21.6 C
Madura
Friday, December 9, 2022

Herman Serius Geluti Hobi Budi Daya Ikan Cupang Kontes

Harga Capai Jutaan, Pernah Ngirim ke Tiga Negara

Hobi tidak selamanya menghambur-hamburkan uang. Jika dikelola dengan baik, hobi bisa menjadi penghasilan. Seperti yang digeluti Herman, pembudi daya ikan cupang kontes.

AYU LATIFAH, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

MEMELIHARA ikan cupang sudah lama digeluti oleh Herman. Warga Dusun Nangke, Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan, itu memiliki koleksi ikan cupang yang cukup banyak. Dia juga sering mengikutkan ikan cupangnya kontes, baik regional maupun nasional.

”Jadi, ikan ini bukan untuk aduan. Tapi, kontes kecantikan ikan yang dilihat dari warna pada siripnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (6/11). Dari berbagai kontes yang diikuti di sejumlah daerah, puluhan trofi telah diraihnya.

Menurut Herman, merawat ikan cupang kontes tidak bisa sembarangan. Air yang digunakan juga tidak boleh sembarangan. Selama ini dirinya menggunakan air mineral. Ganti air tiga hari sekali dan menghabiskan lima galon air.

Penggunaan air mineral lebih dianjurkan daripada air sumur. Sebab, air sumur memiliki kandungan zat kapur yang cukup banyak. Itu tidak baik untuk kesehatan ikan. Bahkan, sirip ikan akan kuncup atau tidak mekar, sehingga tidak bagus.

Baca Juga :  Keluarga Belum Musyawarah untuk Pengajuan Gelar

Di dalam akuarium juga diberikan daun ketapang untuk menstabilkan PH air. Sehingga, ikan cupang tidak mudah stres karena merasa nyaman dengan adanya daun tersebut.

Sementara untuk pakan ikan cupang yakni kutu air dan jentik nyamuk. Kutu air bagus untuk pigmen pada warna ikan. ”Sedangkan jentik nyamuk bagus untuk tulang ikan. Kalau pelet tidak begitu bagus karena ikan ini butuh makanan yang hidup,” tuturnya.

Salah satu kesulitan dalam perawatan ikan cupang saat nge-breed. Sebab, harus mencari kutu air untuk pakan anakan ikan. Sebab, anak ikan yang berusia dua pekan hingga sebulan setengah itu tidak bisa diberi pakan jentik.

”Saya mencari ditambak dan sungai. Carinya malam hari. Itu yang membuat saya kesulitan,” jelasnya.

Baca Juga :  Aplikasi Presensi Online, Solusi Tepat Pantau Jam Kerja Karyawan di Era WFA

Sejak 2020, dia aktif ikut kontes kecantikan ikan cupang. Dalam kontes itu, ikan jagoannya selalu berada di peringkat paling atas. Saat ini sudah 22 trofi yang berhasil dikumpulkan dari berbagai kejuaraan.

Pria 35 tahun itu menyatakan, jenis ikan cupang koleksinya berbeda-beda. Antara lain, grizzle, tancho, marble dot dot, blue rim, dan super red. Yang menjadi penilaian pada kontes adalah warna siripnya yang rapi. Selain itu, bodi dan bentuk kepala ikan juga menjadi pertimbangan. ”Bodi itu yang bagus kepalanya melengkung kayak peluru,” tuturya.

Ikan cantik itu juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Ikan yang pernah juara harganya bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Ikan koleksi Herman pernah dikirim ke luar negeri. Seperti Belgia, Singapura, dan Malaysia. Sementara untuk dalam negeri paling sering ngirim ke Papua. ”Harganya bisa sampai Rp 3 juta,” pungkasnya. (*/han)

Hobi tidak selamanya menghambur-hamburkan uang. Jika dikelola dengan baik, hobi bisa menjadi penghasilan. Seperti yang digeluti Herman, pembudi daya ikan cupang kontes.

AYU LATIFAH, Bangkalan, Jawa Pos Radar Madura

MEMELIHARA ikan cupang sudah lama digeluti oleh Herman. Warga Dusun Nangke, Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan, itu memiliki koleksi ikan cupang yang cukup banyak. Dia juga sering mengikutkan ikan cupangnya kontes, baik regional maupun nasional.


”Jadi, ikan ini bukan untuk aduan. Tapi, kontes kecantikan ikan yang dilihat dari warna pada siripnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (6/11). Dari berbagai kontes yang diikuti di sejumlah daerah, puluhan trofi telah diraihnya.

Menurut Herman, merawat ikan cupang kontes tidak bisa sembarangan. Air yang digunakan juga tidak boleh sembarangan. Selama ini dirinya menggunakan air mineral. Ganti air tiga hari sekali dan menghabiskan lima galon air.

Penggunaan air mineral lebih dianjurkan daripada air sumur. Sebab, air sumur memiliki kandungan zat kapur yang cukup banyak. Itu tidak baik untuk kesehatan ikan. Bahkan, sirip ikan akan kuncup atau tidak mekar, sehingga tidak bagus.

Baca Juga :  Lulusan Tidak Memiliki Ijazah

Di dalam akuarium juga diberikan daun ketapang untuk menstabilkan PH air. Sehingga, ikan cupang tidak mudah stres karena merasa nyaman dengan adanya daun tersebut.

- Advertisement -

Sementara untuk pakan ikan cupang yakni kutu air dan jentik nyamuk. Kutu air bagus untuk pigmen pada warna ikan. ”Sedangkan jentik nyamuk bagus untuk tulang ikan. Kalau pelet tidak begitu bagus karena ikan ini butuh makanan yang hidup,” tuturnya.

Salah satu kesulitan dalam perawatan ikan cupang saat nge-breed. Sebab, harus mencari kutu air untuk pakan anakan ikan. Sebab, anak ikan yang berusia dua pekan hingga sebulan setengah itu tidak bisa diberi pakan jentik.

”Saya mencari ditambak dan sungai. Carinya malam hari. Itu yang membuat saya kesulitan,” jelasnya.

Baca Juga :  Keluarga Belum Musyawarah untuk Pengajuan Gelar

Sejak 2020, dia aktif ikut kontes kecantikan ikan cupang. Dalam kontes itu, ikan jagoannya selalu berada di peringkat paling atas. Saat ini sudah 22 trofi yang berhasil dikumpulkan dari berbagai kejuaraan.

Pria 35 tahun itu menyatakan, jenis ikan cupang koleksinya berbeda-beda. Antara lain, grizzle, tancho, marble dot dot, blue rim, dan super red. Yang menjadi penilaian pada kontes adalah warna siripnya yang rapi. Selain itu, bodi dan bentuk kepala ikan juga menjadi pertimbangan. ”Bodi itu yang bagus kepalanya melengkung kayak peluru,” tuturya.

Ikan cantik itu juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Ikan yang pernah juara harganya bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Ikan koleksi Herman pernah dikirim ke luar negeri. Seperti Belgia, Singapura, dan Malaysia. Sementara untuk dalam negeri paling sering ngirim ke Papua. ”Harganya bisa sampai Rp 3 juta,” pungkasnya. (*/han)

Artikel Terkait

Most Read

PT ASSI Berkurban Empat Ekor Sapi

Pasrah jika Hujan, Berharap Bisa Panen

Pasutri Bobol Kantor PT WJS

Artikel Terbaru

/