alexametrics
23.7 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

BNI Dukung Program Pemerintah di Bidang Pertanian

SUMENEP – PT Bank Negara Indonesia (BNI ) (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 8.000 petani jagung di Kabupaten Sumenep. Menurut General Manager Small Business Banking BNI Bambang Setyatmojo, pihaknya sudah menyiapkan dana Rp 43 miliar untuk program ini.

Bambang mengungkapkan, kegiatan itu bertujuan mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. ”Penyaluran KUR kepada petani jagung ini merupakan dukungan BNI terhadap Program Kemitraan Jagung Hibrida yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rubaru. Kegiatan itu diawali dengan penandatanganan nota kesepakatan integrasi agrobisnis antara Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep dengan BNI, PT Bisi International (Tbk), PT Dupont Indonesia dan Hexa Group.

”Kerja sama ini dalam rangka pelaksanaan program kemitraan pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Sumenep dari hulu sampai hilir,” tutur Bambang. Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kepala Dispertapahorbun Bambang Heriyanto, dan Head of Business Banking BNI Wilayah Surabaya Handoko Adi Nugroho.

Baca Juga :  Tingkatkan Investasi Desa, BNI Optimalkan BUMDes

Bambang menjelaskan, pembiayaan KUR ini dapat digunakan petani untuk membeli bahan dan perlengkapan bercocok tanam. Mulai pembelian bibit atau benih, pupuk, biaya penggarapan, hingga panen. Para penerima KUR tersebut sekaligus mendapatkan Kartu Tani yang diterbitkan BNI.

Sampai minggu ketiga Oktober 2017, BNI telah menerbitkan lebih dari satu juta Kartu Tani di Jawa Timur. Sementara di Kabupaten Sumenep telah didistribusikan 84.381 Kartu Tani. Sejak peluncuran KUR 2007 sampai akhir September 2017, BNI telah menyalurkan KUR Rp 34,47 triliun kepada 305.289 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

”Kartu Tani merupakan sarana untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, subsidi, hingga pencairan KUR. Kartu Tani berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet atau e-wallet untuk belanja,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan BNI terhadap program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BNI juga meresmikan pembentukan Agen 46. Saat ini sudah ada lima badan usaha milik desa (BUMDes) dan 165 kios pupuk di Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam program tersebut.

Baca Juga :  BNI Sigap Atasi Masalah Nasabah

Agen 46 BNI merupakan kepanjangan tangan BNI dalam memberikan layanan perbankan kepada warga yang selama ini kesulitan bertransaksi keuangan di outlet-outlet perbankan. Dengan cara ini, kata dia, petani lebih mudah mendapatkan layanan perbankan dan pembelian pupuk di daerah tempat tinggalnya.

”Sebagai agent of development, BNI merupakan salah satu bank BUMN yang turut menyukseskan program pemerintah dalam bidang pertanian. Salah satu bentuk dukungan kami adalah memastikan tersalurkannya Kartu Tani. Apabila Kartu Tani tersalurkan, maka dengan sendirinya bantuan sosial hingga subsidi terdistribusi lebih tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat sasaran,” pungkasnya.

SUMENEP – PT Bank Negara Indonesia (BNI ) (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 8.000 petani jagung di Kabupaten Sumenep. Menurut General Manager Small Business Banking BNI Bambang Setyatmojo, pihaknya sudah menyiapkan dana Rp 43 miliar untuk program ini.

Bambang mengungkapkan, kegiatan itu bertujuan mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. ”Penyaluran KUR kepada petani jagung ini merupakan dukungan BNI terhadap Program Kemitraan Jagung Hibrida yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Kegiatan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rubaru. Kegiatan itu diawali dengan penandatanganan nota kesepakatan integrasi agrobisnis antara Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Sumenep dengan BNI, PT Bisi International (Tbk), PT Dupont Indonesia dan Hexa Group.


”Kerja sama ini dalam rangka pelaksanaan program kemitraan pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Sumenep dari hulu sampai hilir,” tutur Bambang. Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Kepala Dispertapahorbun Bambang Heriyanto, dan Head of Business Banking BNI Wilayah Surabaya Handoko Adi Nugroho.

Baca Juga :  Software Absensi Jadi Perangkat Paling Populer Dikalangan Pebisnis

Bambang menjelaskan, pembiayaan KUR ini dapat digunakan petani untuk membeli bahan dan perlengkapan bercocok tanam. Mulai pembelian bibit atau benih, pupuk, biaya penggarapan, hingga panen. Para penerima KUR tersebut sekaligus mendapatkan Kartu Tani yang diterbitkan BNI.

Sampai minggu ketiga Oktober 2017, BNI telah menerbitkan lebih dari satu juta Kartu Tani di Jawa Timur. Sementara di Kabupaten Sumenep telah didistribusikan 84.381 Kartu Tani. Sejak peluncuran KUR 2007 sampai akhir September 2017, BNI telah menyalurkan KUR Rp 34,47 triliun kepada 305.289 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

”Kartu Tani merupakan sarana untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, subsidi, hingga pencairan KUR. Kartu Tani berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet atau e-wallet untuk belanja,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan BNI terhadap program peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BNI juga meresmikan pembentukan Agen 46. Saat ini sudah ada lima badan usaha milik desa (BUMDes) dan 165 kios pupuk di Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam program tersebut.

Baca Juga :  Laba Kuartal I 2022 BNI Tumbuh 63,2 Persen

Agen 46 BNI merupakan kepanjangan tangan BNI dalam memberikan layanan perbankan kepada warga yang selama ini kesulitan bertransaksi keuangan di outlet-outlet perbankan. Dengan cara ini, kata dia, petani lebih mudah mendapatkan layanan perbankan dan pembelian pupuk di daerah tempat tinggalnya.

”Sebagai agent of development, BNI merupakan salah satu bank BUMN yang turut menyukseskan program pemerintah dalam bidang pertanian. Salah satu bentuk dukungan kami adalah memastikan tersalurkannya Kartu Tani. Apabila Kartu Tani tersalurkan, maka dengan sendirinya bantuan sosial hingga subsidi terdistribusi lebih tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat sasaran,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/