alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Solar Tembus Rp 9 Ribu Per Liter di Masalembu

SUMENEP – Kelangkaan solar di Pulau/Kecamatan Masalembu berdampak pada kenaikan harga. Harga eceran pada saat solar normal Rp 7 ribu per liter. Tetapi saat ini, satu liter solar dijual Rp 9 ribu. Kelangkaan terjadi akibat distribusi solar ke Masalembu lamban.

Mahfud, 35, warga Pulau Masalembu mengatakan, harga solar naik gara-gara langka. Kelangkaan terjadi sudah lebih satu minggu. Dampak dari kelangkaan itu, aktivitas nelayan terganggu. ”Termasuk lampu yang dikelola perorangan banyak tidak beroperasi karena mesin mati. Solarnya tidak ada,” ujarnya.

Meski solar ada, stoknya terbatas. Solar yang ada merupakan sisa dari distribusi sebelumnya. Itu pun banyak diperoleh dari masyarakat yang membeli dan belum terjual. Meski ada, solar sulit ditemukan dan harus antre untuk mendapatkannya.

Baca Juga :  Mendag: Pemerintah Pacu Bisnis Waralaba Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Solar menjadi kebutuhan nelayan untuk melaut dan menyalakan mesin lampu penerangan. Mahfud mengharapkan, pemerintah memerhatikan kebutuhan BBM masyarakat kepulauan. Sebab, selain bahan untuk penerangan, solar juga untuk mesin perahun nelayan.

Ketika pasokan solar terhambat, berdampak pada ekonomi nelayan. Mereka terhambat dalam melaut. Mesin perahu menggunakan bahan solar sehingga penghasilan nelayan terhambat.

H Mansyur, pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Masalembu mengatakan, pihaknya telah menebus solar dan premium. Penebusan dilakukan pada 10 Oktober lalu. Biasanya, lima hari setelah penebusan, BBM diangkut.

”Tetapi hingga kini belum dikirim ke Masalembu. Mungkin masih ada kendala teknis,” katanya Sabtu (21/10).

APMS 08 menebus 80 ton solar dan 80 ton premium. Sedangkan APMS 02 menebus 56 ton solar dan 32 ton premium. Meski telah ditebus ke Pertamina, pendistribusian belum dilakukan. Mansyur mengaku belum mengetahui apa kendala dari pengiriman solar dan premium ke Masalembu.

Baca Juga :  PT Garam (Persero) Ajak Warga dan Petani Istighotsah

Harga solar, sambung dia, di APMS Rp 5.150 per liter. Sementara eceran Rp 7 ribu per liter. Pada saat langka, harga solar tembus Rp 9 ribu per liter. Harapan masyarakat, imbuh dia, agar distribusi solar dan premium ke Masalembu tepat waktu. ”Tentu apabila tidak ada kendala di lapangan,” pungkasnya.

SUMENEP – Kelangkaan solar di Pulau/Kecamatan Masalembu berdampak pada kenaikan harga. Harga eceran pada saat solar normal Rp 7 ribu per liter. Tetapi saat ini, satu liter solar dijual Rp 9 ribu. Kelangkaan terjadi akibat distribusi solar ke Masalembu lamban.

Mahfud, 35, warga Pulau Masalembu mengatakan, harga solar naik gara-gara langka. Kelangkaan terjadi sudah lebih satu minggu. Dampak dari kelangkaan itu, aktivitas nelayan terganggu. ”Termasuk lampu yang dikelola perorangan banyak tidak beroperasi karena mesin mati. Solarnya tidak ada,” ujarnya.

Meski solar ada, stoknya terbatas. Solar yang ada merupakan sisa dari distribusi sebelumnya. Itu pun banyak diperoleh dari masyarakat yang membeli dan belum terjual. Meski ada, solar sulit ditemukan dan harus antre untuk mendapatkannya.

Baca Juga :  BRI Jadi Bank Terbaik dalam ESG IDX Leader

Solar menjadi kebutuhan nelayan untuk melaut dan menyalakan mesin lampu penerangan. Mahfud mengharapkan, pemerintah memerhatikan kebutuhan BBM masyarakat kepulauan. Sebab, selain bahan untuk penerangan, solar juga untuk mesin perahun nelayan.

Ketika pasokan solar terhambat, berdampak pada ekonomi nelayan. Mereka terhambat dalam melaut. Mesin perahu menggunakan bahan solar sehingga penghasilan nelayan terhambat.

H Mansyur, pemilik Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Masalembu mengatakan, pihaknya telah menebus solar dan premium. Penebusan dilakukan pada 10 Oktober lalu. Biasanya, lima hari setelah penebusan, BBM diangkut.

”Tetapi hingga kini belum dikirim ke Masalembu. Mungkin masih ada kendala teknis,” katanya Sabtu (21/10).

APMS 08 menebus 80 ton solar dan 80 ton premium. Sedangkan APMS 02 menebus 56 ton solar dan 32 ton premium. Meski telah ditebus ke Pertamina, pendistribusian belum dilakukan. Mansyur mengaku belum mengetahui apa kendala dari pengiriman solar dan premium ke Masalembu.

Baca Juga :  APMS Berdalih Bensin Mahal di Pengecer

Harga solar, sambung dia, di APMS Rp 5.150 per liter. Sementara eceran Rp 7 ribu per liter. Pada saat langka, harga solar tembus Rp 9 ribu per liter. Harapan masyarakat, imbuh dia, agar distribusi solar dan premium ke Masalembu tepat waktu. ”Tentu apabila tidak ada kendala di lapangan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/