alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Penikmat dari Tukang Becak hingga Pejabat

PAMEKASAN – Penikmat nasi jagung sayur maronggi berasal dari banyak kalangan. Bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, melainkan juga dari kalangan pejabat dan pegawai. Tiap hari warung yang berdekatan dengan Masjid Gadin tersebut ramai dikunjungi pembeli.

”Tiap hari memasak nasi jagung sebanyak enam kilogram. Alhamdulillah habis. Pembeli dari kalangan santri, abang becak, hingga pejabat, dan pegawai perusahaan,” kata Ari Mustriyanti kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Minggu (20/5).

Harga menu tersebut Rp 8–10 ribu per porsi. Harga bergantung pada ikan yang dipilih. Pembeli tinggal memilih menu sendiri sesuai dengan selera masing-masing. Ada ikan tongkol, pari, dan ikan laut lainnya. ”Tiap hari saya harus beli daun kelor ke pasar. Pembeli dari desa sampai kota,” terangnya.

Baca Juga :  Ramadan di Era Postmodern

Selain menu tersebut, dirinya juga menyediakan menu lain untuk pembeli. Ada sekitar 45 macam menu yang disediakan. ”Alhamdulillah tiap hari rata-rata lebih dari Rp 3 juta omzet yang saya terima,” tuturnya.

Ahmad Hambali, 54, seorang pelanggan warung tersebut, mengaku nasi jagung sayur maronggi sangat nikmat. Rasanya khas makanan desa. ”Kalau saya ke kota pasti mampir ke warung ini,” kata pria asal Palengaan tersebut.

PAMEKASAN – Penikmat nasi jagung sayur maronggi berasal dari banyak kalangan. Bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, melainkan juga dari kalangan pejabat dan pegawai. Tiap hari warung yang berdekatan dengan Masjid Gadin tersebut ramai dikunjungi pembeli.

”Tiap hari memasak nasi jagung sebanyak enam kilogram. Alhamdulillah habis. Pembeli dari kalangan santri, abang becak, hingga pejabat, dan pegawai perusahaan,” kata Ari Mustriyanti kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Minggu (20/5).

Harga menu tersebut Rp 8–10 ribu per porsi. Harga bergantung pada ikan yang dipilih. Pembeli tinggal memilih menu sendiri sesuai dengan selera masing-masing. Ada ikan tongkol, pari, dan ikan laut lainnya. ”Tiap hari saya harus beli daun kelor ke pasar. Pembeli dari desa sampai kota,” terangnya.

Baca Juga :  Persediaan Beras Aman, Gula Rawan

Selain menu tersebut, dirinya juga menyediakan menu lain untuk pembeli. Ada sekitar 45 macam menu yang disediakan. ”Alhamdulillah tiap hari rata-rata lebih dari Rp 3 juta omzet yang saya terima,” tuturnya.

Ahmad Hambali, 54, seorang pelanggan warung tersebut, mengaku nasi jagung sayur maronggi sangat nikmat. Rasanya khas makanan desa. ”Kalau saya ke kota pasti mampir ke warung ini,” kata pria asal Palengaan tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/