
MOH. IQBAL, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura
Dapur sederhana tak membatasi mimpi besar. Berbekal ketekunan menjaga kualitas dan cita rasa, Evi Suciyanti berhasil membawa Kepeng Sultan keluar dari lingkup pasar lokal.
Berawal dari camilan favorit masyarakat di lingkungan tempat tinggal, Kepeng Sultan produksi Dapur Mama Suci (DMS) kini berhasil menembus pasar luar daerah, seperti Jogjakarta dan Surabaya.
Usaha rumahan milik Evi Suciyanti yang berlokasi di Desa Parsanga, Sumenep, itu terus berkembang dengan mengandalkan kualitas bahan baku dan cita rasa untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
Usaha tersebut dirintis sejak 28 Maret 2010. Hingga kini, Kepeng Sultan terus melayani permintaan konsumen dari berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Kabupaten Sumenep.
Pemilik Kepeng Sultan, Evi Suciyanti, mengungkapkan bahwa ide memulai usaha muncul karena kepeng saat itu menjadi salah satu camilan favorit masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Melihat peluang tersebut, dia mencoba memproduksi kepeng untuk dipasarkan kepada masyarakat.
”Usaha ini awalnya lahir dari ide sederhana, yang melihat kepeng jadi camilan yang cukup disukai oleh masyarakat,” katanya.
Berbekal ketekunan, usaha yang awalnya dirintis dari dapur rumah itu perlahan berkembang. Kepeng Sultan kini tidak hanya dikenal konsumen sekitar, tetapi juga diminati pembeli dari sejumlah daerah di Jawa Timur hingga Jogjakarta.
”Yang pesan itu bukan hanya dari Sumenep, tapi banyak juga yang dari luar kabupaten,” ucap Suci.
Nama Dapur Mama Suci atau DMS diambil dari nama dirinya sendiri. Sementara itu, Kepeng Sultan menjadi identitas produk yang dipasarkan kepada konsumen. Nama Sultan sengaja disematkan agar produknya memiliki kesan lebih berkelas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




