alexametrics
23.4 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pengembangan Batik Kurang Maksimal

PAMEKASAN – Kota ini memiliki produk unggulan berupa batik. Produk asli Kota Gerbang Salam itu digemari masyarakat. Tapi, industri kreatif itu perlahan mulai lesu. Salah satu pemicunya, promosi kurang maksimal.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, industri batik di Pamekasan cukup potensial. Ekonomi masyarakat akan menguat dan lebih mandiri jika industri tersebut dikembangkan secara optimal.

Banyak warga yang menekuni batik. Hasil karya mereka juga bekualitas baik. Corak dan warnanya digemari masyarakat. Terbukti, pada saat pagelaran event, tidak sedikit warga regional dan nasional memboyong batik Pamekasan.

Sayangnya, potensi yang ada itu belum tergarap maksimal. Pemerintah terkesan setengah hati membantu pelaku usaha batik. Indikasinya, promosi yang seharusnya gencar dilakukan, porsinya sangat sedikit.

Baca Juga :  Olah Limbah Batik agar Tak Cemari Lingkungan

Akibatnya, meski memiliki produk bagus yang khas dan digemari, industri batik belum menggeliat. Bahkan, tidak sedikit pengusaha yang harus gulung tikar lantaran usahanya tidak lancar, sementara biaya operasional tinggi.

Harun menyampaikan, pemerintah harus mulai memberdayakan pelaku usaha batik. Jika usaha tersebut berkembang, ekonomi masyarakat menguat. Industri itu juga membuka lapangan pekerjaan, sehingga warga tidak perlu bekerja ke luar.

Politikus PKS itu menyampaikan, pengembangan industri batik bisa dilakukan oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Program satu sama lain harus saling berkaitan. ”Batik ini bisa digarap beberapa OPD,” katanya Rabu (20/12).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, instansi juga membantu mempromosikan batik. Setiap ada event kesenian dan kebudayaan, batik selalu diikutsertakan.

Baca Juga :  Pendataan Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Terhambat

Terbaru, disparbud mempromosikan batik di tingkat internasional. Tepatnya, pada event seni budaya di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. ”Batik merupakan produk unggulan Pamekasan, harus maksimal dipromosikan,” tandasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Kota ini memiliki produk unggulan berupa batik. Produk asli Kota Gerbang Salam itu digemari masyarakat. Tapi, industri kreatif itu perlahan mulai lesu. Salah satu pemicunya, promosi kurang maksimal.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, industri batik di Pamekasan cukup potensial. Ekonomi masyarakat akan menguat dan lebih mandiri jika industri tersebut dikembangkan secara optimal.

Banyak warga yang menekuni batik. Hasil karya mereka juga bekualitas baik. Corak dan warnanya digemari masyarakat. Terbukti, pada saat pagelaran event, tidak sedikit warga regional dan nasional memboyong batik Pamekasan.


Sayangnya, potensi yang ada itu belum tergarap maksimal. Pemerintah terkesan setengah hati membantu pelaku usaha batik. Indikasinya, promosi yang seharusnya gencar dilakukan, porsinya sangat sedikit.

Baca Juga :  Pembeli Tagih Janji Perumahan Hijau Daun

Akibatnya, meski memiliki produk bagus yang khas dan digemari, industri batik belum menggeliat. Bahkan, tidak sedikit pengusaha yang harus gulung tikar lantaran usahanya tidak lancar, sementara biaya operasional tinggi.

Harun menyampaikan, pemerintah harus mulai memberdayakan pelaku usaha batik. Jika usaha tersebut berkembang, ekonomi masyarakat menguat. Industri itu juga membuka lapangan pekerjaan, sehingga warga tidak perlu bekerja ke luar.

Politikus PKS itu menyampaikan, pengembangan industri batik bisa dilakukan oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Program satu sama lain harus saling berkaitan. ”Batik ini bisa digarap beberapa OPD,” katanya Rabu (20/12).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, instansi juga membantu mempromosikan batik. Setiap ada event kesenian dan kebudayaan, batik selalu diikutsertakan.

Baca Juga :  Olah Limbah Batik agar Tak Cemari Lingkungan

Terbaru, disparbud mempromosikan batik di tingkat internasional. Tepatnya, pada event seni budaya di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu. ”Batik merupakan produk unggulan Pamekasan, harus maksimal dipromosikan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/