26.4 C
Madura
Sunday, March 26, 2023

Sarankan Petani Bergabung di Koperasi

PT GARAM (Persero) menyarankan petani garam menjadi anggota koperasi. Tujuannya, agar bisa mandiri dan tidak bergantung pada pengepul lokal. Jika koperasi petani garam maju, BUMN siap berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi.

Direktur Operasional PT Garam (Persero) Indonesia Hartono mengatakan, keberadaan pengepul memang merusak mata rantai garam. Petani kerap kali dipermainkan. Hal itu terjadi karena selama ini petani sangat bergantung kepada mereka, terutama masalah modal.

”Petani garam kan butuh modal. Jadi, itu dimanfaatkan oleh pengepul. Ketika panen  garam, mau tidak mau dijual kepada pengepul. Biasanya, tidak sesuai dengan harga pasaran,” katanya.

Banyak keuntungan jika petani menjadi anggota koperasi. Salah satunya, ketika harga sedang anjlok, koperasi bisa menampung dan bisa membantu. ”Itu manfaatnya ketika jadi anggota koperasi. Tidak akan bergantung pada pengepul,” ucapnya. Selain itu, mereka yakin garamnya terbeli.

Baca Juga :  Tips & Resep Membuat Chicken Wing Renyah & Nikmat

PT Garam bekerja sama dengan bank-bank BUMN mengenai pembuatan kartu tani. Itu dilakukan guna mempermudah para petani. Juga, sebagai upaya meniadakan para pengijon. ”Pinjam ke bank kan ribet. Ketika punya kartu tani bisa pinjam modal dengan bunga yang lunak. Itulah gunanya,” katanya.

Ke depan, pihaknya punya rencana sebagai lembaga stabilisasi harga dan buffering stock garam nasional. Bahkan, pemerintah juga mau menetapkan harga eceran tertinggi (HET). ”Pokoknya baguslah ke depan. Sebab, jika pabrikan membeli tidak sesuai HET, PT Garam akan turun untuk membeli semua garam rakyat,” tuturnya.

Petani garam yang punya lahan tidak usah berniat menjual lahannya kepada pengembang. Sebab, bisnis garam ke depan akan semakin bagus. Bahkan, kini banyak yang mulai melirik usaha ini. ”Setiap tahun kan lahan pegaraman terus menyempit. Jadi kami sarankan tetap pertahankan,” sarannya.

Baca Juga :  Hadapi Tantangan Ekonomi, BRI Siapkan 4 Skenario Mitigasi Risiko & Strategi

Hartono menjelaskan, sebelumnya di NTT tidak banyak yang tertarik memproduksi garam. Namun, sekarang mereka sangat antusias. ”Sangat eman kalau lahan pegaraman dijual hanya karena diiming-imingi uang puluhan juta. Intinya, tetap dipertahankan,” imbuhnya.

Hartono berkomitmen memerhatikan garam rakyat. Segala upaya akan diperjuangkan. Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang dipimpinnya semakin tinggi. Tak pelak, banyak penghargaan yang diraih. Tahun 2017 saja, PT Garam menyabet dua penghargaan sekaligus.

Pada Oktober, PT Garam  termasuk BUMN berpredikat sangat bagus atas kinerja keuangan selama 2016 dari Infobank. Kemudian November, mendapat penghargaan dari Warta Ekonomi dengan kategori pengolahan produksi garam paling bagus. ”Dua penghargaan itu atas kerja sama semua pihak dan kekompakan internal,” pungkasnya. 

PT GARAM (Persero) menyarankan petani garam menjadi anggota koperasi. Tujuannya, agar bisa mandiri dan tidak bergantung pada pengepul lokal. Jika koperasi petani garam maju, BUMN siap berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi.

Direktur Operasional PT Garam (Persero) Indonesia Hartono mengatakan, keberadaan pengepul memang merusak mata rantai garam. Petani kerap kali dipermainkan. Hal itu terjadi karena selama ini petani sangat bergantung kepada mereka, terutama masalah modal.

”Petani garam kan butuh modal. Jadi, itu dimanfaatkan oleh pengepul. Ketika panen  garam, mau tidak mau dijual kepada pengepul. Biasanya, tidak sesuai dengan harga pasaran,” katanya.


Banyak keuntungan jika petani menjadi anggota koperasi. Salah satunya, ketika harga sedang anjlok, koperasi bisa menampung dan bisa membantu. ”Itu manfaatnya ketika jadi anggota koperasi. Tidak akan bergantung pada pengepul,” ucapnya. Selain itu, mereka yakin garamnya terbeli.

Baca Juga :  Strategi Komunikasi Role Modeling, BRI Jalankan Aksi Nyata Penerapan ESG

PT Garam bekerja sama dengan bank-bank BUMN mengenai pembuatan kartu tani. Itu dilakukan guna mempermudah para petani. Juga, sebagai upaya meniadakan para pengijon. ”Pinjam ke bank kan ribet. Ketika punya kartu tani bisa pinjam modal dengan bunga yang lunak. Itulah gunanya,” katanya.

Ke depan, pihaknya punya rencana sebagai lembaga stabilisasi harga dan buffering stock garam nasional. Bahkan, pemerintah juga mau menetapkan harga eceran tertinggi (HET). ”Pokoknya baguslah ke depan. Sebab, jika pabrikan membeli tidak sesuai HET, PT Garam akan turun untuk membeli semua garam rakyat,” tuturnya.

Petani garam yang punya lahan tidak usah berniat menjual lahannya kepada pengembang. Sebab, bisnis garam ke depan akan semakin bagus. Bahkan, kini banyak yang mulai melirik usaha ini. ”Setiap tahun kan lahan pegaraman terus menyempit. Jadi kami sarankan tetap pertahankan,” sarannya.

Baca Juga :  Transformasi BRI di tengah Pandemi, Bikin Kinerja Lebih Cemerlang
- Advertisement -

Hartono menjelaskan, sebelumnya di NTT tidak banyak yang tertarik memproduksi garam. Namun, sekarang mereka sangat antusias. ”Sangat eman kalau lahan pegaraman dijual hanya karena diiming-imingi uang puluhan juta. Intinya, tetap dipertahankan,” imbuhnya.

Hartono berkomitmen memerhatikan garam rakyat. Segala upaya akan diperjuangkan. Menurut dia, kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang dipimpinnya semakin tinggi. Tak pelak, banyak penghargaan yang diraih. Tahun 2017 saja, PT Garam menyabet dua penghargaan sekaligus.

Pada Oktober, PT Garam  termasuk BUMN berpredikat sangat bagus atas kinerja keuangan selama 2016 dari Infobank. Kemudian November, mendapat penghargaan dari Warta Ekonomi dengan kategori pengolahan produksi garam paling bagus. ”Dua penghargaan itu atas kerja sama semua pihak dan kekompakan internal,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/