alexametrics
25.3 C
Madura
Friday, September 30, 2022

Aba Baik-Baik Saja, Berangkat jika Dapat Amanah

Yang Sederhana dan Yang Bersahaja, H Mujiburrahman Kembali Kepada-Nya

”Konten berita itu menjadi nilai tawar kepada pembaca”. Kalimat itu tidak diucapkan wartawan atau pemimpin media, melainkan seorang loper dan pemilik agen koran. Namanya, H Mujiburrahman bin Supardi.

HERIVIYA YUVI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

HAJI Mujib merupakan sosok sederhana nan bersahaja. Relasinya di mana-mana. Tak pelak saat salat jenazah hingga prosesi pemakaman, masyarakat dari berbagai kalangan hadir untuk mendoakan almarhum kemarin (22/9).

Salat jenazah digelar di Masjid Abdurrahman bin Auf, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep. Jenazah dikebumikan di pemakaman umum desa setempat pada pukul 15.30. ”Kami turut berdukacita. Beliau orangnya sangat baik, sangat sederhana, humble pokoknya, baik pada semua orang,” kenang koordinator Kompolan Loper Sumenep Area Taman Bunga Suriyanto.

Pemilik agen Jawa Pos Radar Madura dengan nama Keagenan Asy’ari itu juga menuturkan bahwa kiprah Haji Mujib dalam dunia keagenan sudah sangat melegenda. Sebab, ayah dengan tiga buah hati itu menjadi loper Jawa Pos sejak 1984 dan menjadi agen Jawa Pos Radar Madura sejak 1994.

Menurut Suriyanto, Haji Mujib menginspirasi masyarakat. Khususnya rekan-rekan sesama agen dan loper koran. ”Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” doa Suri yang turut mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Kondisi kesehatan pria bernama lengkap H. Mujiburrahman bin Supardi itu menurun. Suami Hj Susmiyati itu sempat menjalani perawatan di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep dan RSUD dr Mohamad Soewandhie Surabaya. Karena tidak ada perkembangan berarti, kemudian meminta untuk perawatan di rumah. ”Jadi kami bawa pulang,” tutur Susmiyati.

Baca Juga :  Pengiriman Balot Tinggal Lima Hari

Perempuan yang naik haji pada Maret 2001 itu menuturkan, suaminya seperti punya firasat hidupnya mungkin tidak lama lagi sehingga meminta untuk dirawat di rumah. ”Ikhtiar secara medis sudah. Kami serahkan pada Allah SWT. Tolong ngaji saja dan minta air berkah kepada kiai,” katanya menirukan permintaan Haji Mujib.

Suaminya mengalami penyakit pembengkakan hati dan saluran kantung kemih. Duka itu pun tiba Kamis (22/9) dini hari. Di tengah keheningan malam itu, H Mujiburrahman bin Supardi menghadap kepada-Nya.

Beberapa hari sebelum meninggal dunia, Haji Mujib masih sempat berkomunikasi dengan Fahrurrozi, putra sulungnya. Sebab, dosen di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu hendak berangkat ke luar negeri dalam rangka melaksanakan tugas dari kampus.

Haji Mujib bangga dan selalu mendukung setiap tugas dan tanggung jawab putranya yang lahir pada 1989 itu. Sebagai seorang ayah, dia selalu selalu teguh pendirian, jaga ibadah, dan bermanfaat untuk sesama.

”Jangan kepikiran. Insyaallah Aba (bapak, Red) akan baik-baik saja. Jika dapat amanah dan tugas pengabdian, berangkat,” tutur Sus menirukan kata-kata terakhir kekasihnya sambil berurai air mata.

Baca Juga :  Keluarga Belum Musyawarah untuk Pengajuan Gelar

Haji Mujib meninggal dunia pada usia 58 tahun. Dari pernikahan dengan Susmiyati lahir tiga putra. Selain Fahrurrozi, ada Taufikurrahman dan Ahmad Aliyafi. Dari ketiga putranya itu dikarunia cucu dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.

”Tolong dimaafkan Pak Ji Mujib apabila ada salah dan khilaf kepada keluarga Jawa Pos Radar Madura dan masyarakat luas lainnya,” pinta Hj Sus sambil menyeka bulir-bulir air mata yang keluar dari sudut matanya.

Pada hari ulang tahun (HUT) Ke-20 tahun 2019, JPRM memberikan penghargaan kepada empat agen berprestasi. Salah satunya H Mujiburrahman selaku pemilik Agen Syaiful Bahri. Penghargaan diberikan Direktur JPRM Abd. Aziz pada acara puncak HUT di Tabun Educulture Art, Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Sabtu malam, 27 Juli 2019.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan lamanya bekerja sama dengan JPRM dan ketertiban dalam pembayaran. Saat itu, Haji Mujib mengaku bangga bisa menjadi bagian dari JPRM. Media cetak terbesar di Madura tersebut memiliki keunggulan dalam penyajian berita, baik akurasi maupun keberimbangan. Karena itu, diminati oleh pembaca.

