alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Biar Makin Optimal, Pertimbangkan 4 Hal Ini saat Ajukan Pinjaman Produktif

KEBANYAKAN orang mungkin mengkonotasikan utang sebagai suatu hal yang buruk dan sebisa mungkin dihindari. Saat memiliki utang, beban keuangan akan menjadi lebih besar karena bunga dan bisa menjerat seseorang pada lingkaran setan. Tapi, tahukah Anda jika ternyata ada juga yang disebut sebagai utang produktif dan bisa berimbas positif pada keuangan?

Pada dasarnya, utang produktif merupakan pinjaman yang diajukan untuk suatu kebutuhan atau tujuan finansial yang tepat dan membangun. Sebagai contoh, Anda melakukan utang untuk menambah modal bisnis, membeli laptop untuk keperluan pekerjaan, dan hal lain yang bisa meningkatkan penghasilan atau melancarkan pekerjaan.

Akan tetapi, walaupun bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, berutang untuk kebutuhan ini tetap tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan tanpa pertimbangan. Nah, agar tidak sampai salah langkah dan mampu mengoptimalkan manfaatnya, pastikan untuk mempertimbangkan 4 hal ini terlebih dulu sebelum ajukan pinjaman produktif.

Ketahui Kondisi Finansial dengan Detail

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat akan mengajukan pinjaman produktif adalah memperhatikan kondisi finansial saat ini dengan detail. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena berkaitan dengan risiko pengajuan kredit dan berapa nominal cicilan yang bisa ditanggung keuangan.

Idealnya, besaran cicilan atau angsuran utang yang boleh dimiliki oleh seseorang adalah 30 persen dari penghasilannya tiap bulan. Sebagai contoh, saat gaji Anda per bulan adalah 5 juta, jangan ajukan pinjaman dengan nominal angsuran di atas 1,5 juta. Jika memaksakan diri untuk mengambil utang dengan beban cicilan lebih dari itu, risiko kesulitan memenuhi kebutuhan penting lainnya akan menjadi lebih tinggi.

Baca Juga :  BNI Cabang Pamekasan Gelar Pasar Murah Ramadan

Karena alasan inilah mengapa mengetahui kondisi finansial sebelum mengajukan utang, termasuk utang produktif, tidak boleh sampai dilewatkan. Kebanyakan orang yang terjebak dan kesulitan melunasi utang sering kali tak mempertimbangkan hal ini dan asal mengajukan pinjaman tanpa memperhatikan kemampuan bayar. Alhasil, cicilan pinjaman tak bisa dilunasi tepat waktu dan berimbas pada keharusan membayar denda keterlambatan yang membuat beban finansial menjadi semakin berat.

Selektif Memilih Layanan Pinjaman

Dewasa ini, mencari pinjaman bukanlah perkara yang sulit dan bisa dilakukan oleh masyarakat dari hampir semua kalangan. Penyebabnya tak lain karena kemunculan perusahaan fintech yang tawarkan layanan pinjaman online langsung cair. Dibandingkan dengan platform kredit lainnya, pinjaman online dikenal memiliki syarat dan proses pengajuan yang mudah serta ringkas.

Namun, hal tersebut tak berarti Anda harus asal memilih layanan pinjaman yang ingin digunakan. Sebab, terdapat ancaman fintech ilegal yang bisa menjebak penggunanya dengan tingkat bunga selangit, atau menyalahgunakan data pribadinya untuk hal-hal yang merugikan.

Oleh karena itu, Anda perlu selektif dalam memilih layanan pinjaman, khususnya pinjaman online, dan pastikan legalitas serta kredibilitasnya terlebih dulu. Cara termudah untuk memastikan legalitas layanan pinjaman adalah mengecek status terdaftar dan izin usahanya di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Cermati Syarat Pengajuan Pinjaman

Selain memastikan legalitas dan kredibilitas layanannya, Anda juga harus mencermati syarat dan setiap poin yang tercantum pada kontrak pinjaman. Misalnya, berstatus WNI, memiliki KTP dan informasi NPWP pribadi, hingga memiliki penghasilan tetap. Apabila seluruh ketentuan di atas mampu dipenuhi, pengajuan pinjaman akan berjalan dengan lebih lancar dan pasti akan berakhir dengan persetujuan.

Baca Juga :  Bupati Fadhilah Budiono Murka Pasar Diklaim Milik Warga

Pastikan Kualitas Produk yang Dibeli Terjamin dan Awet

Terakhir, saat sudah membulatkan keputusan untuk mengajukan kredit, pastikan bahwa produk yang dibeli memiliki kualitas terjamin dan awet. Jika digunakan untuk menambah modal usaha, pastikan keuntungan bisnis bisa segera diputar untuk melunasi cicilan utang.

Perlu diingat jika semakin panjang tenor yang dipilih, semakin lama pula keuangan memiliki tanggungan utang. Penghasilan tiap bulan pun harus terpangkas untuk melunasi cicilan pinjaman selama beberapa waktu. Oleh karena itu, pastikan jika barang yang dibeli memiliki umur yang lebih panjang ketimbang jangka waktu pelunasan pinjaman yang telah diajukan.

Meski untuk Kebutuhan Produktif, Persiapan Ajukan Pinjaman Tetap Harus Diperhatikan

Walaupun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan produktif, mengajukan pinjaman tetap harus diajukan dengan beragam pertimbangan agar bisa memberi manfaat yang optimal. Sebelum ajukan pinjaman produktif, cek dulu kondisi keuangan dan kemampuan bayar, pastikan legalitas dan kredibilitas layanan, syarat pengajuan, serta memerhatikan kualitas dari produk yang ingin dibeli. Dengan mempertimbangkan keempat hal tersebut, dijamin keputusan mengambil kredit tersebut mampu memberi imbas yang positif terhadap keuangan Anda dalam jangka panjang.

