alexametrics
21.3 C
Madura
Saturday, October 1, 2022

Punya Koleksi 2.300 Jenis dari 155 Negara

Salman, Pemuda yang Bercita-cita Punya Museum Uang Asing Pribadi

Usia Salman baru menginjak 20 tahun. Dia memiliki hobi yang unik. Yakni, mengoleksi uang asing. Uang dari berbagai negara itu sudah dia dikumpulkan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

LAILIYATUN NURIYAH, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

SENYUM merekah tampak dari wajah Salman saat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkunjung ke rumahnya di Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota Bangkalan. Dia hidup berdua dengan kakeknya. Kedua orang tuanya berada di desa yang beda.

”Saya di sini berdua sama kakek, nenek sudah meninggal. Mama saya ada di Desa Bancaran, Kota Bangkalan, bersama ayah,” ujarnya Sabtu (6/8).

Salman anak ketiga dari pasangan suami istri Mual Farid dan Yuliana itu lahir pada 2001 lalu dengan keadaan prematur disleksia. Dia lambat dalam hal membaca, menulis, dan mengeja. Tetapi, Allah memberikan kelebihan ingatan yang kuat dan cepat menghafal.

”Saya itu kelas tiga SD baru bisa baca dan nulis. Tapi, mama saya heran, sejak itu kemampuan menghafal saya lebih cepat,” ucap Salman.

Baca Juga :  Kunjungi Bangkalan, Lucky Setyo Witjaksono, Mantan Gitaris Power Metal

Dia mengaku sering mendapatkan perlakuan perundungan dari teman-temannya di sekolah. Akan tetapi, dia tidak memedulikan perlakuan teman-temannya itu. Dia tetap semangat mewujudkan impiannya. Salah satunya membuat museum uang asing pribadi.

Sejak duduk di bangku SD, Salman mulai mengoleksi uang asing. Uang pertama dia dapatkan dari laci kakeknya, peninggalan buyutnya saat menjadi pelayar. Kemudian, pada kelas lima dirinya diundang salah satu acara televisi swasta Indonesia.

Saat ini, uang asing yang berhasil dia kumpulkan sudah mencapai 2.300 jenis. Perinciannya, seribu uang kertas dan 1.300 uang koin. Ribuan uang itu didapat dari 155 negara. Untuk mendapatkan uang itu tidak mudah. ”Dulu, pas saya masih SD, saya beli ke orang-orang pelayaran. Kalau sekarang, ikut lelang-lelang gitu,” katanya.

Agar keinginannya terwujud untuk mendirikan museum, Salman rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli uang asing yang dia incar. Seluruh koleksinya pernah ditawar seharga Rp 900 juta. Akan tetapi, dia menolak karena memang niat awalnya mendirikan museum uang asing.

Baca Juga :  Roqibah, Janda Empat Anak Asal Batorasang, Tambelangan, Sampang

Saat ini, Salman dan teman-temannya sedang mengajukan jurusan ilmu numismatik di beberapa universitas terkenal di Indonesia. Menurutnya, ilmu ini sangat penting untuk mengetahui sejarah dan asal mula uang di beberapa negara. ”Semua uang itu ada sejarahnya, seperti uang stuiver, uang dari meriam yang dimiliki Indonesia saat itu, saya juga punya itu,” ulasnya.

Salman berharap museumnya menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa untuk lebih mengenal beberapa uang asing sekaligus sejarahnya. Dia masih menargetkan uang asing dari beberapa negara yang belum dia miliki. Hanya, saat ini masih fokus terhadap penulisan buku keduanya.

”Saya masih fokus penggarapan buku kedua. Mungkin nanti setelah rampung, saya akan berburu uang asing lagi,” tandasnya. (c2/han)

Usia Salman baru menginjak 20 tahun. Dia memiliki hobi yang unik. Yakni, mengoleksi uang asing. Uang dari berbagai negara itu sudah dia dikumpulkan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

LAILIYATUN NURIYAH, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

SENYUM merekah tampak dari wajah Salman saat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berkunjung ke rumahnya di Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota Bangkalan. Dia hidup berdua dengan kakeknya. Kedua orang tuanya berada di desa yang beda.


”Saya di sini berdua sama kakek, nenek sudah meninggal. Mama saya ada di Desa Bancaran, Kota Bangkalan, bersama ayah,” ujarnya Sabtu (6/8).

Salman anak ketiga dari pasangan suami istri Mual Farid dan Yuliana itu lahir pada 2001 lalu dengan keadaan prematur disleksia. Dia lambat dalam hal membaca, menulis, dan mengeja. Tetapi, Allah memberikan kelebihan ingatan yang kuat dan cepat menghafal.

”Saya itu kelas tiga SD baru bisa baca dan nulis. Tapi, mama saya heran, sejak itu kemampuan menghafal saya lebih cepat,” ucap Salman.

Baca Juga :  Cara Belajar Bahasa Asing Agar Cepat Mahir

Dia mengaku sering mendapatkan perlakuan perundungan dari teman-temannya di sekolah. Akan tetapi, dia tidak memedulikan perlakuan teman-temannya itu. Dia tetap semangat mewujudkan impiannya. Salah satunya membuat museum uang asing pribadi.

- Advertisement -

Sejak duduk di bangku SD, Salman mulai mengoleksi uang asing. Uang pertama dia dapatkan dari laci kakeknya, peninggalan buyutnya saat menjadi pelayar. Kemudian, pada kelas lima dirinya diundang salah satu acara televisi swasta Indonesia.

Saat ini, uang asing yang berhasil dia kumpulkan sudah mencapai 2.300 jenis. Perinciannya, seribu uang kertas dan 1.300 uang koin. Ribuan uang itu didapat dari 155 negara. Untuk mendapatkan uang itu tidak mudah. ”Dulu, pas saya masih SD, saya beli ke orang-orang pelayaran. Kalau sekarang, ikut lelang-lelang gitu,” katanya.

Agar keinginannya terwujud untuk mendirikan museum, Salman rela merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli uang asing yang dia incar. Seluruh koleksinya pernah ditawar seharga Rp 900 juta. Akan tetapi, dia menolak karena memang niat awalnya mendirikan museum uang asing.

Baca Juga :  Kunjungi Bangkalan, Lucky Setyo Witjaksono, Mantan Gitaris Power Metal

Saat ini, Salman dan teman-temannya sedang mengajukan jurusan ilmu numismatik di beberapa universitas terkenal di Indonesia. Menurutnya, ilmu ini sangat penting untuk mengetahui sejarah dan asal mula uang di beberapa negara. ”Semua uang itu ada sejarahnya, seperti uang stuiver, uang dari meriam yang dimiliki Indonesia saat itu, saya juga punya itu,” ulasnya.

Salman berharap museumnya menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa untuk lebih mengenal beberapa uang asing sekaligus sejarahnya. Dia masih menargetkan uang asing dari beberapa negara yang belum dia miliki. Hanya, saat ini masih fokus terhadap penulisan buku keduanya.

”Saya masih fokus penggarapan buku kedua. Mungkin nanti setelah rampung, saya akan berburu uang asing lagi,” tandasnya. (c2/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/