”Konten berita itu menjadi nilai tawar kepada pembaca,” kata agen koran di Jalan Panglima Sudirman, Sumenep, itu. (*/luq)

”Konten berita itu menjadi nilai tawar kepada pembaca”. Kalimat itu tidak diucapkan wartawan atau pemimpin media, melainkan seorang loper dan pemilik agen koran. Namanya, H Mujiburrahman bin Supardi.

HERIVIYA YUVI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

HAJI Mujib merupakan sosok sederhana nan bersahaja. Relasinya di mana-mana. Tak pelak saat salat jenazah hingga prosesi pemakaman, masyarakat dari berbagai kalangan hadir untuk mendoakan almarhum kemarin (22/9).


Salat jenazah digelar di Masjid Abdurrahman bin Auf, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep. Jenazah dikebumikan di pemakaman umum desa setempat pada pukul 15.30. ”Kami turut berdukacita. Beliau orangnya sangat baik, sangat sederhana, humble pokoknya, baik pada semua orang,” kenang koordinator Kompolan Loper Sumenep Area Taman Bunga Suriyanto.

Pemilik agen Jawa Pos Radar Madura dengan nama Keagenan Asy’ari itu juga menuturkan bahwa kiprah Haji Mujib dalam dunia keagenan sudah sangat melegenda. Sebab, ayah dengan tiga buah hati itu menjadi loper Jawa Pos sejak 1984 dan menjadi agen Jawa Pos Radar Madura sejak 1994.

Menurut Suriyanto, Haji Mujib menginspirasi masyarakat. Khususnya rekan-rekan sesama agen dan loper koran. ”Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” doa Suri yang turut mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Kondisi kesehatan pria bernama lengkap H. Mujiburrahman bin Supardi itu menurun. Suami Hj Susmiyati itu sempat menjalani perawatan di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep dan RSUD dr Mohamad Soewandhie Surabaya. Karena tidak ada perkembangan berarti, kemudian meminta untuk perawatan di rumah. ”Jadi kami bawa pulang,” tutur Susmiyati.

Baca Juga :  Tak Punya Tempat, TK Kartini 01 Pejagan Belajar di Teras Rumah
- Advertisement -

Perempuan yang naik haji pada Maret 2001 itu menuturkan, suaminya seperti punya firasat hidupnya mungkin tidak lama lagi sehingga meminta untuk dirawat di rumah. ”Ikhtiar secara medis sudah. Kami serahkan pada Allah SWT. Tolong ngaji saja dan minta air berkah kepada kiai,” katanya menirukan permintaan Haji Mujib.

Suaminya mengalami penyakit pembengkakan hati dan saluran kantung kemih. Duka itu pun tiba Kamis (22/9) dini hari. Di tengah keheningan malam itu, H Mujiburrahman bin Supardi menghadap kepada-Nya.

Beberapa hari sebelum meninggal dunia, Haji Mujib masih sempat berkomunikasi dengan Fahrurrozi, putra sulungnya. Sebab, dosen di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu hendak berangkat ke luar negeri dalam rangka melaksanakan tugas dari kampus.

Haji Mujib bangga dan selalu mendukung setiap tugas dan tanggung jawab putranya yang lahir pada 1989 itu. Sebagai seorang ayah, dia selalu selalu teguh pendirian, jaga ibadah, dan bermanfaat untuk sesama.

”Jangan kepikiran. Insyaallah Aba (bapak, Red) akan baik-baik saja. Jika dapat amanah dan tugas pengabdian, berangkat,” tutur Sus menirukan kata-kata terakhir kekasihnya sambil berurai air mata.

Baca Juga :  Sisi Lain Hari Pertama Masuk Sekolah bagi Siswa Baru SD

Haji Mujib meninggal dunia pada usia 58 tahun. Dari pernikahan dengan Susmiyati lahir tiga putra. Selain Fahrurrozi, ada Taufikurrahman dan Ahmad Aliyafi. Dari ketiga putranya itu dikarunia cucu dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.

”Tolong dimaafkan Pak Ji Mujib apabila ada salah dan khilaf kepada keluarga Jawa Pos Radar Madura dan masyarakat luas lainnya,” pinta Hj Sus sambil menyeka bulir-bulir air mata yang keluar dari sudut matanya.

Pada hari ulang tahun (HUT) Ke-20 tahun 2019, JPRM memberikan penghargaan kepada empat agen berprestasi. Salah satunya H Mujiburrahman selaku pemilik Agen Syaiful Bahri. Penghargaan diberikan Direktur JPRM Abd. Aziz pada acara puncak HUT di Tabun Educulture Art, Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Sabtu malam, 27 Juli 2019.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan lamanya bekerja sama dengan JPRM dan ketertiban dalam pembayaran. Saat itu, Haji Mujib mengaku bangga bisa menjadi bagian dari JPRM. Media cetak terbesar di Madura tersebut memiliki keunggulan dalam penyajian berita, baik akurasi maupun keberimbangan. Karena itu, diminati oleh pembaca.

”Konten berita itu menjadi nilai tawar kepada pembaca,” kata agen koran di Jalan Panglima Sudirman, Sumenep, itu. (*/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/