24 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Mahasiswa IAIN Juara 2 Nasional Seni Bela Diri

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Usia Sofa Suyanto memang masih muda, tapi raihan prestasinya jangan diragukan. Remaja 22 tahun itu berhasil menjadi juara 2 nasional dalam kategori lomba seni bela diri ganda putra dewasa yang diselenggarakan Universitas Jember (Unej), Minggu (27/11) lalu.

Dia menceritakan, dalam lomba tersebut pihaknya melawan atlet dari perwakilan Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Universitas Islam Lamongan (Unisla). Tetapi, ketika memasuki babak final, dia keluar sebagai juara 2.

”Tidak apa-apa, tetap semangat. Masih banyak pertandingan yang akan saya ikuti, baik tunggal ataupun ganda,” kata dia kemarin (2/12).

Menurutnya, untuk mempersiapkan lomba itu, pihaknya mengurangi kegiatan nongkrong. Selain itu, mengorbankan waktu tidur untuk latihan. Selama enam bulan pihaknya melaksanakan latihan ketat.

Baca Juga :  Siswa Terancam, Guru dan Wali Murid Ketar-ketir

Sofa mengaku, kali pertama bergabung di PSHT Rayon Bugih Ranting Kota Cabang Pamekasan Pusat Madiun. Saat bergabung, pihaknya benar-benar merasakan arti persaudaraan yang tinggi. Bahkan, bukan hanya PSHT di Pamekasan saja, melainkan PSHT seluruh Indonesia.

”Saya awal masuk itu tertarik karena kekeluargaannya,” ucapnya.

Mahasiswa Hukum Tata Negara  (HTN) Institut Agama Islama Negeri (IAIN) Madura itu berharap ke depan lebih bersemangat. Pihaknya juga punya mimpi bisa bertanding di laga internasional untuk membawa nama baik Indonesia, khususnya Madura.

”Saya mengakui di bidang akademik memang tidak mampu. Mungkin di nonakademik saya bisa membanggakan ayah dan ibu,” pungkasnya. (ail/daf)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Usia Sofa Suyanto memang masih muda, tapi raihan prestasinya jangan diragukan. Remaja 22 tahun itu berhasil menjadi juara 2 nasional dalam kategori lomba seni bela diri ganda putra dewasa yang diselenggarakan Universitas Jember (Unej), Minggu (27/11) lalu.

Dia menceritakan, dalam lomba tersebut pihaknya melawan atlet dari perwakilan Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Universitas Islam Lamongan (Unisla). Tetapi, ketika memasuki babak final, dia keluar sebagai juara 2.

”Tidak apa-apa, tetap semangat. Masih banyak pertandingan yang akan saya ikuti, baik tunggal ataupun ganda,” kata dia kemarin (2/12).


Menurutnya, untuk mempersiapkan lomba itu, pihaknya mengurangi kegiatan nongkrong. Selain itu, mengorbankan waktu tidur untuk latihan. Selama enam bulan pihaknya melaksanakan latihan ketat.

Baca Juga :  5 Tips Memaksimalkan Aktivitas Marketing melalui WhatsApp

Sofa mengaku, kali pertama bergabung di PSHT Rayon Bugih Ranting Kota Cabang Pamekasan Pusat Madiun. Saat bergabung, pihaknya benar-benar merasakan arti persaudaraan yang tinggi. Bahkan, bukan hanya PSHT di Pamekasan saja, melainkan PSHT seluruh Indonesia.

”Saya awal masuk itu tertarik karena kekeluargaannya,” ucapnya.

Mahasiswa Hukum Tata Negara  (HTN) Institut Agama Islama Negeri (IAIN) Madura itu berharap ke depan lebih bersemangat. Pihaknya juga punya mimpi bisa bertanding di laga internasional untuk membawa nama baik Indonesia, khususnya Madura.

- Advertisement -

”Saya mengakui di bidang akademik memang tidak mampu. Mungkin di nonakademik saya bisa membanggakan ayah dan ibu,” pungkasnya. (ail/daf)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/