KEBANYAKAN orang mungkin mengkonotasikan utang sebagai suatu hal yang buruk dan sebisa mungkin dihindari. Saat memiliki utang, beban keuangan akan menjadi lebih besar karena bunga dan bisa menjerat seseorang pada lingkaran setan. Tapi, tahukah Anda jika ternyata ada juga yang disebut sebagai utang produktif dan bisa berimbas positif pada keuangan?

Pada dasarnya, utang produktif merupakan pinjaman yang diajukan untuk suatu kebutuhan atau tujuan finansial yang tepat dan membangun. Sebagai contoh, Anda melakukan utang untuk menambah modal bisnis, membeli laptop untuk keperluan pekerjaan, dan hal lain yang bisa meningkatkan penghasilan atau melancarkan pekerjaan.

Akan tetapi, walaupun bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, berutang untuk kebutuhan ini tetap tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan tanpa pertimbangan. Nah, agar tidak sampai salah langkah dan mampu mengoptimalkan manfaatnya, pastikan untuk mempertimbangkan 4 hal ini terlebih dulu sebelum ajukan pinjaman produktif.


Ketahui Kondisi Finansial dengan Detail

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat akan mengajukan pinjaman produktif adalah memperhatikan kondisi finansial saat ini dengan detail. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena berkaitan dengan risiko pengajuan kredit dan berapa nominal cicilan yang bisa ditanggung keuangan.

Idealnya, besaran cicilan atau angsuran utang yang boleh dimiliki oleh seseorang adalah 30 persen dari penghasilannya tiap bulan. Sebagai contoh, saat gaji Anda per bulan adalah 5 juta, jangan ajukan pinjaman dengan nominal angsuran di atas 1,5 juta. Jika memaksakan diri untuk mengambil utang dengan beban cicilan lebih dari itu, risiko kesulitan memenuhi kebutuhan penting lainnya akan menjadi lebih tinggi.

Baca Juga :  Mengenal Fitur yang Ada di GB Whatsapp

Karena alasan inilah mengapa mengetahui kondisi finansial sebelum mengajukan utang, termasuk utang produktif, tidak boleh sampai dilewatkan. Kebanyakan orang yang terjebak dan kesulitan melunasi utang sering kali tak mempertimbangkan hal ini dan asal mengajukan pinjaman tanpa memperhatikan kemampuan bayar. Alhasil, cicilan pinjaman tak bisa dilunasi tepat waktu dan berimbas pada keharusan membayar denda keterlambatan yang membuat beban finansial menjadi semakin berat.

Selektif Memilih Layanan Pinjaman

Dewasa ini, mencari pinjaman bukanlah perkara yang sulit dan bisa dilakukan oleh masyarakat dari hampir semua kalangan. Penyebabnya tak lain karena kemunculan perusahaan fintech yang tawarkan layanan pinjaman online langsung cair. Dibandingkan dengan platform kredit lainnya, pinjaman online dikenal memiliki syarat dan proses pengajuan yang mudah serta ringkas.

Namun, hal tersebut tak berarti Anda harus asal memilih layanan pinjaman yang ingin digunakan. Sebab, terdapat ancaman fintech ilegal yang bisa menjebak penggunanya dengan tingkat bunga selangit, atau menyalahgunakan data pribadinya untuk hal-hal yang merugikan.

Oleh karena itu, Anda perlu selektif dalam memilih layanan pinjaman, khususnya pinjaman online, dan pastikan legalitas serta kredibilitasnya terlebih dulu. Cara termudah untuk memastikan legalitas layanan pinjaman adalah mengecek status terdaftar dan izin usahanya di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Cermati Syarat Pengajuan Pinjaman

Selain memastikan legalitas dan kredibilitas layanannya, Anda juga harus mencermati syarat dan setiap poin yang tercantum pada kontrak pinjaman. Misalnya, berstatus WNI, memiliki KTP dan informasi NPWP pribadi, hingga memiliki penghasilan tetap. Apabila seluruh ketentuan di atas mampu dipenuhi, pengajuan pinjaman akan berjalan dengan lebih lancar dan pasti akan berakhir dengan persetujuan.

Baca Juga :  Pendataan Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Terhambat

Pastikan Kualitas Produk yang Dibeli Terjamin dan Awet

Terakhir, saat sudah membulatkan keputusan untuk mengajukan kredit, pastikan bahwa produk yang dibeli memiliki kualitas terjamin dan awet. Jika digunakan untuk menambah modal usaha, pastikan keuntungan bisnis bisa segera diputar untuk melunasi cicilan utang.

Perlu diingat jika semakin panjang tenor yang dipilih, semakin lama pula keuangan memiliki tanggungan utang. Penghasilan tiap bulan pun harus terpangkas untuk melunasi cicilan pinjaman selama beberapa waktu. Oleh karena itu, pastikan jika barang yang dibeli memiliki umur yang lebih panjang ketimbang jangka waktu pelunasan pinjaman yang telah diajukan.

Meski untuk Kebutuhan Produktif, Persiapan Ajukan Pinjaman Tetap Harus Diperhatikan

Walaupun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan produktif, mengajukan pinjaman tetap harus diajukan dengan beragam pertimbangan agar bisa memberi manfaat yang optimal. Sebelum ajukan pinjaman produktif, cek dulu kondisi keuangan dan kemampuan bayar, pastikan legalitas dan kredibilitas layanan, syarat pengajuan, serta memerhatikan kualitas dari produk yang ingin dibeli. Dengan mempertimbangkan keempat hal tersebut, dijamin keputusan mengambil kredit tersebut mampu memberi imbas yang positif terhadap keuangan Anda dalam jangka panjang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/