alexametrics
21.1 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Target Penanaman Jagung Capai 50 Ribu Hektare

SUMENEP – Dalam program kemitraan tanam jagung hibrida ini, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep menargetkan tanam jagung seluas 50 ribu hektare. Selain itu, dispertapahorbun bekerja sama dengan produsen benih jagung dan Offtaker atau pembeli jagung hasil panen petani.

Menurut Kepala Dispertapahorbun Sumenep Bambang Heriyanto, kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan jagung petani akan terbeli. Bambang juga memastikan harga jagung hasil produksi petani akan dibeli dengan harga yang ditentukan sebelum tanam.

Bambang menjelaskan, dari total luas area tanam jagung 117.341 hektare, 50 ribu hektare akan ditanami jagung hibrida. Penanaman tersebut bakal dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal 23.418 hektare yang akan ditanami. BNI akan menyalurkan pembiayaan KUR tani kepada 8.000 petani.

Baca Juga :  BNI Boyong 23 Penghargaan pada Ajang Infobank Digital Brand Award 2022

”Ini baru tahap awal saja. Kami seterusnya akan menyalurkan hingga 13.000 petani dengan target maksimal KUR Rp 72,3 miliar dan luas lahan 117.341 hekatre,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi program itu. Menurut Fauzi, petani adalah tulang punggung perekonomian Kabupaten Sumenep. ”Sejahteranya petani dapat menggambarkan sebagian besar kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Sumenep sudah lama memimpikan program pertanian yang manajemennya dari hulu ke hilir. Menurut dia, program tersebut dapat menjadi awal dari peningkatan kesejahteraan petani. ”Dari dulu saya sudah memimpikan adanya program pertanian yang membahas masalah pertanian, mulai sebelum tanam hingga penjualan hasil panen. Karena itu, program itu saya nilai sangat bagus,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dua Blok Pasar Ki Lemah Duwur Melompong

SUMENEP – Dalam program kemitraan tanam jagung hibrida ini, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep menargetkan tanam jagung seluas 50 ribu hektare. Selain itu, dispertapahorbun bekerja sama dengan produsen benih jagung dan Offtaker atau pembeli jagung hasil panen petani.

Menurut Kepala Dispertapahorbun Sumenep Bambang Heriyanto, kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan jagung petani akan terbeli. Bambang juga memastikan harga jagung hasil produksi petani akan dibeli dengan harga yang ditentukan sebelum tanam.

Bambang menjelaskan, dari total luas area tanam jagung 117.341 hektare, 50 ribu hektare akan ditanami jagung hibrida. Penanaman tersebut bakal dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal 23.418 hektare yang akan ditanami. BNI akan menyalurkan pembiayaan KUR tani kepada 8.000 petani.

Baca Juga :  6.000 Kartu TapCash Suramadu Ludes

”Ini baru tahap awal saja. Kami seterusnya akan menyalurkan hingga 13.000 petani dengan target maksimal KUR Rp 72,3 miliar dan luas lahan 117.341 hekatre,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi program itu. Menurut Fauzi, petani adalah tulang punggung perekonomian Kabupaten Sumenep. ”Sejahteranya petani dapat menggambarkan sebagian besar kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Sumenep sudah lama memimpikan program pertanian yang manajemennya dari hulu ke hilir. Menurut dia, program tersebut dapat menjadi awal dari peningkatan kesejahteraan petani. ”Dari dulu saya sudah memimpikan adanya program pertanian yang membahas masalah pertanian, mulai sebelum tanam hingga penjualan hasil panen. Karena itu, program itu saya nilai sangat bagus,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ketika Perusahaan Mengimpor 49 Ribu Ton Garam dari Australia
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/