai atas. Mereka yang terdiri atas tiga perempuan itu sedang memperhatikan tiga lembar kertas yang dipegang masing-masing. Kertas tersebut berisi rundown karantina dan petunjuk pelaksanaan grand final Puteri Madura 2021.

Sembilan pemuda itu mengenakan kaus kuning kunyit. Di bagian depan tertulis huruf kapital PPBS. Singkatan dari Putera-Puteri Batik Sampang. ”Kami sedang membahas persiapan karantina dan grand final,” kata Founder Yayasan PPBS Arman Abdurrahman yang saat itu menghadap ke timur.

Pemuda yang sedang mengenakan masker itu juga dipercaya sebagai City Director Puteri Madura 2021. Dia menyampaikan, beberapa tahapan dalam pemilihan Puteri Madura 2021 sudah dilaksanakan. Kegiatan tersebut diawali dengan audisi yang digelar 12 Januari hingga 7 Februari 2021.

Baca Juga :  Membatik di Aeng Panas, Dibawa ke Prancis

Event tahunan tersebut mencakup empat kabupaten. Yakni, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Peserta yang mendaftar cukup antusias. Hingga akhir pendaftaran terkumpul 110 peserta. ”Tapi, tidak semuanya kami karantina. Masih ada beberapa tahapan yang harus dijalani peserta,” ujar Arman.

Pada tahap kedua peserta yang sudah mendaftar mengikuti tantangan (challenge) pertama seperti pengenalan. Pada tahap tersebut peserta juga diuji untuk bicara di depan umum (public speaking). Selain itu, peserta diuji penguasaan dalam menyikapi isu sosial seperti program vaksinasi.

Pada tantangan kedua, peserta dites kemampuan berjalan di atas catwalk. Jika lolos, peserta berhak masuk pada tahap ketiga, yakni tes wawancara (interview) dan pemotretan (photoshoot). Masing-masing peserta menjalani kegiatan secara profesional.

Baca Juga :  Muhammad¬†Amin,¬†Perajin Alat Musik Tradisional Berkarya sejak SD

”Dari tahap pertama sampai ketiga tersisa 40 finalis. Mereka akan menjalani karantina sebelum masuk grand final,” terangnya.

Arman mengungkapkan, dua kategori yang dikompetisikan. Yakni, kategori puteri cilik usia 8 hingga 12 tahun dan puteri remaja usia 13 hingga 18 tahun. Masing-masing kategori terjaring 20 peserta yang masuk dalam grand final.

Selain itu, ada beberapa bidang yang dipilih dalam event tersebut. Di antaranya, Puteri Madura bidang lingkungan, budaya, wisata, dan pendidikan. ”Peserta yang terpilih akan dikirim mewakili Madura ke provinsi 20-21 Maret,” tutur Arman.

Pemilihan Puteri Madura 2021 berbeda dengan event fashion. Dalam kegiatan yang dimotori PPBS tersebut tidak hanya mengedepankan kecantikan. Kemampuan peserta dalam menginspirasi masyarakat juga masuk penilaian utama.

”Tidak hanya dinilai kecantikannya, tapi juga menginspirasi. Cantik saja tidak cukup kalau tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Pemilihan Puteri Madura 2021 berbeda dengan event fashion. Tidak hanya mengedepankan kecantikan. Kemampuan peserta dalam menginspirasi masyarakat jadi penilaian utama.

ANIS BILLAH, Sampang, Jawa Pos Radar Madura

GERIMIS membasahi bumi Jalan Kramat, Kelurahan Karang Dalem, Sabtu sore (27/2). Tidak banyak kendaraan lalu-lalang sore itu. Beberapa kendaraan terparkir di halaman rumah berlantai dua di BI Nomor 280.


Sembilan muda-mudi duduk melingkar di lantai atas. Mereka yang terdiri atas tiga perempuan itu sedang memperhatikan tiga lembar kertas yang dipegang masing-masing. Kertas tersebut berisi rundown karantina dan petunjuk pelaksanaan grand final Puteri Madura 2021.

Sembilan pemuda itu mengenakan kaus kuning kunyit. Di bagian depan tertulis huruf kapital PPBS. Singkatan dari Putera-Puteri Batik Sampang. ”Kami sedang membahas persiapan karantina dan grand final,” kata Founder Yayasan PPBS Arman Abdurrahman yang saat itu menghadap ke timur.

Pemuda yang sedang mengenakan masker itu juga dipercaya sebagai City Director Puteri Madura 2021. Dia menyampaikan, beberapa tahapan dalam pemilihan Puteri Madura 2021 sudah dilaksanakan. Kegiatan tersebut diawali dengan audisi yang digelar 12 Januari hingga 7 Februari 2021.

Baca Juga :  Membatik di Aeng Panas, Dibawa ke Prancis

Event tahunan tersebut mencakup empat kabupaten. Yakni, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Peserta yang mendaftar cukup antusias. Hingga akhir pendaftaran terkumpul 110 peserta. ”Tapi, tidak semuanya kami karantina. Masih ada beberapa tahapan yang harus dijalani peserta,” ujar Arman.

- Advertisement -

Pada tahap kedua peserta yang sudah mendaftar mengikuti tantangan (challenge) pertama seperti pengenalan. Pada tahap tersebut peserta juga diuji untuk bicara di depan umum (public speaking). Selain itu, peserta diuji penguasaan dalam menyikapi isu sosial seperti program vaksinasi.

Pada tantangan kedua, peserta dites kemampuan berjalan di atas catwalk. Jika lolos, peserta berhak masuk pada tahap ketiga, yakni tes wawancara (interview) dan pemotretan (photoshoot). Masing-masing peserta menjalani kegiatan secara profesional.

Baca Juga :  Cara SDN Kowel 3 Tanamkan Nilai-nilai Alquran pada Siswa

”Dari tahap pertama sampai ketiga tersisa 40 finalis. Mereka akan menjalani karantina sebelum masuk grand final,” terangnya.

Arman mengungkapkan, dua kategori yang dikompetisikan. Yakni, kategori puteri cilik usia 8 hingga 12 tahun dan puteri remaja usia 13 hingga 18 tahun. Masing-masing kategori terjaring 20 peserta yang masuk dalam grand final.

Selain itu, ada beberapa bidang yang dipilih dalam event tersebut. Di antaranya, Puteri Madura bidang lingkungan, budaya, wisata, dan pendidikan. ”Peserta yang terpilih akan dikirim mewakili Madura ke provinsi 20-21 Maret,” tutur Arman.

Pemilihan Puteri Madura 2021 berbeda dengan event fashion. Dalam kegiatan yang dimotori PPBS tersebut tidak hanya mengedepankan kecantikan. Kemampuan peserta dalam menginspirasi masyarakat juga masuk penilaian utama.

”Tidak hanya dinilai kecantikannya, tapi juga menginspirasi. Cantik saja tidak cukup kalau tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/