PAMEKASAN, RadarMadura.id – Apa pun usaha yang dijalankan, jika ditekuni dan diseriusi, berpeluang membawa pada kesuksesan. Seperti yang dilakukan Titing Erlinawati. Perempuan asal Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, itu menekuni usaha kue basah.
Dia memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana promosi. Lambat laun usaha yang dijalankan itu banyak dikenal dan mendatangkan pendapatan lumayan besar.
Titing Erlinawati mengatakan, sebelum menekuni usaha donat, dia menjalankan usaha butik di Surabaya. Namun, pada 2020, tepatnya saat Covid-19 melanda, usahanya sepi pembeli sehingga gulung tikar.
Kemudian, dia ikut suaminya ke Pamekasan dan memulai usaha donat. Awalnya, usaha tersebut dilakukan hanya untuk mengisi waktu luang. Dia banyak belajar membuat kue basah itu melalui channel YouTube.
”Untuk paham cara membuat kue, saya juga mengikuti kursus online, akhirnya saya menemukan resep yang pas,” katanya.
Istri Rasyid Baadillah itu memaparkan, kue buatannya terdiri dari tiga variasi. Mulai dari donat, banana pastry, dan brownis.
”Alhamdulillah, produk saya sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Pamekasan, Sumenep, dan Sampang. Bahkan, berkat media sosial, kue buatan saya berhasil dipasarkan di Bogor dan Jakarta,” katanya.
Alumnus UPN Surabaya itu menerangkan, produk yang dijual secara online itu dipasarkan dengan harga bervariasi. Harga termurah per boks dijual Rp 10 ribu isi tiga donat. Kemudian, yang paling mahal yakni kue brownis dengan harga Rp 100 ribu.
”Alhamdulillah kalau ramai pemesan, omzet dalam sehari mencapai Rp 2 juta. Kalau sepi pemesan, omzet sehari Rp 200–300 ribu,” ujarnya.
Titing menyampaikan, dalam menjaga kepercayaan pemesan, kunci yang dipertahankan adalah kualitas. Kemudian, kerapian kemasan saat dikirim kepada pelanggan. ”Kalau kualitasnya terjaga, pelanggan akan memesan kembali kue yang kita jual,” katanya.
Perempuan berhijab itu memaparkan, setiap usaha yang dijalankan tidak akan lepas dari tantangan dan cobaan. Namun jika dijalani dengan sabar, tekun, jujur, dan pantang putus asa, hasilnya tidak akan mengecewakan.
”Kunci sukses dalam menekuni usaha adalah jangan pernah takut gagal. Lebih baik gagal dalam mencoba daripada tidak mencoba sama sekali,” pungkasnya. (bai/pen)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta