Senin, 06 Dec 2021
Radar Madura
Home / Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Indonesia-Arab Saudi Akan Berdiplomasi

Terkait Vaksinasi Jamaah Haji dan Umrah

18 November 2021, 21: 15: 27 WIB | editor : Abdul Basri

Indonesia-Arab Saudi Akan Berdiplomasi

Share this      

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madura – Upaya yang berorientasi pada kemudahan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah terus diupayakan oleh pemerintah. Sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan para pengusaha perjalanan travel haji dan umrah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU). Hal itu untuk mendengarkan aspirasi terkait nasib para jamaah yang dalam dua tahun terakhir belum bisa berangkat umrah dan haji.

Pada kesempatan itu, sekalian membahas masalah perpajakan untuk jasa keagamaan, dan penerapan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja bagi usaha travel haji dan umrah.

Baca juga: Keunggulan Toilet Portable dan Septic Tank Biotech

Forum SATHU menjelaskan bahwa saat ini pelaku usaha di bidang penyelenggaraan umrah dan haji khusus, jumlahnya cukup besar. Ada sebanyak 339 PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus), 1.504 PPIU (penyelenggara perjalanan ibadah umrah) dan 1.700 KBIHU (kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah), atau total ada 3.523 badan usaha dalam penyelenggaraan umrah dan haji, dengan perkiraan jumlah karyawan sebanyak 17.615 orang.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sudah hampir dua tahun jamaah haji dan umrah tidak berangkat. Masyarakat sangat berharap pelaksanaan ibadah umrah dan haji bisa dibuka kembali.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan sinyal untuk membuka kembali bagi jamaah umrah dan haji ke Tanah Suci, sebagaimana telah disampaikan Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia melalui nota diplomatik yang dikeluarkan pada 8 Oktober 2021. Namun hal ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut antar kedua negara.

Terkait dengan vaksinasi, Arab Saudi menggunakan empat jenis vaksin. Yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna, dan AstraZeneca.

Untuk jamaah haji dan umrah yang menggunakan salah satu dari keempat vaksin yang dipakai Saudi, maka dapat langsung menjalankan ibadah umrah. Namun, bagi jamaah asing yang divaksin dengan vaksin di luar empat yang dipakai Saudi (terutama Sinovac dan Sinopharm), maka yang bersangkutan harus memperoleh booster satu kali menggunakan salah satu dari keempat vaksin yang dipakai Saudi.

Terkait dengan kewajiban booster untuk penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm, saat ini pemerintah belum dapat memenuhi. Pertimbangannya, sampai dengan akhir tahun ini masih terus mengejar target vaksinasi.

”Kita masih mengejar target tercapainya 70% vaksinasi untuk dosis-1 dan 50% untuk dosis-2 di akhir tahun ini. Pemerintah Indonesia akan melakukan diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait masalah vaksinasi ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Forum SATHU Fuad Hasan Masyhur menyampaikan, audiensi tersebut membawa angin segar bagi seluruh masyarakat. Terlebih bagi mereka yang telah menanti selama hampir dua tahun dan sudah merindukan untuk bisa berangkat ke Baitullah menunaikan ibadah haji dan umrah. Sekaligus juga membawa kabar baik dan memberikan secercah harapan untuk para pengusaha travel haji dan umrah.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menko yang telah memberi arahan untuk bisa mewujudkan harapan masyarakat. Kami berkeyakinan dalam waktu dekat kita akan bisa mewujudkan harapan masyarakat untuk berangkat ke Baitullah,” tutur Fuad.

(mr/rus/bas/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia